);

Jokowi Resmikan MRT Lebak Bulus-Bundaran HI, Gratis hingga 1 April

Spread the love

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI pada Minggu (24/3), di kawasan Bundaran HI, Jakarta, yang disaksikan ribuan warga. Selain itu, Presiden juga mencanangkan pembangunan MRT Fase II Bundaran HI-Kota sepanjang 8,7 km. Pada awal sambutannya, Jokowi mengatakan dengan pengoperasian MRT Jakarta maka dimulai peradaban baru di wilayah Ibu Kota Jakarta.



Presiden meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai pembangunan MRT Jakarta rute timur-barat pada 2019.

“Tahun ini juga saya minta rute timur barat dimulai, paralel dengan fase kedua yang ke utara dari Bundaran HI ke Kota,” kata Presiden Jokowi saat peresmian pengoperasian MRT.

“Siapa yang belum naik MRT, silahkan coba mumpung gratis karena nanti setelah uji coba harus bayar,” katanya di hadapan ribuan warga. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berpesan kepada warga pengguna MRT untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di stasiun maupun di kereta MRT. “Jaga agar tidak kotor,” kata Jokowi yang mengenakan kaus abu-abu dan celana jins.

Jokowi juga berpesan kepada pengguna MRT untuk antre dan disiplin waktu. “Jangan sampai mau ditutup pintunya baru masuk, bisa kejepit nanti,” katanya. Ia mengatakan antre dan disiplin serta menjaga kebersihan juga ditujukan agar MRT bisa digunakan untuk akses berbagai titik di Jakarta. Presiden juga berharap pembangunan kereta ringan (LRT) Jabodebek terutama yang menghubungkan Depok, Bekasi menuju Jakarta bisa selesai akhir 2019.

Sementara itu pada peresmian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan, terdapat 13 stasiun yang bisa diakses masyarakat di sepanjang jalur fase I Lebak Bulus-Bundaran HI.

“Ada delapan rangkaian kereta, dan setelah 1 April 2019, rangkaian akan bertambah menjadi 16,” ujar Anies.

Mengenai tarif, Anies mengatakan perhitungannya akan dilakukan antarstasiun.

“Misal, naik dari Stasiun Fatmawati turun di Setiabudi, itu harganya berbeda dengan kalau naik dari Fatmawati turunnya di Bundaran HI. Senin nanti diumumin,” ujarnya di sela-sela acara peresmian tersebut.

Ia menegaskan bahwa tarif perjalanan menggunakan MRT Jakarta bukanlah tarif flat.

“Ada yang di atas Rp 10.000, ada yang di bawah Rp 10.000. Tergantung Anda dari mana mau ke mana,” ujarnya.

Ia mengatakan perhitungan tarif itu merupakan sebuah kebiasaan baru saat hampir seluruh moda transportasi di Jakarta menggunakan tarif flat.

Kesepakatan mengenai tarif telah dicapai, tutur Anies, namun pengumumannya masih menunggu persetujuan Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) Senin esok.

Layanan MRT tersebut akan mulai dari jam 05.30 WIB sampai dengan 22.30 WIB, selanjutnya setelah dua bulan, MRT akan dievaluasi dan ditambah menjadi 16 rangkaian kereta dengan jam operasional dari 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *