Perlambatan Ekonomi China Tekan Harga Minyak

Spread the love

Harga minyak tergelincir pada Senin setelah data menunjukkan melemahnya impor dan ekspor di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, memperlihatkan prospek perlambatan permintaan bahan bakar.



Ekspor China turun paling banyak dalam dua tahun pada Desember sementara impor mengalami kontraksi. Angka resmi menunjukkan kelemahan lebih lanjut dari ekonomi terbesar kedua di dunia.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, turun $ 1,48, atau 2,5 persen, menjadi $ 59 per barel. Minyak mentah AS mengakhiri sesi Senin turun $ 1,08, atau 2,1 persen, menjadi $ 50,51.

“Baik impor maupun ekspor mengecewakan ekspektasi dan akan menimbulkan kembali kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global,” kata Norbert Ruecker, kepala penelitian makro dan komoditas di bank Swiss Julius Baer.

Minyak mentah kembali turun dari kenaikan sebelumnya setelah rilis pada Senin dari angka-angka China yang terbaru menunjukkan perlambatan ekonomi sejak paruh kedua 2018. Pasar saham Asia juga tergelincir dan ekuitas Eropa jatuh pada awal perdagangan.

“Harga minyak semakin terbebani oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah di China,” Stephen Innes dari pialang berjangka Oanda mengatakan dalam sebuah laporan.

“Data ini menunjukkan seberapa negatif dampak perang dagang terhadap China dan mungkin ekonomi global.”

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu non-OPEC, termasuk Rusia sepakat memangkas produksi minyak untuk mendongkrak harga.

Kelompok produsen, yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat pada Desember untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari mulai Januari untuk mencegah kelebihan pasokan dan mendorong harga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *