);

Ada 34 BUMN dalam Proses Merger

Spread the love

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang melakukan restrukturisasi badan usaha milik negara seiring dengan pembentukan sub-holding dan clustering. Ada 34 BUMN yang siap digabung guna mengefisienkan jumlah BUMN.


Rencana tersebut diungkapkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam sesi diskusi online yang disiarkan melalui kanal Youtube Matangasa Institute, Senin (28/9/2020).

Dalam paparannya, Arya menyampaikan bahwa kementerian akan melakukan sejumlah langkah untuk melakukan transformasi BUMN, mulai dari pengembangan, konsolidasi, pengalihan manajemen, hingga pembubaran atau likuidasi BUMN.
“Ada 41 BUMN yang akan dipertahankan, dikembangkan, 34 yang akan dikonsolidasikan atau digabung, yang akan dikelola menjadi PPA 19, dan 14 yang dilikuidasi melalui PPA,” kata Arya, seperti dikutip dari siaran itu, Selasa (29/9/2020).

Arya belum merinci BUMN mana yang akan digabung. Namun secara historis, sudah ada beberapa BUMN hasil merger. Contohnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank berlogo pita emas ini merupakan hasil gabungan empat bank BUMN pada 1999, yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ecim, dan Bank Pembangunan Indonesia.

Secara khusus, Arya sebelumnya mengatakan Kementerian BUMN berencana menggabungkan perbankan syariah milik BUMN. Penggabungan tersebut diharapkan dapat membuat entitas bank syariah semakin solid dan menjadi market leader di industri perbankan syariah.

Di sisi lain, ada 14 BUMN yang terancam dibubarkan. Arya mengatakan, proses likuidasi BUMN akan dilakukan melalui Perusahaan Pengelola Aset (Persero) alias PPA. Hal itu dilakukan karena Kementerian BUMN tidak memiliki kewenangan langsung untuk membubarkan perusahaan BUMN.

Arya juga mengatakan akan ada regulasi baru terkait kewenangan likuidasi. Sedangkan fungsi dan kewenangan Kementerian BUMN diatur dalam PP No. 43 Tahun 2005 tentang Fungsi Kementerian BUMN.

“Kita mau ekspansi supaya bisa likuidasi, merger perusahaan yang kita anggap deadweight, seperti Merpati (Air) misalnya masih hidup dan tidak mungkin kita lakukan apa-apa,” tambah Arya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *