Jokowi Sahkan RUU Cipta Kerja Jadi UU

Spread the love

Meski kerap dipermasalahkan dan mengundang protes dari kalangan buruh, Presiden Joko Widodo menandatangani Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja pada 2 November 2020.

Jadi secara resmi RUU Ciptaker atau Omnibus Ciptaker menjadi Undang-Undang No.11/2020 dan mulai berlaku efektif 3 November 2020.

“Bahwa dengan Cipta Kerja diharapkan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia yang seluas-luasnya di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan tuntutan globalisasi ekonomi,” demikian bunyi pertimbangan UU yang dikutip, Selasa (3/10/2020).

UU Ciptaker yang sudah berlaku ini disusun dalam format 1.187 halaman. Jumlah ini sama dengan versi terakhir yang beredar sebelum disahkan oleh Kepala Negara.

Meski sudah sah, UU itu diwarnai kesalahan ketik.
Halaman 6 UU Cipta Kerja Pasal 6 berbunyi:

Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a meliputi:
a. penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko;
b. penyederhanaan persyaratan dasar Perizinan Berusaha;
c. penyederhanaan Perizinan Berusaha sektor; dan
d. penyederhanaan persyaratan investasi.

Lalu apa bunyi Pasal 5 ayat 1 huruf a?

Pasal 5 ayat 1 huruf a tidak ada. Sebab, Pasal 5 adalah pasal berdiri sendiri tanpa ayat. Pasal 5 berbunyi:

Ruang lingkup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 meliputi bidang hukum yang diatur dalam undang-undang terkait.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *