);

Suku Bunga BI Tetap 6 Persen

Spread the love

Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” sebesar enam persen pada Rapat Dewan Gubernur periode 24-25 April 2019, Kamis, di tengah laju inflasi yang terkendali di bawah 3,5 persen secara tahunan (yoy) dan perkiraan membaiknya defisit transaksi berjalan.



Bank Sentral menargetkan dapat menurunkan defisit transaksi berjalan hingga 2,5 persen Produk Domestik Bruto pada 2019 dari defisit 2,98 persen PDB di 2018.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Februari 2019 tetap tinggi 23,4% dan disertai rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah 2,6% (gross) atau 1,2% (net).

Dari fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit pada Februari 2019 tercatat 12,1% (yoy), stabil dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Januari 2019 sebesar 12,0% (yoy).

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Februari 2019 sebesar 6,6%, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2019 sebesar 6,4%. Likuiditas perbankan terjaga, antara lain tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 22,3% pada Februari 2019. Sementara itu, kinerja korporasi go public membaik tercermin dari peningkatan keuntungan dan kemampuan membayar kewajiban yang sejalan dengan peningkatan aktivitas.

Ke depan, Bank Indonesia memandang pertumbuhan kredit akan terus berlanjut tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan. Hal ini mempertimbangkan siklus kredit yang berada di bawah level optimum di tengah prospek permintaan domestik yang meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *