Analis: Rupiah Bisa Sentuh 15.000 per Dolar AS

Sentimen beli terhadap rupiah berpotensi semakin melemah seiring dengan peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve secara bertahap tahun ini. Rupiah melemah melampaui 14.500 dan dapat menyentuh 14.750 apabila dolar terus menguat.

Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, menuturkan ketegangan dagang internasional merusak selera risiko. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga AS sepertinya akan terus mendukung dolar. Karenanya, mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah, tetap rentan mengalami kejutan negatif.

“Dari aspek teknikal, USD-IDR akan menguji 14.750 dan kemudian 15.000 jika momentum saat ini bertahan,” tutur Lukman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (25/7/2018).

Rupiah Diprediksi Menguat atas Dolar Hari Ini

INFOGOLFPLUS — Kurs rupiah atas dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018), diprediksi menguat berdasarkan analisis PT Samuel Sekuritas Indonesia.

“Rupiah kemungkinan menguat kembali ke level Rp13.900-Rp 13.960 per dolar AS,” kata Ahmad Mikail, ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia seperti dikutip dari risetnya yang diterima hari ini, Kamis (31/5/2018).

Meski indeks dolar pada pagi ini menguat 0,028 poin atau 0,03% ke 94,097, mata uang AS diprediksi masih berpeluang melemah hingga penutupan perdagangan Kamis.

“(Indeks) dolar diperkirakan bergerak melemah di sekitar level 94,0-94,30 terhadap beberapa mata uang utama dunia, terutama euro, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan keluarnya Italia dari mata uang tunggal euro,” kata Mikail.

Rupiah, ujarnya, diperkirakan menguat terhadap dolar seiring masih cukup rendahnya yield US Treasury yang bergerak di level 2,85%.

“Selain itu kenaikan suku bunga BI 7-D RR sebesar 25 bps menjadi 4.75% kemarin diperkirakan berdampak positif terhadap rupiah,” kata Mikail