Dustin Johnson Raih Jaket Hijau Masters Pertamanya, Cetak Rekor 20 Under

Spread the love

Pas saat putt terakhir masuk lubang  akhirnya Dustin Johnson memberikan senyumannya, dan kemudian beberapa air mata, memecahkan ekspresi wajahnya yang seperti batu.

Untuk kemenangan Masters yang memecahkan rekor ini, pada hari di mana keunggulannya hampir menghilang dalam putaran awal, bukan hanya penegasan statusnya sebagai pemain terbaik dunia tetapi juga pengusiran kenangan buruk di masa lalu, kegagalan meraih mayor yang sudah di depan mata yang mendera – di Pebble Beach; di Chambers Bay; US Open dan PGA Championship  baru-baru ini. Johnson menyembunyikan kekecewaannya di balik tatapan datar. Kemenangan mayor di tahun 2016 selalu terhalang oleh empat kesempatan di mana ia menyia-nyiakan keunggulan 54 hole.

Pemain Amerika itu membukukan 4-under 68 pada Minggu untuk unggul atas pegolf Australia Cameron Smith dan Sungjae Im dari Korea Selatan. Pemain asal Irlandia Utara Rory McIlroy bangkit terlambat karena ia akhirnya finis sembilan pukulan di urutan kelima. Juara bertahan Tiger Woods mengalami keterpurukan dengan skor 10 pada hole ke-12 par 3 tetapi pulih dengan lima birdie untuk finis 1 under.

Favorit sebelumnya Bryson DeChambeau, yang memenangkan US Open pada September, mengalami minggu yang tidak menentu dan hasil hari terakhir 73 menempatkannya di 2 under par total.

Pegolf nomor tiga dunia Justin Thomas finis keempat dengan 12 under setelah mencatatkan 2-under 70 pada hari terakhir.

Penampilan luar biasa Johnson selama pementasan Masters November yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membuatnya mengalahkan rekor skor kemenangan terendah 18 under par yang dibuat oleh Woods pada 1997 dan Jordan Spieth pada 2015.

“Sulit. Saya gugup sepanjang hari. Saya bisa merasakannya,” kata Johnson, yang akan mempertahankan gelarnya dalam waktu lima bulan ketika Masters kembali ke posisi biasanya pada April.

“Masters bagi saya adalah turnamen terbesar dan yang paling saya ingin menangkan. Saya sangat bangga dengan cara saya mengendalikan diri saya sendiri dan menyelesaikan turnamen. Ini masih terasa seperti mimpi. Sebagai seorang anak, saya bermimpi untuk memenangkan Masters dan menyaksikan Tiger yang mengenakan Jaket Hijau masih terasa seperti mimpi. Tapi saya di sini dan perasaan yang luar biasa.”

Dia juga menjadi orang nomor satu dunia pertama yang memenangkan turnamen tersebut sejak Woods pada 2002.

Smith, yang finis di urutan kelima pada 2018, membuat sejarah dengan menjadi pemain pertama yang melalui empat putaran dengan skor 60-an di Augusta.

Johnson sebelumnya gagal memenangi gelar mayor pada empat kesempatan setelah memimpin 54 hole, tetapi fokusnya tidak pernah goyah, bahkan ketika keunggulannya dipotong menjadi satu setelah lima hole. Pegolf berusia 36 tahun itu pulih dengan birdie pada hole 6 par 3 saat Im membuat bogey pertamanya hari itu dan birdie lainnya pada hole 8 membuat Johnson memimpin Smith dengan dua pukulan saat ia menuju ke sembilan hole terakhir.

Smith, di grup depan, telah bersaing dengan luar biasa tetapi bogey hole 11 memberi Johnson keunggulan tiga pukulan sekali lagi.

Johnson datang ke Augusta setelah memenangkan FedEx Cup dan dalam kondisi yang sangat baik meskipun absen dalam dua turnamen saat berada di karantina setelah dinyatakan positif Covid-19.

Dia berhasil menegosiasikan Amin Corner dengan birdie pada hole ke-13 dan membuat tiga lagi berturut-turut melalui hole 14 dan 15 untuk berakselerasi menjadi 20 under par. Akhirnya ada waktu untuk senyum berseri-seri saat ia mencapai par pada hole 18 untuk melengkapi kemenangannya yang mengesankan dengan tepuk tangan meriah dari beberapa orang yang beruntung berkumpul di sekitar green.

Kebangkitan McIlroy datang terlambat. Dia membukukan tiga putaran pada skor 60-an di Augusta minggu ini, setelah membuka dengan 75. Jika bukan karena kegagalannya di babak pertama, pemain berusia 31 tahun itu pasti akan bersaing memperebutkan Jaket Hijau pertama dan kesempatan untuk menjadi juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *