Tiger Woods 1-Under, Jordan Spieth 5-Over di Valspar

Tiger Woods bermain solid di putaran pertama Valspar Championship.

Woods, 42, membuka turnamennya dengan 1-under 70 pada Kamis di lapangan Copperhead Course Innisbrook Resort  di Palm Harbor, Fla. Dia berada di 10 teratas, hanya selisih tiga pukulan dari puncak, ketika dia menyelesaikan putarannya .

Mengingat angin kencang yang berputar sehingga membuat skor rendah sulit (lawan main Woods, Jordan Spieth, membukukan 5-over 76), usaha Woods di Valspar lumayan bagus.

“Benar-benar brutal di luar sana,” kata Woods. “Kami sebagai grup bermain kurang bagus hari ini. Melawan angin seakan-akan membentur tembok.”

Woods finis di urutan ke-12 pada Honda Classic, penampilan ketiganya musim ini setelah gagal lolos cut di Genesis Open dan T-23 di Farmers Insurance Open.

 

Duel Indonesia – Malaysia Akan Digelar di Riverside 5-7 September

Pertandingan match play ala Ryder Cup antara Indonesia dan Malaysia akan dimainkan di Riverside Golf Club, Cimanggis, Bogor, pada 5-7 September mendatang. Turnamen beregu internasional yang digelar oleh Indonesian Golf Tour itu bertajuk “Indonesian Golf Tour (IGT)-Professional Golf of Malaysia (PGM) Championship 2017”.  Hal ini dikemukakan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/8). Tampil sebagai pembicara dalam konferensi itu antara lain Jimmy Masrin, Ketua Indonesian Golf Tour, dan Tun Ahmad Sarji, Ketua Professional Golf of Malaysia Tour.

“Gagasannya adalah mempertemukan komunitas golf dari negara-negara yang bertetangga dan sama-sama mengembangkan kompetisi golf yang baik di antara kami,” kata Jimmy Masrin. “Tun Sarji dan saya memiliki kesamaan visi: berkeinginan untuk mengembangkan permainan golf di negara masing-masing, dan semangat kami untuk mendorong para pemain kami agar mampu berkompetisi dan unggul dalam olahraga ini adalah alasan utama kami menggelar turnamen persahabatan ini.”

Tahun ini IGT-PGM Championship merupakan perhelatan yang kedua kalinya setelah Malaysia menjadi tuan rumah kejuaraan ini tahun lalu di mana Malaysia keluar sebagai juaranya.  Berbeda dari tahun lalu, tahun ini IGT-PGM Championship akan dipertandingkan dalam format yang berbeda. Jika tahun lalu menggunakan format stroke play, IGT-PGM Championship akan memakai format match play. Perubahan format ini dimaksudkan agar pertandingan IGT-PGM Championship menjadi menarik dan dinamis. Format match play ini selalu digunakan dalam turnamen Ryder Cup, kejuaraan beregu dua tahunan yang mempertemukan tim Amerika Serikat dan Eropa. “Format stroke play tidak menarik seperti format (match play) yang digunakan dalam Ryder cup, ketika hanya dua lawan yang berkompetisi satu sama lain. Format match play mengusung lebih banyak excitement pada kompetisi di setiap pertandingannya dan juga membawa yang terbaik dalam semangat tim,” jelas Jimmy.

Dua negara ini akan mengirimkan 12 pemain di timnya masing-masing untuk bertanding di IGT-PGM Championship. Delapan pemain berasal dari daftar Order of Merit di Tour masing-masing dan empat pemain merupakan pilihan kapten. Tim Indonesia akan dikomandani Jubilant “Teddy” Arda, kapten timnas golf Indonesia ketika meraih dua medali emas (individu dan beregu putri) dan dua medali perak (individu dan beregu putra) di SEA Games 2011. IGT-PGM Championship 2017 akan menyediakan total hadiah Rp600 juta. Pemenang IGT-PGM Championship akan mendapatkan 65% dari total hadiah, sedangkan tim yang kalah akan mendapatkan 35%. Dalam format match play ini, IGT-PGM Championship 2017 akan menggunakan tiga jenis pertandingan: foursome, fourball, dan single. Dalam dua hari pertama, ada empat pertandingan foursome pada pagi hari dan empat pertandingan fourball. Di hari terakhir, akan dimainkan 12 partai single.

Tim Indonesia
George Gandranata
Indra Hermawan
Benita Y. Kasiadi
Ian Andrew
Danny Masrin
Rory Hie
Rinaldi Adiyandono
J. Andrew Wirawan
Adrian Halimi
Elki Kow
Clement E. Kurniawan
(belum ditentukan)

Tim Malaysia
Ben Leong
Khor Kheng Hwai
R. Nachimuthu
Shahriffudin Ariffin
Sukree Othman
M. Sasidaran
Irfan Yusoff
Muhammad Wafiyuddin
Kemarol Baharin
Kenneth Tobuse
Kim Leun Kwang
Amir Nazrin
Airil Rizman

Di atas kertas Malaysia sedikit lebih baik karena mereka diperkuat oleh Ben Leong yang berperingkat 590 dunia (dibandingkan pemain lain IGT-PGM Championship 2017 yang berperingkat di atas 1000) dan pernah menjuarai Asian Tour. Namun dukungan tuan rumah plus pengalaman bermain di lapangan Riverside membuat kemungkinan Indonesia menjadi juara cukup besar.

Telkom Disability Care-Charity Golf Tournament: Telkom Serahkan Alat Bantu Bagi 5.200 Difabel

Menutup rangkaian ulang tahun Telkom ke-52, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Telkom Disability Care menyerahkan alat bantu bagi sebanyak 5.200 penyandang disabilitas pada kegiatan Telkom Disability Care – Charity Golf Tournament. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno, jajaran Kementerian BUMN, Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, serta pelanggan korporasi TelkomGroup di Royale Jakarta Golf Club, Sabtu (5/8).



Pada kesempatan tersebut, Telkom melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Kick Andy Foundation dengan ruang lingkup kerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan apresiasi Gantari Award kepada difabel berprestasi, bantuan pengembangan kewirausahaan dan penyaluran alat bantu untuk 5.200 difabel yang terdiri dari 720 kaki palsu, 52 alat bantu low vision, 52 audio book, 52 Al-Quran digital, 52 alat bantu dengar, serta 4.272 buku braille.

Rini M. Soemarno mengapresiasi pemberian bantuan ini sebagai wujud kehadiran BUMN di tengah-tengah masyarakat. “Sudah selayaknya keberadaan BUMN dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk oleh penyandang disabilitas di Indonesia sebagai wujud BUMN Hadir untuk Negeri. Program seperti Telkom Disability Care ini patut diapresiasi dan didukung guna tercipta kesetaraan bagi para penyandang difabel. Program seperti ini diharapkan akan terus berlanjut, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa”, ujar Rini M. Soemarno.

Sementara itu, Alex J. Sinaga menjelaskan bahwa Telkom Disability Care merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat berkebutuhan khusus yang digagas Telkom sejak tahun 2016 lalu. “Telkom Disability Care merupakan upaya Telkom dalam meningkatkan daya saing para penyandang difabel melalui sejumlah program seperti bantuan dana pengembangan kewirausahaan, pemberian alat bantu difabel, disamping mempekerjakan para difabel serta pembuatan aplikasi khusus bagi sekolah-sekolah luar biasa (SLB). Hal ini guna mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan para penyandang difabel di Indonesia,” jelas Alex J. Sinaga

Melalui program Telkom Disability Care ini, Telkom juga menargetkan akan mempekerjakan sebanyak 152 tenaga kerja difabel di berbagai lini operasional TelkomGroup sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Dengan dilaksanakannya program Telkom Disability Care yang didorong oleh semangat BUMN Hadir untuk Negeri, Telkom berharap dapat meningkatkan kesetaraan hidup para penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, program ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lain untuk senantiasa meningkatkan kepedulian kepada sesama, sehingga peningkatan kesejahteraan dan daya saing bangsa di era digital ini dapat terakselerasi melalui sinergi semua pihak.

Galeri foto

Joshua Andrew Ungguli Danny Masrin di IGT

Joshua Andrew Wirawan menjuarai gelar profesional pertama pada Seri VI Indonesian Golf Tour (IGT) di Palm Hills Golf Club, Kamis(3/8). Pegolf berusia 20 tahun ini berhasil meredam dominasi Danny Masrin dengan keunggulan satu pukulan. Andrew mengumpulkan skor total 209 (7-under), setelah membuat skor 69 (3-under) di putaran final.



Gelar ini sekaligus menebus kekalahan Andrew dari Danny di IGT Palm Hills tahun lalu. Double bogey di hole 15 pada musim lalu mengubur mimpi Andrew untuk meraih gelar pro pertamanya. Namun, kali ini Andrew yang baru berstatus professional pada 2015 ini tidak mengulangi kesalahan dan bisa mewujudkan ambisinya.

“Permainan saya memang bagus minggu ini. Saat bertanding dengan Danny lagi di grup terakhir, peristiwa musim lalu sempat muncul sekelebat di benak saya, ‘Kok kayak tahun lalu?’ Sempat leading, tapi akhirnya kalah. Namun, kali ini saya berusaha mengikuti game plan saya, berusaha tidak tertekan. Pukulan saya lebih terkontrol dan lebih fokus. Saya pun tampil lebih lepas,” kata Andrew, yang mengakui biasanya lebih banyak memikirkan pukulannya.

Sementara, Danny yang merupakan juara IGT di Palm Hill musim lalu harus puas di posisi runner up. Dengan mencetak skor 71 (1-under), Danny mengumpulkan skor 210 (6-under). Memimpin putaran terakhir dengan keunggulan satu pukulan (5-under), skor Danny justru melorot setelah membuat dua bogey di tiga hole pertama. Sejak itu ia terus berusaha mengejar selisih skor dengan Andrew. “Andrew memang main bagus selama dua hari ini. Pukulan saya pun jelek sekali. Jumlah bogey-nya banyak, ditambah lagi double bogey,” kata Danny yang membuat tiga bogey dan satu double bogey, sehingga enam birdie yang dibukukannya menjadi sia-sia.

George Gandranata dan Benyta Y. Kasiadi menempati posisi T3 dengan skor total 211 (5-under). Lima pegolf lainnya berbagi tempat di T5 dengan skor total 214 (2-under).

Satu dari lima pegolf yang bertengger di T5 adalah Naraajie Emerald Ramadhan Putra, yang merupakan satu-satunya pegolf amatir. Atlet SEA Games 2017 yang berusia 17 tahun ini sukses the lowest amateur (amatir terbaik) di Seri VI IGT. Ini merupakan gelar keempatnya di IGT pada musim ini.

Sempat mengawali putaran pertama Seri VI dengan skor 74 (2-over), Naraajie menebus permainan buruknya di dua hari terakhir dengan skor 71 (1-under) dan 69 (3-under). Hasil 2-under ini meninggalkan jauh dua pesaing terdekatnya, Kevin C. Akbar yang mengumpulkan skor 4-over (220) dan Tirto Tamardi dengan 5-over (221).

“Saya sudah lama tidak main di sini. Terakhir kali waktu junior beberapa tahun yang lalu. Makanya saya kurang familiar dengan lapangan ini. Karena itu, tiga-di bawah par bagi saya sudah cukup bagus, melebihi ekspektasi saya,” kata Naraajie yang akan bertanding di SEA Games pada 22-26 Agustus ini.

Naraajie Juara, Rivani Pertahankan Gelar di Olympic Jabar Amateur Open III

Pemain amatir andalan Indonesia Naraajie Emerald berhasil menjuarai turnamen internasional Olympic Jabar Amateur Open (OJAO ) 2017 di Emeralda dengan skor meyakinkan 10-under, unggul lima pukulan atas pemain Malaysia Chang Ervin. Di turnamen yang memasuki tahun ketiga itu Naraajie unggul terus sejak hari pertama. Ini merupakan pertama kalinya Naraajie menang seluruh putaran selama tiga hari.



Sementara itu di divisi putri, pegolf yang langganan juara di Tanah Air Rivani Adelia Sihotang berhasil mempertahankan gelar dengan meraih 5-under, unggul enam pukulan atas rekannya Kristina Natalia Yoko dan Ida Ayu Indira Melati Putri. Namun kemenangan ini harus diiringi dengan kesedihan mendalam. Ayah Rivani, David Sihotang, meninggal dunia karena serangan jantung. Ia terjatuh tak sadarkan diri saat mengiringi Rivani bertanding di hole ke-14. Sang ayah sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Duka yang mendalam ini juga dirasakan oleh seluruh peserta, ofisial, serta wartawan. Sebelum pembagian hadiah untuk para pemenang, panitia meminta semua peserta dan hadirin mengheningkan cipta.

Di nomor beregu, gelar juara menjadi milik Ida Ayu dan Marcella Pranovia, yang mewakili Bali, dengan total 288 pukulan. Rivani dan Adelia, yang mewakili DKI Jakarta, menempati peringkat dua dengan total 289 pukulan. Duet Jawa Barat, Ribka Vania dan Patricia W Sinolungan, menempati peringkat tiga dengan total 293 pukulan.

Turnamen OJAO III internasional yang diprakarsai oleh Pengprov PGI Jawa Barat ini sekaligus juga merupakan ajang uji coba para atlet SEA Games.

“OJAO ketiga ini bisa menjadi ajang uji coba para atlet SEA Games. Mereka bisa menjajal kemampuan mereka sebelum SEA Games. Dengan makin dekatnya penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut, para peserta SEA Games tentu akan membutuhkan turnamen-turnamen kompetitif untuk menjaga performa dan sekaligus mengasah kemampuan mereka,“ kata Sirodzudin, Ketua Umum Pengprov PGI Jawa Barat.


(Foto-foto oleh M. Sultony)

Putra
1 NARAAJIE EMERALD R. (INA) 206 – 10
2 CHANG ERVIN (MAS) 211 – 5
3 GALVEN KENDALL GREEN (MAS) 212 – 4
4 AKMIN (INA) 214 – 2
5 KEVIN CAESARIO AKBAR (INA) 215 – 1
6 CHAN TUCK SOON (MAS) 218 +2
7 M.RIFQI ALAM RAMADHAN (INA) 219 +3
8 JASON MARTINUS (INA) 220 +4
ALMAY RAYHAN YAQUTA (INA) 220 +4
SUDIRMAN (INA) 220 +4

Putri
1 RIVANI ADELIA SIHOTANG (INA) 211 – 5
2 KRISTINA NATALIA YOKO (INA) 217 +1
IDA AYU INDIRA MELATI PUTRI (INA) 217 +1
4 NUR DURRIYAH DAMIAN (MAS) 218 +2
5 LIYANA AZIZAN DURISIC (MAS) 219 +3
6 LOY HEE YING (MAS) 220 +4
7 MICHELA TJAN (INA) 221 +5
MARCELLA PRANOVIA (INA) 221 +5
RIBKA VANIA (INA) 221 +5
10 PATRICIA W.SINOLUNGAN (INA) 222 +6

Naraajie Emerald Terus Memimpin di 7-Under

Naraajie Emerald asal Indonesia secara meyakinkan masih memimpin dengan 7-under menuju putaran final Olympic Jabar Amateur Open III hari ini di Emeralda Golf Club, Jawa Barat. Rekan senegaranya Rifqi Alam berbagi tempat kedua 1-under bersama Galven Kendell dan Chang Ervin asal Malaysia.
Sementara itu di divisi putri pegolf andalan tuan rumah Rivani A. Sihotang juga mempertahankan keunggulan dengan 3-under, ditempel ketat oleh rekannya Ida Ayu Indira di 2-under.



Kemarin, sebanyak 90 pemain yang terdiri dari 66 pegolf putra dan 24 pegolf putri bersaing ketat agar lolos cut dan dapat melanjutkan permainan pada ronde ketiga (final) hari ini. Pemain putra yang lolos cut berjumlah 30 orang sementara pemain putri 12 orang.

Putra
1 NARAAJIE EMERALD R. Indonesia 67 70 – 137 – 7
2 M.RIFQI ALAM RAMADHAN Indonesia 73 70 – 143 – 1
GALVEN KENDELL GREEN Malaysia 73 70 – 143 – 1
CHANG ERVIN Malaysia 72 71 – 143 – 1
5 KEVIN CAESARIO AKBAR Indonesia 72 72 – 144 PAR
ALMAY RAYHAN YAQUTA Indonesia 72 72 – 144 PAR
AKMIN Indonesia 71 73 – 144 PAR
8 TIRTO TAMARDI Indonesia 74 73 – 147 +3
9 JOLO TIMOTHY MAGCALAYO Philippines 72 76 – 148 +4
10 DANIAL DURISIC Malaysia 77 72 – 149 +5
LUCKY MAMARIMBING Indonesia 76 73 – 149 +5
JASON MARTINUS Indonesia 74 75 – 149 +5
13 SUDIRMAN Indonesia 74 76 – 150 +6
CHAN TUCK SOON Malaysia 74 76 – 150 +6
15 MOCH SEANDY ALFARABI Indonesia 75 76 – 151 +7
16 WENDY KARYANTO Indonesia 78 74 – 152 +8
JOYO PATURUSI Indonesia 76 76 – 152 +8
JOSE E. SURYADINATA Indonesia 73 79 – 152 +8
19 OCTA SADIA Indonesia 81 72 – 153 +9
RIZCHY SUBAKTI Indonesia 79 74 – 153 +9
MUNIC Indonesia 78 75 – 153 +9
ALFRED RAJA SITOHANG Indonesia 73 80 – 153 +9
23 FARHAN FADILAH Indonesia 77 77 – 154 +10
PETER GUNAWAN Indonesia 76 78 – 154 +10
DOMINIKUS GLENN YUWONO Indonesia 76 78 – 154 +10
IVAN MONSALVE Philippines 75 79 – 154 +10
27 RUDI TR Indonesia 80 75 – 155 +11
NURDANA Indonesia 76 79 – 155 +11
29 ALEXANDER VALENTINO Indonesia 78 79 – 157 +13
30 RICHNELL ALBANO Philippines 70 88 – 158 +14

Putri
1 RIVANI ADELIA SIHOTANG Indonesia 73 68 – 141 – 3
2 IDA AYU INDIRA MELATI PUTRI Indonesia 72 70 – 142 – 2
3 LIYANA AZIZAN DURISIC Malaysia 68 75 – 143 – 1
4 PATRICIA W.SINOLUNGAN Indonesia 68 76 – 144 PAR
5 NUR DURRIYAH DAMIAN Malaysia 72 73 – 145 +1
6 MARCELLA PRANOVIA Indonesia 75 71 – 146 +2
7 KRISTINA NATALIA YOKO Indonesia 76 72 – 148 +4
8 RIBKA VANIA Indonesia 73 76 – 149 +5
9 LOY HEE YING Malaysia 73 77 – 150 +6
10 VICTORIA CHANDRA Indonesia 77 74 – 151 +7
11 MICHELA TJAN Indonesia 75 77 – 152 +8
12 LYDIA SITORUS Indonesia 77 76 – 153 +9