Apartemen SAUMATA Selenggarakan Pameran NUSAWASTRA

Batik, songket dan tenun merupakan karya seni yang dibuat dengan memadukan antara fungsi dan keindahan. Motif-motif yang dibuat tidak sekadar untuk menyampaikan pesan, menceritakan kondisi pada zamannya tetapi juga memerhatikan unsur estetika.

Indonesia kaya dengan bahan wastra, ragam teknik, dan motif. Wastra atau kain adalah tenunan memori atas peradaban. Batik, songket dan tenun merupakan bagian dari jejak simbol yang kini dibaca sebagai keindahan dan manfaat sebagai busana, aksesoris maupun produk interior. Menjadikan dua khasanah ini tetap ada, merupakan aset yang tak ternilai. Baik itu aset berupa produk, lebih dari itu sebagai jejak sejarah dan ilmu yang bisa dibaca dari generasi ke generasi.

Apartemen SAUMATA menyelenggarakan pameran NUSAWASTRA at SAUMATA terinspirasi dari buku Nusawastra Silang Budaya yang disusun oleh kolektor kain, Quoriena Ginting. Pameran NUSAWASTRA at SAUMATA dibuka oleh Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung pada Sabtu (4/11) dan berlangsung sampai Minggu (19/11) menghadirkan ragam koleksi batik, songket dan tenun seluruh Nusantara milik Quoriena Ginting.

“SAUMATA ingin mengajak masyarakat luas untuk lebih mengenal wastra Nusantara ini sebagai salah satu seni kriya yang harapannya, tak hanya mengenal keindahannya tetapi juga pesan-pesan yang disampaikan dari masa lalu dan masa kini. Seperti dalam hal perancangan bangunan yang perlu memerhatikan harmonisasi antara fungsi dan estetika layaknya sebuah karya seni kriya. Apartemen SAUMATA mengedepankan konsep desain subtle luxury dan memadukan fungsi dan estetika dari bangunan yang dirancang”, kata Boy Noviyadi, Marketing Director PT Sutera Agung Property.

Masih lanjut Boy Noviyadi,“Berdasarkan kesamaan hal ini, kami menghadirkan pameran NUSAWASTRA at SAUMATA yang akan mengungkapkan keindahan dan keunikan yang terkandung pada setiap helai kain, dan semoga melalui pameran ini memberikan kesempatan kepada kita untuk mengenali keindahan ragam kain Nusantara, menghargai kegigihan pembuatannya serta sekaligus mendorong melestarikan keberadaanya”.

Di sela pembukaan pameran NUSAWASTRA at SAUMATA, kolektor kain dan penulis buku Nusawastra Silang Budaya, Quoriena Ginting menyambut baik pelaksaaan pameran ini, “Sama dengan batik, songket dan tenun juga cara masyarakat dahulu “menulis” untuk menyampaikan pesan. Ragam tenun di Indonesia pun tinggi, termasuk dari bahan dan corak. Memang sudah banyak tenun yang dihasilkan oleh mesin, hanya tenun yang dibuat manual dengan ATBM tetap mempunyai nilai khusus”.

“Ada sentuhan dan rasa setiap simpul benang. Meski jumlahnya tidak akan banyak sebab produksi membutuhkan waktu, tenun ATBM dan batik tulis menempati nilai tinggi ketika dikenakan maupun dikoleksi. Ada kisah di tiap lembarnya. Terima kasih kepada apartemen SAUMATA atas terselenggaranya pameran ini, agar masyarakat kita menjaga ingatan terhadap budaya dan peradaban Nusantara dengan mengenali dan melestarikan wastra Nusatara,” ujar Quoriena Ginting.
Dalam pameran NUSAWASTRA at SAUMATA akan memperlihatkan keindahan songket Palembang, batik Gentongan Madura, batik Pekalongan, Iban Kalimantan, dan Gringsing Bali.
Dan selama pameran berlangsung akan ada kegiatan talkshow dan workshop mengenai batik, tenun, dan songket dengan Quoriena Ginting, Siti Maimona, Dhanny Dahlan, Dudung Alie Syahbana. Serta kegiatan melukis boneka kayu bersama Hadiprana dan menghadirkan komunitas wanita Jepang dari Ary Suta Center yang akan membawakan tarian tradisional Sekar Jempiring asal Bali.
“SAUMATA dalam membangun mengutamakan estetika dan ekslusivitas. Senada dengan pesan yang disampaikan dalam pameran NUSAWASTRA at SAUMATA,” tambah Boy Noviyadi, dari Saumata. Kini SAUMATA mempunyai 2 tower yaitu SAUMATA dan SAUMATA SUITES. Tower SAUMATA sudah selesai dibangun dengan serah kunci pada February 2017 dan kini sudah siap dihuni. Sedangkan SAUMATA SUITES masih dalam tahap pembangunan. Rencananya akan selesai pada 2020. Meski demikian, pemesanan sudah mencapai 30%.