Rupiah Tembus 14.000 per Dolar AS Pagi Ini

INFOGOLFPLUS — Rupiah pada Kamis pagi tercatat melemah 78 poin menjadi Rp14.010 per dolar AS pada perdagangan perdana pasar valas usai libur panjang ldulfitri. Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta. mengatakan perkembangan nilai tukar rupiah masih akan bergerak mendatar.

“Tampaknya [pasar] belum terlalu merespons rencana Bank Indonesia untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuannya,” kata dia. Di sisi lain, penguatan dolar AS tertahan dengan adanya kenaikan pada yuan, di mana otoritas moneter setempat memberikan toleransi atas penguatan mata uang China tersebut. Kebijakan tersebut dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran terjadi perang dagang antara AS dan China. yang kemudian meningkatkan permintaan mata uang negara suaka pajak (safe haven).

Reza menilai pergerakan rupiah cenderung akan bergerak “sideways” menyusul belum adanya sentimen baru yang mampu membuat pergerakan rupiah secara signifikan. la berpendapat pelaku pasar tampaknya masih dalam posisi menunggu dan mencermati (wait and see) terhadap sentimen yang ada.

Meski demikian pelemahan berpotensi kembali terjadi. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp13.927 per dolar AS dan resisten Rp13.918 per dolar AS.

Rupiah Diprediksi Menguat atas Dolar Hari Ini

INFOGOLFPLUS — Kurs rupiah atas dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018), diprediksi menguat berdasarkan analisis PT Samuel Sekuritas Indonesia.

“Rupiah kemungkinan menguat kembali ke level Rp13.900-Rp 13.960 per dolar AS,” kata Ahmad Mikail, ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia seperti dikutip dari risetnya yang diterima hari ini, Kamis (31/5/2018).

Meski indeks dolar pada pagi ini menguat 0,028 poin atau 0,03% ke 94,097, mata uang AS diprediksi masih berpeluang melemah hingga penutupan perdagangan Kamis.

“(Indeks) dolar diperkirakan bergerak melemah di sekitar level 94,0-94,30 terhadap beberapa mata uang utama dunia, terutama euro, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan keluarnya Italia dari mata uang tunggal euro,” kata Mikail.

Rupiah, ujarnya, diperkirakan menguat terhadap dolar seiring masih cukup rendahnya yield US Treasury yang bergerak di level 2,85%.

“Selain itu kenaikan suku bunga BI 7-D RR sebesar 25 bps menjadi 4.75% kemarin diperkirakan berdampak positif terhadap rupiah,” kata Mikail