Menteri BUMN Coba Tol Surabaya-Jakarta

Menteri BUMN Rini Soemarno memeriksa ¬†kesiapan jalan tol dari Surabaya sampai Jakarta sepanjang 747,5 km dalam kegiatan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa. Pemeriksaan dimulai dari gerbang Tol Warugunung, bagian dari ruas tol Surabaya–Mojokerto, Senin pagi (12/11/2018).



“Memang ada beberapa titik yang belum selesai sehingga kami akan cek karena komitmen dari Presiden agar tol Merak—Jakarta–Surabaya harus selesai dan diresmikan Desember ini,” kata Rini dalam sambutannya.

Dengan tersambungnya Trans Jawa, Rini mengatakan akan mendorong perekonomian di sekitar wilayah Trans Sumatra.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Desi Arryani  mengatakan kegiatan ekspedisi dimulai dari Kantor Jasa Marga di Pintu Tol Warugunung, Surabaya-Mojokerto. Selanjutnya, akan melewati ruas Mojokerto-Kertosono bisa ditempuh dalam waktu 50 menit.

Setelahnya, perjalanan akan berlanjut menuju Kertosono–Ngawi yang saat ini masih menyisakan sedikit pekerjaan konstruksi. Setelahnya, rombongan akan menjajal kesiapan ruas Solo–Ngawi.

“Di sini kita akan melihat progres Kali Kenteng. Setelahnya lanjut terus sampai kita berhenti di Kalikuto pada ruas Semarang–Batang,” ujar Desi dalam sambutannya.

Setelahnya, perjalanan akan berlanjut hingga menuju Jakarta. Berdasarkan susunan acara, rombongan akan mencapai Jakarta pada pukul 23.00 WIB.

Adapun, Desi mengatakan bahwa beberapa pembangunan fisik tol Trans Jawa yang saat ini tengah berproses ditargetkan dapat rampung seluruhnya pada 30 November 2018.

“Dengan begitu kami harapkan jalan tol dari Merak–Probolinggo dapat tersambung sampai akhir tahun,” ujarnya.

Menteri BUMN: Ekonomi Indonesia Tumbuh Sehat dengan Utang Fiskal 27 Persen

INFOGOLFPLUS — Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-15 di dunia dan juga yang ke-3 tumbuh paling cepat di antara negara-negara yang tergabung dalam G20. Ekonomi Indonesia tumbuh dengan stabil dan sehat dengan utang fiskal sebesar 27 persen dari PDB. Peringkat kemudahan berbisnis Indonesia pun naik dari urutan ke 120 menjadi peringkat 91 di dunia, diikuti dengan peningkatan investasi mencapai 50 persen. Hal ini dikemukakan Menteri BUMN Rini Soemarno saat membeberkan capaian kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama tiga tahun terakhir (2014-2017) pada acara Investment Forum di Washington DC, Amerika Serikat.

“Tidak cuma itu, elektrifikasi nasional melonjak dari 84 persen menjadi 95 persen. Angka kemiskinan. pengangguran, dan kesenjangan semuanya menurun. Dengan sederet perkembangan yang menggembirakan tersebut, menandakan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik dan cerah,” kata Rini dalam paparannya melalui keterangan resmi di Jakarta, Sel asa. Rini menjelaskan Indonesia juga telah siap untuk ekonomi digital. Hadirnya dukungan jaringan 3G dan 4G telah membawa Indonesia melompat ke era dig ital. Dalam lima tahun terakhir, tercatat akses internet telah melonjak dari 22 persen menjadi 50 persen. Sektor “financial technology” pun kian bertumbuh dengan deretan startup yang menawarkan berbagai layanan keuangan yang lebih luas.

“Kami melihat potensi besar dalam ekonomi digital dan BUMN di Indonesia merangkul digital dengan cara besar. Kami telah memulai digital transformasi di semua sektor, mulai dari energi, keuangan, telekomunikasi, layanan publik dan logistik. Kami percaya ini baru permulaan, dan kami menantikan lebih banyak lagi inovasi di masa depan,” ungkap Rini. Capaian positif tersebut tak lepas dari peran kinerja seluruh perusahaan BUMN. Total pendapatan seluruh BUMN pada 2017 mencapai 151 miliar dolar AS, atau setara dengan 15 persen dari PDB Indonesia. BUMN yang terdaftar pada lantai pasar modal mewakili 25 persen dari total kapitalisasi pasar Indonesia. Bahkan, aset kolektif BUMN Indonesia jumlahnya telah mencapai 538 miliar dolar AS. “Artinya sebagai kelompok, total aset BUMN kami lebih besar dari Temasek dan Khazanah meskipun aset keduanya digabungkan,” jelas Rini.

Total ekuitas BUMN pada 2017 pun meningkat cukup baik menjadi 179 miliar dolar AS dari semula 168 miliar dolar AS pada 2016. Begitu pun dengan total laba bersih BUMN meningkat dari semula 12 mi liar dolar AS pada 2016 menjadi 14 miliar dolar AS pada akhir 2017. Rini melanjutkan, sejak 2015 pihaknya telah banyak melakukan transformasi di tubuh BUMN dengan tujuan memperkuat partisipasi perusahaan negara dalam memacu pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.