Jokowi Unggul 54 Persen Berdasarkan Penghitungan Cepat

Warga negara Indonesia telah memberikan suara dalam pemilihan umum satu hari terbesar di dunia. Hasil penghitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei menempatkan Presiden Joko Widodo unggul dengan 54 persen dari sekitar 70 persen suara yang telah masuk.



Survei Kompas memperlihatkan keunggulan Jokowi dengan 54,90 persen dalam kampanye sengit yang didominasi oleh janji-janji untuk meningkatkan lapangan kerja dan ekonomi. Setidaknya tiga hitungan lain oleh lembaga survei swasta menunjukkan margin yang sama.

Mengulang kembali pemilihan presiden 2014, pengusaha furnitur Jokowi yang kini petahana melawan Prabowo Subianto, seorang jenderal militer yang menjabat sebagai komandan pasukan khusus selama 32 tahun masa pemerintahan Suharto. Dalam kampanye yang secara resmi dimulai pada September, kedua kandidat berjanji memperkuat perekonomian Indonesia menjadi terbesar di Asia Tenggara serta memperluas lapangan kerja.

Sebanyak 193 juta orang Indonesia berhak memilih dalam pemilihan umum Rabu – pemilihan presiden dan legislatif simultan pertama di negara ini. Kontes ini tidak hanya akan menentukan siapa yang memimpin Indonesia tetapi akan membentuk parlemen, dan oleh karena itu lanskap untuk reformasi – serta iklim investasi – selama lima tahun ke depan.

Jokowi berjanji selama kampanye untuk menciptakan 100 juta pekerjaan dan mengurangi kemiskinan di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Prabowo berjanji untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur Indonesia sambil mencermati defisit neraca berjalan Indonesia dan ketidakmampuan pemerintah saat ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi jauh melebihi 5 persen.

Setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Jakarta Pusat, Jokowi mengatakan kepada wartawan bahwa ia optimistis memenangkan pemilihan. “Kita harus bersabar menunggu penghitungan KPU[Komisi Pemilihan Umum] secara resmi,” kata Jokowi.

Prabowo mengulangi peringatan tentang kemungkinan kecurangan pemilu setelah ia memilih di Hambalang, dekat Bogor. “Jika ada kekacauan atau tidak, itu tidak akan datang dari kami, saya jamin,” kata Prabowo. “Tapi kami tidak ingin dicurangi lagi, orang Indonesia tidak akan dicurangi lagi.”

Dalam pernyataan publiknya Prabowo mengaku banyak kejadian yang merugikan pendukungnya. “Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak surat suara yang sudah dicoblos ke kosong satu,” kata Prabowo.

Dia juga menuduh lembaga-lembaga survei menggiring opini bahwa kubunya kalah. “Saya himbau agar para pendukung kami tetap tenang dan tidak terprovokasi, fokus mengawal kotak-kotak suara,” kata Prabowo.

Sandiaga Uno Janji Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Calon wakil presiden, Sandiaga Uno, mengunjungi Pasar Wonodri, Kota Semarang untuk berdialog dengan sejumlah pedagang dan masyarakat, Senin (24/9/2018). Sandi menyatakan berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor. Menanggapi keluhan pekerja dengan sistem kontrak kerja lewat outsourcing yang masih berlaku saat ini, Sandi berjanji untuk menghapusnya. “Kami berkomitmen tingkatkan kesejahteraan pekerja, dan menghapus sistem pihak ketiga,” kata pasangan calon presiden Prabowo Subianto ini.

Sementara itu, para pedagang berharap kepada Uno agar berbagai kebutuhan pokok di masyarakat tidak mengalami kenaikan harga. Usai berdialog dengan para pedagang dan masyarakat, dia menegaskan bahwa dia bersama calon presiden, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto, mempunyai dua visi utama, yakni menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menciptakan lapangan kerja.



“Harga kebutuhan pokok, terutama di pasar tradisional perlu dijaga kestabilannya agar tidak memberatkan masyarakat, dan lapangan kerja harus terus diciptakan agar masyarakat tidak susah mencari kerja,” ujarnya. Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, yang mendampingi Uno berkampanye menambahkan, mereka sengaja mengunjungi pasar-pasar tradisional untuk mengecek langsung harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat. “Gambaran masyarakat itu bisa dilihat dari pasar-pasar,” katanya.

Prabowo-Sandiaga diusung empat partai politik, yaitu Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.