Erick Thohir Siapkan Skema Bisnis Global bagi BUMN

Spread the love

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan perusahaan pelat merah melakukan ekspansi internasional di bawah tajuk Indonesia Incorporated.

Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menyebutkan saat ini perusahaan negara tengah melakukan restrukturisasi bisnis. Perbaikan ini dilakukan untuk seluruh perusahaan termasuk memperbaiki model bisnis, penambahan inovasi termasuk melakukan pengelompokan dalam holdingisasi.

“Lebih luas [targetnya] menjadi BUMN Go Global, pada 2021 akan diwujudkan bersama. [Target Menteri Erick Thohir] ini menjadi tantangan bagi direksi BUMN,” kata Susyanto, dalam diskusi daring ‘BUMN Go Global, BUMN Mendunia’, Rabu (18/11/2020).

Target Kementerian BUMN agar perusahaan negara ke pentas dunia ini sudah dimulai dengan MoU dengan Kementerian Luar Negeri pada 17 Juli 2020 lalu.

Langkah BUMN Go Global ini, katanya, akan berada di bawah payung Indonesia Incorporated. Brand ini dimulai dari penyatuan perusahaan negara yang sudah berekspansi di luar negeri seperti BUMN Karya, BNI, INKA, hingga Pertamina dalam satu gedung di negara target.

“BUMN incorporated menggabungkan kekuatan. Kita satukan. Selama ini [masing-masing BUMN] berusaha sendiri, berkantor sendiri [di luar negeri]. Kita inginkan lebih dari itu. Jangan hanya BUMN luar caplok Indonesia, tapi sebaliknya [BUMN Indonesia caplok perusahaan BUMN asing],” katanya.

Susyanto menyebutkan untuk membuat perusahaan BUMN berekspansi di pasar internasional, maka akan dilakukan dalam tiga tahapan yakni dimulai dengan menyatukan kantor di bawah Indonesia Incorporated.

Kantor bersama ini akan berisi showroom dan marketing chain. Selanjutnya, dilakukan pembenahan rantai pasok bagi perusahaan pelat merah asal Indonesia ini. Setelah pembenahan supply chain rampung, maka tahap ketiga adalah meningkatkan investasi BUMN di pasar global guna meningkatkan profile Indonesia.

“Nanti masing-masing negara ditentukan BUMN mana yang memimpin di sana [sebagai anchor bisnis],” katanya.

Kementerian BUMN melakukan pemetaan secara garis besar. Terdapat potensi peningkatan ekspor BUMN hingga 27 kali lipat dari realisasi saat ini sebesar US$6,68 miliar atau sekitar $180,36 miliar (setara Rp2.525 triliun dengan kurs Rp 14.000).

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro menyebutkan terdapat peluang besar BUMN Indonesia membangun proyek-proyek jangkar di luar negeri. Terutama di negara-negara green zone yang belum membutuhkan teknologi tinggi.

Ia mencontohkan proyek-proyek perbaikan dan penyediaan kereta di negara-negara kaya tambang di Afrika dapat dijadikan jangkar. INKA sendiri bekerjasama dengan perusahaan pembiayaan dari Amerika Serikat tengah melakukan program serupa.

“Kita kemarin mulai di Madagaskar, pendanaan dari tambang, negara membayar dari keuntungan investasi tambang bersangkutan, tapi [kemarin] belum berhasil,” katanya.

Budi menyebutkan skema yang diusulkan ke Pemerintah Madagaskar ini tengah diupayakan dengan penyempurnaan di negara Afrika lain seperti Mali dan Senegal. Negara-negara ini membutuhkan dukungan proyek agrikultur, IT hingga energi hijau solar panel.

BUMN tambang dari Indonesia dapat menjadi jangkar proyek dan membawa BUMN lainnya. Tambang yang didapatkan menjadi jaminan obligasi global untuk menciptakan proyek lainnya sehingga menjaring lebih banyak kesempatan bisnis internasional.

“Skemanya BOOT selama 30 tahun. Di Afrika, Indonesia Incorporated skala kecil sudah dijalankan INKA di tiga negara. INKA di depan sebagai project developer,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *