Bank BCA Laporkan Laba Bersih Rp20 Triliun, Turun 4,2%

Spread the love

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau yang dikenal dengan Bank BCA mengeluarkan laporan kinerja keuangan kuartal III-2020. Laporan ini menyebut laba bersih BCA tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Laba bersih Rp20,0 triliun, turun 4,2% dibandingkan dengan Rp20,9 triliun pada tahun sebelumnya disebabkan meningkatnya biaya pencadangan,” ujar Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja dalam video conference, Senin (26/10/2020).

Jahja menambahkan, perseroan juga mencatat pertumbuhan positif laba sebelum provisi dan pajak (PPOP) yang ditopang oleh pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA), penurunan biaya dana (CoF) dan penurunan biaya operasional.

“PPOP meningkat 13,5% year on year (yoy) menjadi Rp33,8 triliun,” katanya.

Jahja menuturkan, dari sisi pendanaan, BCA berhasil mencatat kinerja yang solid pada sembilan bulan pertama 2020. CASA tumbuh 16,1% yoy mencapai Rp596,6 triliun dan menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3% yoy menjadi Rp780,7 triliun.

“Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 8,8 persen yoy mencapai Rp184,1 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid tersebut telah mendukung pertumbuhan total asset BCA menembus level seribu triliun atau tepatnya Rp1.003, 6 triliun, meningkat 12,3% yoy,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *