Perbankan Indonesia Enggan Ikuti Saran BI untuk Turunkan Suku Bunga

Spread the love

Perbankan Indonesia menentang tekanan bank sentral untuk menurunkan suku bunga lebih banyak bagi nasabah mereka, sebuah langkah yang diyakini pembuat kebijakan dapat membantu menarik ekonomi keluar dari resesi.

Bank mengatakan bahwa masalah sebenarnya adalah orang tidak ingin meminjam sejak awal. Pinjaman menyusut di bulan Oktober untuk pertama kalinya dalam catatan, turun 0,47% dari periode tahun sebelumnya. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kontraksi tersebut disebabkan oleh sikap menghindari risiko dari pemberi pinjaman dan dapat dihindari jika mereka menurunkan suku bunga untuk nasabah sejalan dengan pelonggaran bank sentral.

“Di saat seperti sekarang, masyarakat tidak mencari pinjaman karena aktivitas mereka terbatas,” kata Haru Koesmahargyo, direktur keuangan PT Bank Rakyat Indonesia, yang memiliki portofolio kredit terbesar di antara bank-bank di Indonesia yaitu 935,3. triliun rupiah ($ 66 miliar).

Keengganan bank untuk memangkas biaya pinjaman menjadi rintangan bagi rencana Presiden Joko Widodo untuk mengangkat ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu dari resesi pertamanya dalam lebih dari dua dekade. Orang-orang membatasi pengeluaran mereka karena pengangguran melonjak ke level tertinggi sembilan tahun dan bisnis menunda investasi karena negara itu bergulat dengan wabah virus korona terburuk di Asia Tenggara, dengan total lebih dari 500.000 kasus.

Sementara bank sentral telah memangkas suku bunganya sebesar 225 basis poin sejak Juni 2019 ke rekor terendah 3,75%, PT Bank Central Asia, pemberi pinjaman terbesar berdasarkan nilai pasar, telah menurunkan suku bunga untuk nasabah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *