Potensi Penerimaan dari Blok Rokan Rp798 Triliun

INFOGOLFPLUS — Pengambilalihan Blok Rokan oleh PT Pertamina telah memberikan sumbangan sebesar 748 juta dolar AS atau sekitar Rp10,5 triliun untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak {PNBP) di 2018. Demikian dikemukakan Kementerian Keuangan {Kemenkeu).

“Dari hasil Pertamina mengambil Blok Rokan, ada penerimaan yang disetorkan,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani dalam jumpa pers perkembangan APBN terkini di Jakarta, Selasa. Menurut Askolani, penerimaan bagi negara tersebut merupakan pembayaran fee dari awal proses pengambilalihan oleh PT Pertamina dari Chevron.

“lstilahnya signature bonus akan disetorkan Pertamina pada tahun ini dalam bentuk PNBP,” jelasnya. Askolani memproyeksikan potensi pendapatan negara dari pengelolaan Blok Rokan oleh PT Pertamina selama 20 tahun ke depan bisa mencapai kisaran 57 miliar dolar AS atau sekitar Rp798 triliun. Sebelumnya, PT Pertamina dipastikan akan mengelola Blok Rokan di Riau setelah kontrak dengan Chevron berakhir pada 2021. Dalam kesempatan yang sama, Askolani memaparkan realisasi PNBP hingga 31 Juli 2018 yang telah mencapai Rp211,1 triliun atau 76,62 persen dari pagu sebesar Rp275,5 triliun.

Realisasi ini mengalami pertumbuhan 22,53 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2017.

Selain penerimaan dari Blok Rokan, kenaikan realisasi ini antara lain disebabkan oleh peningkatan harga komoditas, khususnya harga minyak bumi dan batubara sepanjang tahun 2018.

Blok Rokan Akhirnya Akan Dikelola Pertamina

INFOGOLFPLUS — Pemerintah memutuskan pengelolaan Blok Rokan, Riau, diserahkan kepada PT Pertamina (Persero) mulai 2021. Blok ini telah dikelola Chevron sejak 1971 dan kontraknya berakhir pada 2021.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi proposal pengelolaan yang diajukan Pertamina dan operator eksis PT Chevron Pacific Indonesia.

“Tim 22 WK setelah melihat proposal yang dimasukkan pada hari ini jam 5 sore maka pemerintah lewat Menteri ESDM tetapkan pengelolaan Blok Rokan mulai [Agustus] 2021, selama 20 tahun ke depan, akan diberikan kepada Pertamina,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/7/2018).

Terhadap blok yang saat ini memiliki produksi rata-rata sekitar 200.000 barel per hari (bph) ini, sambung Arcandra, Pertamina mengajukan bonus tanda tangan (signature bonus) US$784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun. Adapun, komitmen kerja pasti dijanjikan senilai US$500 juta atau Rp7,2 triliun.

Potensi pendapatan negara dalam 20 tahun ke depan, lanjutnya, senilai US$57 miliar atau sekitar Rp825 triliun. Menurutnya, potensi pendapatan negara ini diharapkan memberikan kebaikan bagi seluruh Indonesia.

“Penawaran dari Chevron jauh di bawah penawaran yang diajukan oleh Pertamina,” ujarnya tanpa membeberkan rincian detailnya.