Justin Rose, Henrik Stenson Berbagi Teknik Bermain bersama Pemain Junior Jelang Indonesian Masters

Jelang turnamen golf BNI Indonesian Masters presented by BTN, PT Lautan Luas Tbk. and Bank Mandiri pekan ini di Royale Jakarta Golf Club, pemain asal Inggris Justin Rose dan bintang Swedia Henrik Stenson memaparkan teknik-teknik permainan ini (golf clinic) kepada para pemain junior di driving range lapangan tersebut pada Selasa (11/12). Justin Rose yang akan mempertahankan gelar ini menjelaskan pentingnya memiliki teknik fundamental dalam bermain, seperti saat memukul driving, permainan iron, dan chipping.



“Saya tak pernah buru-buru saat backswing. Seperti pegas, tubuh akan memutar dengan kekuatan. Backswing yang lebih tenang akan membantu memberikan kekuatan terkendali,” kata Justin. “Semakin terbuka pinggul dan tubuh bagian atas, itu semakin baik. Ini menunjukkan bahwa saya telah membuat ruang untuk tangan saya agar tetap rendah dan melepaskan tenaga melalui impact, mempertahankan sudut saya di downswing. Saya merasa seperti memukul bola dengan dada melalui tumbukan, daripada lengan dan tangan.”

Sementara itu Henrik Stenson menekankan pentingnya memiliki pemikiran saat swing seperti sensasi seakan berpegangan pada tanah. “Dengan merasakan kedua kaki menghunjam pada tanah, Anda memiliki basis yang solid saat swing. Anda akan memiliki kendali sepanjang ayunan secara konsisten,” kata Henrik.

Kepada para wartawan, Justin mengaku tak sabar untuk bermain. Meski dia berada di peringkat kedua dunia (sempat No. 1 selama dua bulan), dia merasa memiliki kesempatan yang sama untuk menang seperti pemain lainnya. “Lapangan tidak mengenal pemain yang berperingkat. Saat memulai permainan pada Kamis, kami semua berada di skor yang sama dan sama-sama berjuang keras untuk menjadi juara,” katanya.

Sementara itu, Henrik yang baru pertama kali bermain di Indonesia selama 20 tahun karier profesionalnya juga mengaku antusias untuk bersaing bersama rekan Ryder Cup-nya itu. “Saya sudah mempersiapkan diri untuk bermain minggu ini di lapangan yang indah. Saya bertemu dengan orang-orang baru di Indonesia yang ramah dan saya pastikan untuk memanfaatkan waktu terbaik di sini,” kata Henrik.

Sejumlah pegolf junior lokal menghujani berbagai pertanyaan kepada Justin, Henrik, dan pegolf-pegolf bintang lainnya. Pemain usia 38 tahun yang menyabet gelar juara Indonesian Masters tahun lalu dengan keunggulan delapan pukulan menjelaskan hal terbaiknya yang dia lakukan adalah fokus pada permainannya sendiri.

“Saya membuatnya sederhana dan berusaha untuk fokus pada permainan saya sendiri. Fokus pada perbaikan saya sendiri dan kerja keras. Menduduki posisi keempat di Open … itu adalah salah satu faktor yang mengubah ekspektasi saya. Saya katakan pada diri sendiri, mari kita ambil persamaan itu. Tanyakan, ‘siapa saya sebagai pemain? saya adalah pemain muda yang berbakat’. Saya tahu itu dan jika saya bekerja keras, semoga bakat dan kerja keras akan membawa saya ke puncak pada akhirnya. Jadi saya percaya pada hal itu.”

Rose menceritakan kisah dua anak yang bermain golf. “Mereka berdua berada di tengah fairway. Anak pertama memukul dengan 5-iron ke bunker. Dan dia menempatkan klubnya kembali ke tasnya.

Anak kedua pun menjatuhkan bola di bunker dengan 5-iron, membenturkan klubnya ke tanah dan membanting klubnya ke dalam tasnya. Anak mana yang berusaha lebih keras?”

“Anak yang pertama! Memang mudah sekali frustrasi. Itu adalah opsi mudah untuk melempar klub Anda. Pilihan sulitnya adalah tetap tenang dan fokus pada pukulan Anda berikutnya. Itu saran saya kepada pemain-pemain junior. Kebanyakan orang mengatakan yang berusaha lebih keras adalah anak nomor dua karena dia berusaha lebih keras dan menunjukkan emosinya, tetapi bukan dia.”

Isi Tas Golf Henrik Stenson saat Menjuarai Wyndham Championship

Klab-klab yang Henrik Stenson (dia tak membawa driver) gunakan untuk menjuarai Wyndham Championship:

FAIRWAY WOODS: Callaway Diablo Octane Tour (13 derajat), dengan shaft Grafalloy Blue; Callaway XR Pro (18 derajat), dengan shaft Oban Kiyoshi Tour Limited 60 X

IRONS: Callaway Legacy Black (3-PW), dengan shaft Nippon Modus 120X

WEDGES: Callaway Mack Daddy Forged (50, 56 derajat), Mack Daddy PM Grind (60 derajat), dengan shaft Nippon Modus 120X

PUTTER: Odyssey White Hot XG #7H

BALL: Titleist Pro V1x



Henrik Stenson Menang di Wyndham Championship, Cetak Rekor Lapangan

Wyndham Championship dan Henrik Stenson

Henrik Stenson terus membuat birdie di sembilan hole terakhir pada Minggu di Wyndham Championship. Jumlah birdie itu mencapai rekor turnamen sekaligus kemenangan pertamanya tahun ini.

Stenson menutup putaran final dengan 6-under 64, menang satu pukulan di event terakhir musim reguler PGA Tour itu.

Juara FedEx Cup 2013 itu finis di 22-under 258 di Sedgefield Country Club, memecahkan rekor lapangan 72 hole yang dibuat oleh Carl Pettersson pada 2008 dan disamai tahun lalu oleh Si Woo Kim.

Pemain Swedia itu menghasilkan $1,044,000 dan 500 poin FedEx Cup untuk kemenangan keenamnya di tur dan pertamanya sejak British Open 2016.



Ollie Schniederjans mencetak 64 untuk finis kedua. Webb Simpson berada di 18 under setelah membukukan 67.