Danny Masrin Menang Lagi di Grand Final IGT

Danny Masrin akhirnya menjuarai “Grand Final Indonesian Golf Tour (IGT) di Damai Indah Golf-PIK Course pada Jumat (23/11/2018) . Putaran ketiga dari puncak IGT musim ini ditutup dengan keberhasilan Danny menyabet gelar keduanya musim ini. Mencetak skor 66 (enam-di bawah par)  di putaran terakhir, Danny menyelesaikan tiga putaran dengan skor total 266 (11-under par).



Memulai putaran ketiga dengan skor tertinggal lima pukulan dari pimpinan leaderboard putaran kedua, Elki Kow, Danny langsung tancap gas untuk mengejar ketertinggalan. Skor dua birdie dan eagle di sembilan hole pertama sudah cukup menipiskan selisih pukulan dengan Elki yang juga mencetak dua birdie, menjadi tiga pukulan.

Namun, bogey Elki di hole 10 membuat pertarungan ke tangga juara makin ketat. Keduanya hanya berselisih satu pukulan dengan keunggulan masih di tangan Elki.  Usai sama-sama birdie di hole 13, Danny tertinggal dua pukulan karena bogey di hole 16.  Namun, eagle di hole 17 kembali membuka peluang Danny hingga hole 18.

Danny akhirnya mengungguli Elki Kow dengan satu pukulan di akhir putaran ketiga. Meski hanya bermain par, juara Grand Final IGT 2017 itu menang dengan skor total 11 di-bawah par setelah Elki mencetak bogey.

“Karena selisih pukulan dengan Elki cukup besar, strategi saya sejak mulai putaran akhir adalah meraih skor (under) sebanyak mungkin dalam sembilan hole pertama. Dan itu berhasil, selisih saya hanya tiga pukulan. Ketika di hole 10, saat Elki bogey, saya hanya satu pukulan. Di hole 18 sebenarnya saya siap untuk play off. Namun, penalti untuk Elki membuat ini berubah,” kata Danny, yang menjadikan Grand Final ini sebagai try out dirinya sebelum Indonesian Masters 2018.

Elki yang sebenarnya berpeluang besar menyabet gelar kedua IGT musim ini harus puas di posisi kedua. Namun, ia tidak terlalu menyesal dengan hasil yang diperolehnya hari ini.

“Terlepas penalti di hole 18, saya cukup puas dengan permainan saya selama hari ini. Skor saya (10-under) sudah melebihi ekspektasi saya ketika mulai bermain di sini. Apa yang terjadi hari ini memberikan pelajaran yang positif bagi saya,” jelas Elki.

 Sementara itu, Naraajie Emerald Ramadhan Putra meraih gelar pemain amatir terbaik (Lowest Amateur). Meski bermain kurang bagus di hari terakhir dengan skor 74 (dua-di atas par), Naraajie tetap menyabet gelar tersebut dengan skor total  221 (satu-di bawah par). Ia unggul dengan lima pukulan dari pesaing terdekatnya, Theodore Raharja, yang mencetak skor total 226 (empat-di atas par).

Danny Masrin Raih Gelar Kedua Grand Final IGT

Setelah melalui pertarungan ketat dengan Fajar Win Nuryanto, Danny Masrin akhirnya bisa mengalungi gelar Grand Final Indonesian Golf Tour (IGT) di Gunung Geulis Golf & Country Club pada 19-21 Desember 2017. Turnamen penutup musim yang menampilkan 30 pegolf terbaik dari Indonesian Golf Tour ini menyediakan hadiah total Rp300 juta. Danny mencetak skor 66 (lima-di bawah par) di putaran akhir, sehingga total skornya adalah 203 (10-di bawah par), sedangkan Fajar menempati posisi kedua dengan skor total 206 (tujuh-di bawah par).

Danny sempat tertinggal satu pukulan dari Fajar yang membukukan skor total sementara delapan-di bawah par usai sembilan hole pertama. Namun, Danny berbalik unggul (dengan delpana-di bawah par) dari Fajar di hole 12 setelah ia mencetak birdie, sedangkan Fajar justru membuat bogey. Hole 13 dan 14 sempat menjadi ujian bagi Danny setelah bolanya di dua hole tersebut masuk air. Beruntung ia masih bisa menyelamatkan skor di dua hole tersebut dengan par.

“Hole 12 dan 13 menjadi titik balik saya. Hole 12 saya bisa birdie, sedangkan Fajar harus tiga putt. Jadi, saya unggul satu pukulan. Di hole 13, bola saya masuk air. Tetapi saya bisa satu putt untuk par. Di hole 14 bola saya kembali masuk air. Bola saya kemudian bisa masuk green di pukulan ketiga, dan jatuh hanya dua meter dari hole. Satu putt, masuk lagi. Save par. Dua hole ini menjadi momen penting saya untuk bisa seperti sekarang ini,” kata Danny.

Keberhasilan Danny lolos di hole 13 dan 14 ini bagi Fajar memang mengubah keadaan. Usai bogey di hole 12, Fajar masih belum mengibarkan bendera putih.

“Saya hanya tertinggal satu pukulan. Saya pikir ini tidak masalah. Lalu, bola dia masuk air di hole 13 dan bisa par. Saya masih yakin bisa mengejar. Di hole 14 bola Danny masuk air lagi. Ketika ia bisa membuat par lagi, baru saya berpikir sulit untuk mengejar dia. Benar saja. Ia menambah birdie di hole 15 dan 16,” kata Fajar.

Meski demikian, Fajar tidak terlalu kecewa karena permainannya tidaklah jelek. Justru Danny, menurut Fajar, bermain sangat bagus. Danny telah berhasil mengatasi momok empat hole terakhir yang selalu merusak skornya selama dua hari kemarin.

Posisi ketiga ditempati Indra Hermawan yang membukukan skor total 212 (satu-di bawah par), sedangkan Clement Kurniawan dan Adrian Halimi menduduki T4 dengan skor total 213 (even par).

Untuk kategori Lowest Amateur, Rifqi Alam secara mengejutkan meraih gelar bergengsi untuk amatir setelah mengungguli Almay Rayhan Yaquta dengan satu pukulan. Rifqi yang mencetak skor 68 (tiga-di bawah par) menyodok ke posisi T6 dengan skor total 214 (satu-di atas par). Sementara, Rayhan yang sempat even par hingga hole 16 tersandung di hole 17 dan 18 dengan dua bogey dan harus puas di posisi T8 dengan 215 (dua-di atas par).