Jokowi Resmikan Bendungan Tanju, NTB

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tanju di Desa Tanju, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (30/7/2018).

Presiden yang didampingi lbu Negara lriana Jokowi beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono dan Gubernur NTB Zainul Majdi tiba di lokasi pada pukul 11.00 WITA. Presiden langsung mendapat penjelasan mengenai luas bendungan seluas 387 hektare tersebut dan selanjutnya memberikan pengarahan dan langsung meresmikannya.

“Dengan bendungan kita harapkan komoditas pertanian di Dompu bisa naik cepat. Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim saya resmikan Bendungan Tanju di Dompu NTB,” kata Presiden di lokasi Bendungan Tanju. Selanjutnya Presiden didampingi Menteri PUPR dan Gubernur NTB memencet sirena tanda diresmikan bendungan yang dibangun menghabiskan anggaran Rp124 miliar ini. Waduk yang memiliki daya tampung 18 juta meter kubik ini akan mengairi lahan pertanian seluas 2.250 hektare lahan. Presiden berharap dengan adanya bendungan ini, masyarakat bisa menanam setahun tiga kali dari sebelumnya hanya sekali.

Bendungan Tanju mulai dibangun pada 2015 dengan merelokasi 400 kepala keluarga. Masyarakat yang direlokasi mendapat penggantian rumah, tanah, pekarangan dan pemukiman baru. Bendungan ini selain berfungsi untuk pengairan, juga untuk air bersih, konservasi dan perikanan.

Gempa di Lombok Tewaskan 10 Orang

Gempa dengan kekuatan 6,4 SR di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Minggu (29/7/2018) pagi, menimbulkan korban jiwa dan korban luka, selain bangunan yang rusak.

Korban terus bertambah menjadi 10 orang, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo dalam pesannya di Jakarta, Minggu, menyebutkan hingga Minggu pukul 09.45 WIB tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka dan puluhan rumah rusak.

Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata.

Data sementara dari BPBD Provinsi NTB tercatat: Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak.

Dari 8 korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia.

Korban meninggal dunia mencakup Isma Wida/Perempuan/30 tahun warga negara Malaysia, Ina Marah/Perempuan/60 tahun, Ina Rumenah/Perempuan/58 tahun, dan 5 orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas.

Di Kabupaten Lombok Utara juga terdapat dua orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan tujuh orang di Puskesmas Bayan.

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR.

Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup dan aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada.

Gempa susulan hingga pukul 09.20 WIB tercatat mencapai 66 kali dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa susulan merupakan hal yang alamiah, setelah terjadi gempa besar, akan diikuti gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada, ujarnya.

Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, dan relawan terus melakukan penanganan darurat. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten/Kota terdampak gempa.

Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pendampingan BPBD.