);

40 Orang Tewas dalam Penembakan Masjid di Christchurch Selandia Baru, 3 WNI Selamat

Spread the love

Sedikitnya 40 orang tewas setelah sejumlah orang bersenjata melepaskan tembakan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat. Serangan terkoordinasi dan belum pernah terjadi sebelumnya ini mengejutkan negara yang biasanya damai.



Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan empat orang telah ditahan – tiga pria dan satu wanita – meskipun polisi belum bisa memastikan bahwa tidak ada tersangka lain yang belum tertangkap.

Penembakan terjadi di masjid al Noor di Deans Avenue dan di Linwood, keduanya di pusat kota Christchurch.

“Kami tidak yakin apakah ada lokasi lain di luar wilayah itu yang terancam,” kata Bush, seraya menambahkan bahwa kedua lokasi itu diamankan.

Beberapa alat peledak dipasang pada kendaraan sebagai bagian dari serangan itu, kata Bush kepada wartawan. Ini telah “diamankan oleh pasukan pertahanan.”

Polisi menyarankan warga Christchurch untuk tinggal di dalam ruangan dan memantau situs web polisi dan media sosial

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa tiga orang warga negara Indonesia (WNI) selamat dari aksi penembakan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta pada Jumat setelah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Selandia Baru.

Menlu Retno menyebutkan bahwa saat terjadi penembakan terdapat enam orang WNI di mesjid tersebut, namun tiga WNI berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, tiga orang lainnya belum diketahui kondisinya.

“Saat terjadi penembakan, ada enam WNI di masjid itu, tiga sudah konfirmasi berhasil menyelamatkan diri, dan tiga lainnya belum diketahui kondisinya,” kata Menlu Retno. Untuk itu, pihak Kementerian Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan KBRI di Wellington untuk memastikan keadaan dari tiga orang WNI yang belum diketahui kondisinya tersebut.

“Hari ini saya akan terus berkomunikasi dengan duta besar kita di Wellington untuk memastikan keadaan dari tiga WNI lainnya yang belum bisa dihubungi,” ujar Menlu Retno.

Berdasarkan catatan Kemenlu, terdapat 330 orang WNI yang bermukim di kota Christchurch di Selandia Baru, dan 130 diantaranya adalah mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *