Ini 4 Faktor yang Harus Dimiliki Pebisnis

Entrepreneur muda yang juga anggota DPR, Ahmad Sahroni, mendorong wirausahawan muda memanfaatkan program kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ditawarkan oleh perbankan secara maksimal. “Dengan program kredit UMKM, para pelaku wirausaha online dapat lebih mengembangkan produknya,” kata Ahmad Sahroni di Jakarta, Minggu.



Sesuai program pemerintah yang menggalakkan UMKM, perbankan saat ini lebih membuka diri dalam pemberian kredit untuk usaha menengah ke bawah tersebut. Seperti dilakukan oleh BNI yang menyediakan Rp200 miliar untuk ditawarkan pada para pelaku bisnis yang mengikuti kegiatan gebyar wirausaha daring. “Manfaatkan dengan baik program ini untuk mengembangkan usaha dari yang kecil menjadi besar, dan yang besar semakin maju,” ujar Sahroni usai menjadi pembicara pembuka “Wirausaha Online” di Jakarta, Sabtu (8/12).

Anggota Komisi III DPR yang sukses menjadi pengusaha ini memberi kiat menuju pebisnis andal. Menurut Sahroni, ada empat faktor yang harus dimiliki untuk menjadi pebisnis, yaitu kepribadian, kemampuan, keuletan dan modal.

Kepribadian, dijelaskan Sahroni, merujuk pada sifat jujur, santun dan ramah dengan orang lain, setia kawan, serta tidak merendahkan orang lain. Sementara mengenai kemampuan ditekankan Sahroni melingkupi kemampuan berpikir terhadap apa yang diinginkan, diimpikan dan dilakukan. Kemampuan dikemukakan Sahroni juga harus mencakup spesialisasi, ketelitian dan keinginan belajar hal baru.  “Jangan sampai pribadi bagus, tapi kemampuannya kurang,” pesannya. Perihal keuletan, Sahroni mengungkapkan sikap pekerja keras keras, pantang menyerah, berani dan fokus. Ia mengingatkan para pelaku bisnis sebaiknya fokus terhadap satu usaha dijalankan hingga memperoleh hasil baik, sebelum memikirkan peluang lainnya.

Di akhir paparannya, Sahroni menegaskan pentingnya modal. Bukan harus berupa materi, namun modal besar lainnya yang sangat dibutuhkan wirausahawan disampaikan Sahroni adalah jaringan dan rekam jejak yang baik. Ia berpesan para pelaku usaha daring tidak rendah diri bergaul dengan kalangan yang lebih tinggi untuk memperluas jaringan.

“Relasi, modal berteman, bersahabat, bergaul yang bisa membantu menghasilkan usaha kita. Jangan anggap modal hanya duit. Duit bukan segalanya,” imbaunya seraya mengingatkan faktor lain yang mendukung majunya usaha adalah restu dan doa dari orangtua.

Pria yang kini menjabat sebagai Presiden McLaren Club Indonesia ini mewanti-wanti pelaku usaha daring tak tergesa-gesa menaikkan omzet yang dimilikinya. Yang terpenting dalam dua tahun pertama adalah kemampuan bertahan. Setelah dua tahun terlewati, lanjut dia, wirausahawan daring dapat menaikkan omzetnya 50 hingga 100 persen.

“Kebanyakan orang pengen cepet kaya, pengen dapat duit instan, bagaimana menahan diri, ego untuk tidak melakukan itu memang tidak mudah, tapi dari sekarang harus membiasakan untuk tahu diri kalau kita belum apa-apa,” ucapnya. Sahroni kembali berpesan kepada para pengusaha untuk jangan pernah meremehkan orang lain atau menjadi kacang lupa kulitnya. “Sebaliknya, pelaku wirausaha online juga tak perlu minder dengan umur yang masih terlalu muda ataupun memasuki masa usia lanjut. Selama memiliki tekad kuat, ia meyakini usaha dijalankan akan berhasil,” tuturnya.

Indonesia & Korea Selatan Sepakat Kerja Sama Senilai Rp91,76 Triliun

INFOGOLFPLUS — Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Korea Selatan membuahkan hasil. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjalin kerja sama bisnis dengan Korea Selatan dengan nilai hingga US$ 6,2 miliar (sekitar Rp 91,76 triliun).

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong menyampaikan kunjungan Presiden Jokowi kali ini dimaknai dengan penandatanganan 15 nota kesepahaman, dan 6 komitmen investasi yang sifatnya business to business antara sektor swasta Indonesia dan Korea Selatan, serta satu nota kesepahaman antara BKPM dengan Hyundai Motor Company.

”Dengan ditandatanganinya 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi tersebut diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik.” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/9).

Kepala BKPM juga menyambut baik upaya-upaya untuk meningkatkan kerja sama dan investasi Korea Selatan pada sektor-sektor industri utama dan otomotif.
[ads]

“Tentu saja hal ini harus direspon secara positif, apalagi kerja sama-kerja sama tersebut dapat membidik pasar ASEAN dan Australia. Hal ini harus kita manfaatkan ditambah lagi Indonesia akan punya Free Trade Agreement (FTA) dengan Australia,” lanjutnya.

Kerja sama Korea Selatan dan Indonesia khususnya di sektor otomotif, diharapkan dapat mendukung masterplan industri otomotif Tanah Air, dan dapat menumbuhkan industri komponen dan rantai pasokan di dalam negeri.

“Yang paling penting itu adalah meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha,” imbuh Thomas.

Presiden Jokowi dalam kesempatan kunjungannya, juga menyampaikan beberapa hal dalam rangka penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea, khususnya di bidang kerja sama industri manufaktur dan mengundang pelaku usaha Korea untuk berpartisipasi dalam program ”Making Indonesia 4.0” yang merupakan visi industri di Indonesia yang akan merangkul perubahan-perubahan yang terjadi dalam revolusi industri.

Selain itu, Presiden juga mengajak pelaku usaha Korea untuk memanfaatkan potensi besar Indonesia di sektor pariwisata, lifestyle, dan industri kreatif.

Adapun beberapa kesepakatan bisnis dan daftar komitmen investasi yang diumumkan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Seoul Korea Selatan terbagi dalam dua kategori. Untuk total nota kesepahaman B to B, nilainya mencapai US$ 5,75 miliar, sedangkan untuk komitmen investasi yang diumumkan, total nilainya mencapai US$ 446 juta. Sehingga, total kerja sama yang telah disepakati yakni US$ 6,19 miliar.

A. Daftar Nota Kesepahaman B-to-B yang ditandatangani:
1 Pengembangan PLTA Teunom-2 dan 3 di Aceh Jaya, Aceh (Korea) Hyundai Engineering (Indonesia) PT Terregra Asia Energy Tbk, senilai US$ 800 juta
2 Pengembangan pabrik kimia (VCM dan PVC) di Merak, Banten (Korea) Hyundai Engineering (Indonesia) PT Sulfindo Adiusaha, senilai US$ 200 juta
3 Pengembangan pabrik mesin diesel (Korea) Doosan Infracore (Indonesia) PT Boma Bisma Indra (Persero) danPT Equiti Manajemen Teknologi, senilai US$ 85 juta.
4 Pengembangan properti mixed-use MNC Lido City di Bogor, Jawa Barat, (Korea) POSCO E&C; KEB Hana Bank; IBK Securities(Indonesia) MNC Group, senilai US$ 150 juta
5 Pembangunan industri kosmetik di Karawang, Jawa Barat (Korea) SD Biotechnologies (Indonesia)PT Orion Pratama Sentosa, senilai US$ 20 juta
6 Pengembangan PLTA Pongkeru 50 MW di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Korea) Korea Midland Power (KOMIPO); Hyundai Engineering; POSCO E&C (Indonesia) PT Sulindo Putra Timur, senilai US$ 300 juta.
7 Pengembangan PLTA Peusangan-4 di Bireun, Aceh (Korea)Hyundai E&C; (Korea)Korea South-East Power (KOEN) (Indonesia) PT Wijaya Karya (Persero), sebanyak US$ 430 juta
8 Pengembangan PLTA Samarkilang 77MW di Bener Meriah, Aceh, (Korea) Korea Midland Power (KOMIPO); Lotte E&C (Indonesia)PT Bener Meriah Electric Power senilai US$ 300 juta
9 Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta (Korea) Lotte E&C; Lotte Asset Development; Korea Rail Network Authority (KRNA) (Indonesia) PT PP (Persero)
10 Pengembangan properti City Gate 88 di Jakarta (Korea)GS E&C (Indonesia) PT Vasanta Indo Properti, senilai US$ 70 Juta
11 Pengembangan properti Vasanta Innopark di Bekasi, Jawa Barat (Korea) Lotte E&C (Indonesia) PT Vasanta Indo Properti 300 juta
12 Kerjasama strategis di bidang Intelligent Transportation System (ITS) (Korea) Intelligent Transport Society (ITS) Korea (Indonesia) Masyarakat Transportasi Indonesia
13 Kerjasama strategis di bidang pengembangan ekosistem start-up (Korea) Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA) (Indonesia) PT EVI Asia Tenggara
14 Engineering/Procurement/Construction of Jawa 9&10;(2x1000MW) Coal Fired Steam Power Plant Project (Korea) Doosan Heavy Industri & Construction
(Indonesia) PT. Indo Raya Tenaga sebanyak US$ 3.000 juta
15 Kerjasama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat (Korea)Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT) (Indonesia)Kementerian Perindustrian RI.

B. Daftar Komitmen Investasi yang diumumkan:
1 LS Cable & System – PT Artha Metal Sinergi Industri kabel listrik Karawang, Jawa Barat senilai US$ 50 juta
2 Parkland Industri alas kaki/sepatu Pati, Jawa Tengah, senilai US$ 75 juta
3 Sae-A Trading Industri tekstil dan garmen Tegal, Jawa Tengah, senilai US$ 36 juta
4 Taekwang Industrial Industri alas kaki/sepatu Subang dan Bandung, Jawa Barat, senilai US$ 100 juta
5 World Power Tech – PT NW Industries Industri manufaktur turbin dan boiler Bekasi, Jawa Barat, senilai US$ 85 juta
6 InterVest – Kejora Ventures Jasa pembiayaan untuk start-up (modal ventura) Jakarta, DKI Jakarta, senilai US$ 100 juta.

Bisnis Waralaba Bakal Makin Menarik dengan Pelonggaran Aturan

INFOGOLFPLUS — Empat peraturan menteri perdagangan bakal segera dilonggarkan guna mendongkrak arus investasi dan jumlah pengajuan surat tanda pendaftaran waralaba (SPTW). Peraturan-peraturan tersebut meliputi Permendag No.53/2012 tentang Penyelenggaraa Waralaba, Permendag No.68/2012 tentang Waralaba dan Jenis usaha Toko Modern, Permendag No.7/ 2013 tentang Kemitraan Waralaba, dan Permendag No.70/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat perbelanjaan dan Toko Modern.

Kasubdit Distribusi Langsung dan Waralaba Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengungkapkan, selama ini pemerintah ingin menggenjot jumlah pendaftaran waralaba. Namun, akibat rumitnya peraturan, pengusaha mengalami kesulitan.

“Kita lihat saja, peraturan mana saja yang tidak relevan. Kalau tidak relevan, kenapa harus dipertahankan,” tuturnya, Selasa (28/8/2018).

Untuk itu, sebutnya, pemerintah–melalui Kemendag–bakal melonggarkan sejumlah aturan waralaba yang selama ini dianggap memberatkan pengusaha. Pertama, pemerintah akan menghilangkan batas maksimum jumlah gerai, yakni 150 untuk waralaba toko ritel modern dan 250 untuk waralaba kuliner.

“Dalam revisi, nanti kami hapuskan aturan batasan itu. Silakan saja kalau ada sektor usaha yang ingin berekspansi lebih jauh. Biarkan sektornya yang mengatur,” tegasnya.

Kedua, pemberi waralaba bakal diperbolehkan untuk menunjuk lebih dari satu penerima waralaba, tetapi dengan pembagian wilayah yang sudah disetujui dalam perjanjian usaha waralaba.

Dengan aturan master franchise agreement tersebut, ujarnya, pemberi waralaba dari luar negeri bisa ditanyai ketika hanya memberikan hak atau lisensi kepada satu penerima waralaba saja.

