Jason Day Raih Gelar Kedua di Wells Fargo Championship

INFOGOLFPLUS, NORTH CAROLINA — Jason Day menjuarai Wells Fargo Championship 2018 di Quail Hollow Club, Charlotte, N.C. pada Minggu (6/52018). Keunggulan tiga pukulan yang dibuat Day sempat lenyap pada sembilan hole terakhir. Namun Day berjuang kembali dengan birdie-birdie di akhir untuk memenangi gelar keduanya musim ini. Hasil final 2-under 69 yang dia peroleh sudah cukup untuk meraih kemenangan dua pukulan atas pemain rookie Aaron Wise dan Nick Watney di 12 under.

Day, yang menang di Farmers Insurance Open awal tahun ini, memimpin dua pukulan memasuki putaran final dan memperpanjang keunggulan hingga tiga setelah satu birdie di hole kedua par 4. Meski beberapa bogey di hole 5 dan 6, Day kembali dengan birdie di hole 7, 8 dan 10.

Pukulan chip buruk dari Day di hole 13 par 3 membuatnya mendapat bogey sebelum membuat bogey lagi di hole 14. Saat itu, Wise sudah berbagi puncak pimpinan bersama Day di 10 under.

Wise, yang menutup dengan skor 68, tidak mampu membuat birdie lagi di empat hole terakhir. Sementara Day membuat birdie di hole 16 dan 17.

 

Eropa Pertahankan Piala Eurasia di Malaysia

Thomas Pieters asal Belgia mencetak poin kemenangan saat Eropa tampil dominan dalam pertandingan Singles untuk memenangkan Piala Eurasia 2018 yang didukung oleh DRB-HICOM.

Meski Eropa sempat tertinggal satu poin di belakang Asia pada hari pertama, mereka berhasil memenangi tujuh dari delapan pertandingan pertama mereka pada hari Minggu untuk berhasil mempertahankan mahkota mereka dengan beberapa pertandingan masih berlangsung di Glenmarie Golf and Country Club, Selangor, Malaysia.

Eropa menang 14-10 setelah mengamankan delapan kemenangan dalam sesi Singles, dengan Asia hanya meraih tiga kemenangan dan pertandingan lainnya selesai seri.

Bintang Ryder Cup Pieters memulai dengan apik saat melawan Byeong Hun An, memenangkan empat dari enam hole pertama.

Tapi Korea Selatan bangkit kembali dengan gaya dan unggul di hole kedelapan, kesembilan, 12 dan 14 untuk menyamakan kedudukan.

Pieters kemudian menyelesaikan dengan susah payah di putt tujuh kaki yang rumit pada hole 15 untuk mendapatkan kembali keunggulan, sebelum memenangkan hole lain di akhir untuk memastikan Eropa mempertahankan trofi minimal.

Pieters mengatakan, “Selalu menyenangkan untuk mendapatkan poin kemenangan, saya memulai dengan baik, kemudian bermain cukup buruk di tengah, kemudian membuat beberapa birdie yang sangat bagus.”

Suzann Pettersen Undur Diri dari Solheim Cup karena Cedera

Suzann-Pettersen

Suzann Pettersen menarik diri dari Solheim Cup. Pemain asal Norwegia, yang menjadi sosok kontroversial dua tahun lalu di Jerman, mengeluarkan pernyataan Rabu pagi bahwa dia menderita cedera cakram tulang belakang yang terjadi di Norway pada akhir pekan. Dia mendapat perawatan sejak tiba di Iowa Senin sore.

Pettersen akan digantikan oleh wakil kapten Catriona Matthew, yang namanya tersimpan di amplop sebagai cadangan oleh kapten Annika Sorenstam. Matthew berlatih bersama rookie Georgia Hall, partner Charley Hull serta Mel Reid.



Pettersen, 36, berjalan di fairway Des Moines Golf and Country Club bersama rekan-rekan satu tim pada Rabu pagi. Juara LPGA 15 kali ini telah delapan kali ikut Solheim Cup dan mengantongi rekor 16-11-6.

Bagaimana Pettersen memberikan reaksi di Iowa – dan bagaimana penggemar Amerika memperlakukan dia – setelah penyangkalan gimme kontroversial di Jerman dua tahun lalu menjadi kisah besar tersendiri minggu ini.

 

Indonesia Siap Rebut Emas di SEA Games Kuala Lumpur

Setelah melalui proses seleksi yang objektif dengan beberapa indikator penilaian, di antaranya berdasarkan rangking tertinggi World Amateur Golf Ranking (WAGR), order of merit PB PGI, dan pilihan serta pertimbangan pelatih, Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) telah menetapkan tujuh atlet untuk tampil di SEA Games XXIX yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus ini. Tim putra diperkuat oleh Jonathan Wijono, Naraajie Emerald Ramadhanputra, Almay Rayhan Yagutah, dan Kevin Caesario Akbar. Tim putri ada Rivani Adelia Sihotang, Tatiana Jaqueline Wijaya, dan Ida Ayu Indira Melati Putri. Mereka didampingi oleh pelatih Alga Topan, David Milne, dan Lawrie Montague.


“Targetnya harus lebih baik dari dua tahun yang lalu. Kali ini persiapannya lebih matang. Saya tidak
mau ngomong emas, perak, atau perunggu. Pokoknya lebih bagus dari sebelumnya,” kata Murdaya
Po, Ketua Umum PB PGI saat acara halal bi halal PB PGI di Pondok Indah Golf Club, Jumat (28/7).

Tiga tahun sudah Murdaya Widyawimarta Po menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PB PGI
periode 2014-2018. Tapi, tidak sedikit pun semangatnya berkurang untuk terus melakukan
pembinaan olahraga golf demi prestasi bagi negeri. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Berbagai kendala harus dihadapinya. Pro dan kontra harus dihadapinya. Pria yang akrab disapa Pak Po mengakui bahwa memimpin sebuah organisasi olahraga adalah sebuah pengalaman yang istimewa. Dia tetap optimistis Indonesia mempunyai potensi besar untuk mencetak prestasi di cabang olahraga golf di masa mendatang.

“Kami berharap keberadaan setiap atlet dalam timnas dapat menumbuhkan kebersamaan. Realistisnya kita mempunyai peluang untuk mendapatkan satu emas, terutama dari tim putra. Strategi tuan rumah harus kita pelajari dan waspadai,” kata S. Christine Wiradinata, Sekjen PB PGI.

Dalam hal pembinaan atlet secara umum, Ari Hidrijantoro, Ketua Sub Bidang Pembinaan
Prestasi, menyatakan puas dengan keberadaan atlet-atlet level elite yang ada saat ini. “Yang masuk
rangking dunia (WAGR) makin banyak, sudah hampir 40 orang. Ada tiga pemain yang sudah ada di
300 dunia, yaitu Naarajie, Jonathan dan pegolf putri Inez Beatrice Wanamarta. Dan skor pemain-pemain amatir kita makin bagus. Baru terjadi ada pegolf amatir Indonesia yang bisa bermain under 20 dalam turnamen besar di lapangan yang sulit. Saat ini pemain pro dan amatir hanya dibedakan oleh status, tidak menggambarkan kemampuan bermain mereka,” jelas Ari.

Di bawah pengurus PB PGI yang sekarang, tiga pilar pembinaan yang dijalankan adalah membuat pertandingan berkala dan bermutu, pelatihan kelas dunia, dan rangking system yang adil dan terbuka. Setiap atlet diminta untuk memiliki program masing-masing dan boleh dilatih oleh pelatih yang berbeda-beda. Tapi, mereka harus memiliki platform pelatihan yang sama.

Tahun ini, PB PGI juga menerapkan program National Development Program (NOP). Program ini
dibuat untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada para pemain golf Indonesia secara
keseluruhan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman untuk berkompetisi, bersaing, dan
menang. Dalam hal ini PB PGI memberikan dukungan dalam bentuk memberikan subsidi untuk uji
coba turnamen-turnamen di luar negeri atau pelatihan khusus. Contohnya adalah training assessment
camp yang pernah diselenggarakan.

 

Naraajie Juara, Rivani Pertahankan Gelar di Olympic Jabar Amateur Open III

Pemain amatir andalan Indonesia Naraajie Emerald berhasil menjuarai turnamen internasional Olympic Jabar Amateur Open (OJAO ) 2017 di Emeralda dengan skor meyakinkan 10-under, unggul lima pukulan atas pemain Malaysia Chang Ervin. Di turnamen yang memasuki tahun ketiga itu Naraajie unggul terus sejak hari pertama. Ini merupakan pertama kalinya Naraajie menang seluruh putaran selama tiga hari.



Sementara itu di divisi putri, pegolf yang langganan juara di Tanah Air Rivani Adelia Sihotang berhasil mempertahankan gelar dengan meraih 5-under, unggul enam pukulan atas rekannya Kristina Natalia Yoko dan Ida Ayu Indira Melati Putri. Namun kemenangan ini harus diiringi dengan kesedihan mendalam. Ayah Rivani, David Sihotang, meninggal dunia karena serangan jantung. Ia terjatuh tak sadarkan diri saat mengiringi Rivani bertanding di hole ke-14. Sang ayah sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Duka yang mendalam ini juga dirasakan oleh seluruh peserta, ofisial, serta wartawan. Sebelum pembagian hadiah untuk para pemenang, panitia meminta semua peserta dan hadirin mengheningkan cipta.

Di nomor beregu, gelar juara menjadi milik Ida Ayu dan Marcella Pranovia, yang mewakili Bali, dengan total 288 pukulan. Rivani dan Adelia, yang mewakili DKI Jakarta, menempati peringkat dua dengan total 289 pukulan. Duet Jawa Barat, Ribka Vania dan Patricia W Sinolungan, menempati peringkat tiga dengan total 293 pukulan.

Turnamen OJAO III internasional yang diprakarsai oleh Pengprov PGI Jawa Barat ini sekaligus juga merupakan ajang uji coba para atlet SEA Games.

“OJAO ketiga ini bisa menjadi ajang uji coba para atlet SEA Games. Mereka bisa menjajal kemampuan mereka sebelum SEA Games. Dengan makin dekatnya penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut, para peserta SEA Games tentu akan membutuhkan turnamen-turnamen kompetitif untuk menjaga performa dan sekaligus mengasah kemampuan mereka,“ kata Sirodzudin, Ketua Umum Pengprov PGI Jawa Barat.


(Foto-foto oleh M. Sultony)

Putra
1 NARAAJIE EMERALD R. (INA) 206 – 10
2 CHANG ERVIN (MAS) 211 – 5
3 GALVEN KENDALL GREEN (MAS) 212 – 4
4 AKMIN (INA) 214 – 2
5 KEVIN CAESARIO AKBAR (INA) 215 – 1
6 CHAN TUCK SOON (MAS) 218 +2
7 M.RIFQI ALAM RAMADHAN (INA) 219 +3
8 JASON MARTINUS (INA) 220 +4
ALMAY RAYHAN YAQUTA (INA) 220 +4
SUDIRMAN (INA) 220 +4

Putri
1 RIVANI ADELIA SIHOTANG (INA) 211 – 5
2 KRISTINA NATALIA YOKO (INA) 217 +1
IDA AYU INDIRA MELATI PUTRI (INA) 217 +1
4 NUR DURRIYAH DAMIAN (MAS) 218 +2
5 LIYANA AZIZAN DURISIC (MAS) 219 +3
6 LOY HEE YING (MAS) 220 +4
7 MICHELA TJAN (INA) 221 +5
MARCELLA PRANOVIA (INA) 221 +5
RIBKA VANIA (INA) 221 +5
10 PATRICIA W.SINOLUNGAN (INA) 222 +6