Benita Kasiadi Pimpin Putaran Pertama IGT di Jababeka

Benita Yuniarto Kasiadi mencetak skor 69 (3 under) untuk memimpin putaran pertama Seri I Indonesian Golf Tour (IGT) 2018 di Jababeka Golf & Country Club, Selasa (6/2). 

Sebanyak 81 pegolf bertarung dalam turnamen yang menyediakan hadiah total Rp200 juta, dan 17 di antaranya adalah para pemain berstatus amatir.

Cuaca mendung terus membayangi putaran pertama Seri I. Meski hujan sempat turun dua kali, ini tidak mengganggu jalannya pertandingan.

Juara IGT Jababeka 2015 ini memulai pertandingan dari tee 10, Benita yang berada satu grup dengan Danny Masrin dan Jordan S. Irawan sempat satu di atas par pada sembilan hole pertama akibat tersandung bogey di hole 15.

Benita kemudian menebusnya dengan lima birdie, meski harus menutup permainan putaran pertama dengan bogey di hole 9.

“Dibanding 2015, kondisi lapangan Jababeka saat ini mengalami banyak perubahan, sehingga semua pemain sebenarnya punya kesempatan sama untuk mencatat skor yang bagus. Namun, skor saya bisa lebih baik karena game plan saya berjalan dengan baik,” jelas Benita.

“Game plan ini didukung dengan kontrol emosi saya yang tetap terjaga. Jababeka ini terkenal dengan jarak hole-nya yang panjang-panjang dan sedikit tricky. Karena itu, emosi dan fokus kita harus tetap terkontrol,” jelas Benita, yang sebulan ini mengganti stik iron-nya.

Membuntuti Benita, Danny, Rory Hie, dan Naraajie Emerald R.P. (amatir) hanya tertinggal satu pukulan dan menempati tied-2 (T2). Ketiganya sama-sama mencetak skor 70 (dua-di bawah par).

Danny yang membuat skor birdie paling banyak di putaran pertama hari ini (6 birdie) membuang kesempatan untuk memimpin leaderboard dengan selisih pukulan lebih besar. Dua bogey dan satu double bogey menggerus perolehan skornya menjadi dua-di bawah par.

“Saya terlalu banyak berpikir ketika melakukan putt. Saat ini saya memang sedang beradaptasi dengan alignment baru pada pukulan saya, sehingga kadang belum pas. Tetapi sejauh ini hasil putaran pertama sudah oke. Saya optimistis skornya bakal lebih baik besok,” kata Danny, yang pernah bermain di turnamen professional di Jababeka pada 2014 dan 2015 dengan status amatir.

Junaidi Ibrahim, George Gandranata, dan Rinaldi Adiyandono berada di T5. Ketiga pegolf ini sama-sama membukukan skor 71 (satu-di bawah par).