Ketiga, pemerintah bakal menghapus aturan mandatori penggunaan 80% produk dalam negeri untuk bahan baku, peralatan, dan barang dagangan waralaba.

Iqbal mengatakan, mandatori tersebut akan diganti menjadi ‘imbauan’ pengutamaan penggunaan barang /jasa produksi domestik. Selain itu, pelaku usaha wara laba akan diimbau untuk mengutamakan pengolahan bahan baku dari dalam negeri.

Yoohalal.com Tawarkan Kemudahan dan Full Syariah

Seiring makin membaiknya pemahaman agama Islam, perilaku belanja pun harus disesuaikan. Umat Islam kini makin berhati-hati dalam berbelanja produk-produk. Mereka ingin kepastian apakah barang yang dibelinya halal.

Bicara produk halal, bukan saja mengenai makanan dan minuman, melainkan juga obat farmasi, kosmetika, bahkan hingga buku-buku Islam. Peluang inilah yang kemudian secara jeli dimanfaatkan oleh EPIC Grup. Perusahaan yang bergerak di sektor digital media ini, melalui PT. Halal Digital Indonesia, meluncurkan sebuah platform halal marketplace yang bernama Yoohalal.com di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Bukan kebetulan acara launching Yoohalal.com berbarengan dengan penandatanganan kontrak kerjasama antara Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dengan Dinar Standard di tempat dan hari yang sama.

Dinar Standard adalah publisher Global Islamic Economy Report yang berkedudukan di Dubai dan New York. IHLC bekerja sama dengan DinarStandard dan Thomson Reuters melakukan riset tentang Industri Halal di Indonesia dan multiplier effects yang dihasilkannya.

Hasil riset tersebut akan diterbitkan menjadi sebuah laporan bertajuk Indonesia Islamic Economy Report 2018 dan dengan peta jalan (roadmap) industri halal di Indonesia.

Semua upaya ini sangat diperlukan sebagai wujud keseriusan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pemain pasar halal dunia. “Peluncuran Yoohalal.com seiring dengan dimulainya penyusunan roadmap industri halal serta penerbitan Islamic Economy Report 2018. Diharapkan tujuan dan rencana perkembangan industri halal di Indonesia semakin lebih terarah,” kata Chairman IHLC Sapta Nirwandar.

Sebagai informasi, platform Yoohalal adalah e-commerce produk halal khususnya penyediaan daging segar, sayur-mayur organik hingga buku-buku Islami. Lebih menariknya lagi, Yoohalal untuk pertama kali pula menyediakan metode pembayaran secara syariah di sektor e-commerce.

Yoohalal.com yang merupakan e-commerce berbasis halal ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat berbelanja full syariah, mulai dari penyediaan barang-barang kebutuhan yang halal dan thayyib, hingga metode pembayaran bebas bunga dan didukung lembaga keuangan dan perbankan syariah. Masyarakat pun cukup dengan mengunjungi situsnya atau mengunduh aplikasinya lewat ponsel.

Selain recommended item, yakni daging segar, sayuran dan buah segar serta buku-buku Islam, Yoohalal juga menyediakan beragam produk. Sebut saja busana muslim, makanan dan minuman, kosmetika, produk herbal, hingga kebutuhan ibu dan anak.

Menurut CEO EPIC Grup, Ervik Ari Susanto, Yoohalal bertekad memberdayakan usaha kecil menengah yang fokus pada penjualan produk halal. “Kami fokus ke produk halal murah dan margin keuntungan yang tidak besar,” kata Ervik.

Di tahun pertama, Yoohalal.com menargetkan memiliki produk sebanyak 100 ribu SKU dengan nilai transaksi sebesar Rp500 miliar. Indonesia, dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 261 juta jiwa dan mayoritas adalah pemeluk agama Islam yang terbesar di dunia. “Penganut Islam ini sebuah potensi ekonomi yang sangat besar,” kata Ervik.

222 Proyek dan 3 program Senilai Rp4.100 Triliun Ditetapkan Pemerintah

INFOGOLFPLUS — Pemerintah menetapkan 222 proyek dan 3 program dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai lebih dari Rp4.100 triliun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan hal ini pada saat rapat terbatas (ratas) mengenai evaluasi PSN.

Jumlah tersebut sudah mencakup penambahan 1 proyek dan 1 program baru, dikeluarkannya 14 proyek, serta rampungnya sekitar 10 PSN pada tahun lalu.

Berdasarkan hasil evaluasi, dari 222 proyek tersebut, sekitar 94 proyek dan program kelistrikan sudah dalam tahap pembangunan, meski belum beroperasi penuh. Kemudian, sekitar 86 proyek dan 1 program industri pesawat akan dimulai konstruksinya dengan target operasional pada tahun depan.

“Dari semua PSN yang ada, yang akan selesai sampai kuartal III/2019 atau 100% selesai sebanyak 48 proyek,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kepresidenan, Senin (16/4/2018).

Dia melanjutkan sekitar 17 proyek lainnya baru memasuki tahapan transaksi atau persiapan, tapi dipastikan mulai dibangun pada 2019.

“Kalau di-drop itu tidak berarti seumur-umur dia di-drop. Kalau nanti dia dipersiapkan lagi dimajukan, itu boleh saja ya. Kalau nanti di Kementeriannya atau daerahnya mempersiapkan kembali dan sudah lebih siap, Maka mereka bisa diajukan kembali,” jelas Darmin.

Jika dirinci, sebanyak 222 proyek dan 1 program PSN pada kuartal I/2018 meliputi 69 proyek jalan, bendungan 51 proyek, kawasan ekonomi khusus (KEK/pariwisata) 29 proyek, kereta api 16 proyek, energi 11 proyek, pelabuhan 10 proyek, air bersih dan sanitasi 8 proyek, bandara 6 proyek, irigasi 6 proyek, smelter 6 proyek, teknologi 4 proyek, perumahan 3 proyek, pertanian dan kelautan 1 proyek, tanggul laut 1 proyek, pendidikan 1 proyek, pesawat terbang 1 program, 1 program kelistrikan, serta agraria dan kehutanan 1 program.

IHSG Diprediksi Naik di 6.413 – 6.602

IHSG diprediksi mulai menanjak naik di level 6.413 – 6.602 hari ini. Hal ini ditopang sejumlah faktor seperti masih stabilnya nilai tukar serta kinerja emiten yang masih akan rilis dalam beberapa waktu mendatang. Faktor pendukung lain adalah masih kuatnya fundamental perekonomian kita yang terlansir dan menunjukkan kondisi dalam keadaan stabil sehingga menambah daya tarik bagi investor yang akan memulai langkah investasi di awal tahun. Demikian hasil riset Indosurya Sekuritas.

Adapun saham yang direkomendasikan beli adalah

– JSMR

– TLKM

– BJTM

– ICBP

– SMCB

– MYOR

– WTON

– AKRA

– BBNI

Indeks Dow Jones Catat Rekor Penurunan Terendah dalam Sejarah

Saham-saham AS berguguran pada Senin, dengan Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah melebihi 1.100 poin yang merupakan penurunan terendah satu hari dalam sejarah.

Indeks patokan utama bursa saham Amerika Serikat di Wall Street itu ditutup terpangkas 4,6 persen pada 24.345,75 poin.

Anjloknya bursa saham ini memperpanjang tekanan jual yang sudah terjadi sejak Jumat pekan lalu ketika data pertumbuhan upah yang kuat membangkitkan prospek naiknya tingkat suku bunga.

Aksi jual besar-besaran Senin waktu AS itu bahkan melewati tekanan jual yang membuat indeks Dow Jones ambles 777,68 poin pada 29 September 2008 ketika Kongres menampik proposal bail-out 700 miliar dolar AS untuk menyelamatkan bank investasi Lehman Brothers.

Pelaku saham AS bereaksi negatif terhadap outlook ekonomi AS. Jumat pekan lalu Departemen Perburuhan AS merilis jumlah angkatan kerja dengan tingkat upah yang lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Investor menilai jika pendapatan atau upah naik maka akan mendorong orang aktif berbelanja dan itu pada akhirnya akan menaikkan inflasi sehingga memicu kenaikan suku bunga dan kemudian membuat portofolio modal akan lebih tersedot kepada investasi di pasar uang.