Dalam Kunjungan ke Moskwa, Sandiaga Tawarkan Peluang Investasi di Jakarta

INFOGOLFPLUS — Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menawarkan peluang dan potensi investasi di Jakarta dalam Forum Bisnis Rusia-Indonesia 2018 di Gedung World Trade Center, Moskwa, Rusia pada Kamis waktu setempat. Dia menuturkan skema investasi di Jakarta terbuka lebar dan memiliki sistem yang baik melalui Jakarta Investment Center di Mal Pelayanan Publik.

Sandiaga menyebut skema investasi langsung maupun tidak langsung akan lebih mudah melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau PPP (Public Private Partnership). “Sebagai mantan pebisnis, saya memahami masih banyak aspek birokrasi yang harus dibenahi,” katanya. Diakuinya birokrasi terutama terkait perizinan dan pengembangan usaha harus lebih sederhana. Oleh karena itu, Pemprov OKI Jakarta sedang berupaya memperbaiki prosedur dan regulasi kemudahan wirausaha. Sandiaga juga turut menyampaikan beberapa indikator ekonomi yang memperlihatkan prospek ekonomi Jakarta. la juga menegaskan kondisi iklim perekonomian ini akan semakin positif, bila Pemerintah Pusat berhasil mengendalikan gejolak peredaran mata uang.

“Jakarta akan fokus pada investasi yang terkait pengembangan sumber daya manusia bukan hanya infrastruktur. Pembangunan kota yang menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan mendukung program affordable living,” ujarnya dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis.

Perdana Menteri China Li Keqiang Hadir dalam Indonesia-China Business Summit 2018

INFOGOLFPLUS, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Indonesia-China Business Summit 2018 yang dihadiri oleh Perdana Menteri China Li Keqiang dan perwakilan pengusaha dari China.

Dalam pidato pembukaan, Wapres Kalla mengatakan bahwa secara umum hubungan bilateral kedua negara terus meningkat.

“Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Nilainya saat ini mencapai lebih dari US$60 miliar. Naik dari sebelumnya US$48 miliar,” kata Kalla di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (7/5/2018).

Dia menambahkan dalam hal investasi, China merupakan investor terbesar ketiga dengan total investasi US$3,3 miliar dalam 1977 proyek. Jumlah ini tidak termasuk Hong Kong.

Investasi dari China mengalami peningkatan cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, Investasi Tiongkok di Indonesia tumbuh besar sehingga kondisi berbisnis menjadi sehat dan menguntungkan.

“Saya ingin kedua negara menjajaki peluang kerja sama. Ada upaya menindaklanjuti proyek bisnis konkret dan saling menguntungkan. Sekarang waktu yang tepat untuk berinvestasi,” paparnya.

Acara Indonesia-China Business Summit merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang ke Indonesia yang membawa misi penguatan hubungan bilateral, khususnya sektor ekonomi.