Naraajie Pimpin Skor menuju Putaran Final IGT III

INFOGOLFPLUS, SENTUL — Pemain amatir terbaik Indonesia, Naraajie Emerald R.P., makin kukuh di puncak klasemen Indonesian Golf Tour Seri III di Palm Hills Golf Club. Naraajie, 18 tahun, menambah perolehan skornya menjadi 8-di bawah par (136), usai membukukan skor 3-di bawah par  (69).

Meski permainannya di putaran kedua ini tidak sebaik sehari sebelumnya, Naraajie masih mampu memperlebar selisih pukulan dengan pesaing terdekatnya. Meski mampu membuat lima birdie dikurangi dua bogey, hujan rintik yang beberapa kali terjadi selama pertandingan cukup mengganggu permainan Naraajie.

“Pukulan hari ini saya sebenarnya sudah bagus. Namun, hujan yang kadang turun lalu berhenti beberapa kali membuat saya sedikit terganggu dalam menjaga ritme permainan. Saya harus mencari distant yang pas. Akibatnya, ada beberapa pukulan yang nggak pas karena salah menghitung jarak. Hujan pun membuat laju bola di green pun menjadi lambat. Dua bogey saya itu disebabkan perubahan laju di green sehingga harus tiga putt,” kata Naraajie.

Meski berada di posisi puncak selama dua hari dan peluang untuk meraih gelar juara pertama kali di arena profesional makin terbuka, Naraajie tidak ingin terbuai. Atlet yang dipersiapkan buat Asian Games Agustus nanti tetap berupaya fokus pada permainan seperti dua putaran yang sudah berlangsung.

Naraajie hanya unggul tiga pukulan dari Elki Kow, yang bermain cukup konsisten dengan tambahan dua-di bawah par (70) di putaran kedua. Skor total sementara Elki adalah lima-di bawah par (139). Elki memang sedang berusaha untuk kembali ke permainan terbaiknya setelah terakhir kali tampil bagus di IGT Seri 7 yang menghasilkan gelar profesional pertamanya pada November lalu.

 

Indonesia Siap Rebut Emas di SEA Games Kuala Lumpur

Setelah melalui proses seleksi yang objektif dengan beberapa indikator penilaian, di antaranya berdasarkan rangking tertinggi World Amateur Golf Ranking (WAGR), order of merit PB PGI, dan pilihan serta pertimbangan pelatih, Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) telah menetapkan tujuh atlet untuk tampil di SEA Games XXIX yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus ini. Tim putra diperkuat oleh Jonathan Wijono, Naraajie Emerald Ramadhanputra, Almay Rayhan Yagutah, dan Kevin Caesario Akbar. Tim putri ada Rivani Adelia Sihotang, Tatiana Jaqueline Wijaya, dan Ida Ayu Indira Melati Putri. Mereka didampingi oleh pelatih Alga Topan, David Milne, dan Lawrie Montague.


“Targetnya harus lebih baik dari dua tahun yang lalu. Kali ini persiapannya lebih matang. Saya tidak
mau ngomong emas, perak, atau perunggu. Pokoknya lebih bagus dari sebelumnya,” kata Murdaya
Po, Ketua Umum PB PGI saat acara halal bi halal PB PGI di Pondok Indah Golf Club, Jumat (28/7).

Tiga tahun sudah Murdaya Widyawimarta Po menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PB PGI
periode 2014-2018. Tapi, tidak sedikit pun semangatnya berkurang untuk terus melakukan
pembinaan olahraga golf demi prestasi bagi negeri. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Berbagai kendala harus dihadapinya. Pro dan kontra harus dihadapinya. Pria yang akrab disapa Pak Po mengakui bahwa memimpin sebuah organisasi olahraga adalah sebuah pengalaman yang istimewa. Dia tetap optimistis Indonesia mempunyai potensi besar untuk mencetak prestasi di cabang olahraga golf di masa mendatang.

“Kami berharap keberadaan setiap atlet dalam timnas dapat menumbuhkan kebersamaan. Realistisnya kita mempunyai peluang untuk mendapatkan satu emas, terutama dari tim putra. Strategi tuan rumah harus kita pelajari dan waspadai,” kata S. Christine Wiradinata, Sekjen PB PGI.

Dalam hal pembinaan atlet secara umum, Ari Hidrijantoro, Ketua Sub Bidang Pembinaan
Prestasi, menyatakan puas dengan keberadaan atlet-atlet level elite yang ada saat ini. “Yang masuk
rangking dunia (WAGR) makin banyak, sudah hampir 40 orang. Ada tiga pemain yang sudah ada di
300 dunia, yaitu Naarajie, Jonathan dan pegolf putri Inez Beatrice Wanamarta. Dan skor pemain-pemain amatir kita makin bagus. Baru terjadi ada pegolf amatir Indonesia yang bisa bermain under 20 dalam turnamen besar di lapangan yang sulit. Saat ini pemain pro dan amatir hanya dibedakan oleh status, tidak menggambarkan kemampuan bermain mereka,” jelas Ari.

Di bawah pengurus PB PGI yang sekarang, tiga pilar pembinaan yang dijalankan adalah membuat pertandingan berkala dan bermutu, pelatihan kelas dunia, dan rangking system yang adil dan terbuka. Setiap atlet diminta untuk memiliki program masing-masing dan boleh dilatih oleh pelatih yang berbeda-beda. Tapi, mereka harus memiliki platform pelatihan yang sama.

Tahun ini, PB PGI juga menerapkan program National Development Program (NOP). Program ini
dibuat untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada para pemain golf Indonesia secara
keseluruhan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman untuk berkompetisi, bersaing, dan
menang. Dalam hal ini PB PGI memberikan dukungan dalam bentuk memberikan subsidi untuk uji
coba turnamen-turnamen di luar negeri atau pelatihan khusus. Contohnya adalah training assessment
camp yang pernah diselenggarakan.

 

Naraajie Emerald Terus Memimpin di 7-Under

Naraajie Emerald asal Indonesia secara meyakinkan masih memimpin dengan 7-under menuju putaran final Olympic Jabar Amateur Open III hari ini di Emeralda Golf Club, Jawa Barat. Rekan senegaranya Rifqi Alam berbagi tempat kedua 1-under bersama Galven Kendell dan Chang Ervin asal Malaysia.
Sementara itu di divisi putri pegolf andalan tuan rumah Rivani A. Sihotang juga mempertahankan keunggulan dengan 3-under, ditempel ketat oleh rekannya Ida Ayu Indira di 2-under.



Kemarin, sebanyak 90 pemain yang terdiri dari 66 pegolf putra dan 24 pegolf putri bersaing ketat agar lolos cut dan dapat melanjutkan permainan pada ronde ketiga (final) hari ini. Pemain putra yang lolos cut berjumlah 30 orang sementara pemain putri 12 orang.

Putra
1 NARAAJIE EMERALD R. Indonesia 67 70 – 137 – 7
2 M.RIFQI ALAM RAMADHAN Indonesia 73 70 – 143 – 1
GALVEN KENDELL GREEN Malaysia 73 70 – 143 – 1
CHANG ERVIN Malaysia 72 71 – 143 – 1
5 KEVIN CAESARIO AKBAR Indonesia 72 72 – 144 PAR
ALMAY RAYHAN YAQUTA Indonesia 72 72 – 144 PAR
AKMIN Indonesia 71 73 – 144 PAR
8 TIRTO TAMARDI Indonesia 74 73 – 147 +3
9 JOLO TIMOTHY MAGCALAYO Philippines 72 76 – 148 +4
10 DANIAL DURISIC Malaysia 77 72 – 149 +5
LUCKY MAMARIMBING Indonesia 76 73 – 149 +5
JASON MARTINUS Indonesia 74 75 – 149 +5
13 SUDIRMAN Indonesia 74 76 – 150 +6
CHAN TUCK SOON Malaysia 74 76 – 150 +6
15 MOCH SEANDY ALFARABI Indonesia 75 76 – 151 +7
16 WENDY KARYANTO Indonesia 78 74 – 152 +8
JOYO PATURUSI Indonesia 76 76 – 152 +8
JOSE E. SURYADINATA Indonesia 73 79 – 152 +8
19 OCTA SADIA Indonesia 81 72 – 153 +9
RIZCHY SUBAKTI Indonesia 79 74 – 153 +9
MUNIC Indonesia 78 75 – 153 +9
ALFRED RAJA SITOHANG Indonesia 73 80 – 153 +9
23 FARHAN FADILAH Indonesia 77 77 – 154 +10
PETER GUNAWAN Indonesia 76 78 – 154 +10
DOMINIKUS GLENN YUWONO Indonesia 76 78 – 154 +10
IVAN MONSALVE Philippines 75 79 – 154 +10
27 RUDI TR Indonesia 80 75 – 155 +11
NURDANA Indonesia 76 79 – 155 +11
29 ALEXANDER VALENTINO Indonesia 78 79 – 157 +13
30 RICHNELL ALBANO Philippines 70 88 – 158 +14

Putri
1 RIVANI ADELIA SIHOTANG Indonesia 73 68 – 141 – 3
2 IDA AYU INDIRA MELATI PUTRI Indonesia 72 70 – 142 – 2
3 LIYANA AZIZAN DURISIC Malaysia 68 75 – 143 – 1
4 PATRICIA W.SINOLUNGAN Indonesia 68 76 – 144 PAR
5 NUR DURRIYAH DAMIAN Malaysia 72 73 – 145 +1
6 MARCELLA PRANOVIA Indonesia 75 71 – 146 +2
7 KRISTINA NATALIA YOKO Indonesia 76 72 – 148 +4
8 RIBKA VANIA Indonesia 73 76 – 149 +5
9 LOY HEE YING Malaysia 73 77 – 150 +6
10 VICTORIA CHANDRA Indonesia 77 74 – 151 +7
11 MICHELA TJAN Indonesia 75 77 – 152 +8
12 LYDIA SITORUS Indonesia 77 76 – 153 +9