Kerja Sama Ekonomi Regional Terbesar Dunia (RCEP) Resmi Dibentuk

Spread the love

Kerja sama Asean dan negara-negara besar Asia Pasifik telah terjalin dalam satu forum resmi. Asean dan negara-negara Asia Pasifik termasuk China, Jepang dan Korea Selatan  resmi menandatangani Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Penandatanganan perjanjian ini menandai terbentuknya blok perdagangan bebas terbesar di dunia yang melingkupi hampir sepertiga produk domestik bruto dunia. Pejabat tinggi dari Australia, Selandia Baru dan 10 negara Asean menandatangani  kerja sama ini pada hari terakhir KTT Asean ke-37 yang diselenggarakan secara virtual oleh Vietnam.

“Penyelesaian negosiasi adalah pesan kuat yang menegaskan peran Asean dalam mendukung sistem perdagangan multilateral,” kata Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc menjelang upacara penandatanganan virtual, seperti dilansir Bloomberg, Minggu (15/11/2020).

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing mengatakan sedikitnya enam negara Asean selain tiga mitra non-Asean harus segera meratifikasi RCEP agar segera berlaku. Singapura berencana untuk menyetujui kesepakatan dalam beberapa bulan mendatang.

Negara pendukung pakta perdagangan, yang mencakup 2,2 miliar orang dengan PDB gabungan US$26,2 triliun ini menyatakan akan mendukung ekonomi yang dipukul pandemi dengan mengurangi tarif, memperkuat rantai pasokan dengan aturan asal umum, dan mengkodifikasi aturan e-commerce baru.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan potensi peningkatan nilai ekspor tersebut merupakan perluasan peran Indonesia akibat adanya efek berlanjut atau spill over effect, baik dari negara anggota RCEP maupun bukan.

“Melalui RCEP, Indonesia bisa menikmati spill over effect dari negara anggota maupun tidak. Perluasan peran malaui global supply chain dari spill over effect tersebut berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7,2 persen,” ujar Agus dalam konferensi pers virtual, Minggu (15/11/2020).

Di antara manfaat perjanjian tersebut adalah penghapusan tarif setidaknya 92 persen untuk barang yang diperdagangkan di antara negara-negara yang berpartisipasi, serta ketentuan yang lebih kuat untuk menangani tindakan non-tarif, dan peningkatan di berbagai bidang seperti perlindungan konsumen dan informasi pribadi online dan transparansi.  Termasuk prosedur bea cukai yang disederhanakan sementara setidaknya 65 persen sektor jasa akan terbuka penuh dengan peningkatan batas kepemilikan saham asing.

India mengejutkan para peserta akhir tahun lalu dengan membatalkan kesepakatan tersebut. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia menarik diri karena khawatir bagaimana RCEP akan mempengaruhi mata pencaharian orang India, terutama yang paling rentan. India akan diizinkan untuk bergabung kembali dengan pakta perdagangan ini.

“Klausul yang mengizinkan India untuk bergabung di kemudian hari adalah simbolis dan menunjukkan keinginan China untuk membangun jembatan ekonomi dengan ekonomi terbesar ketiga di kawasan itu,” kata Shaun Roache, kepala ekonom Asia Pasifik di S&P Global Ratings.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *