);

Saham Akhiri Volatilitas, Dolar Menguat di tengah Kebuntuan Brexit

Spread the love

Saham AS berakhir sedikit berubah setelah sesi volatil karena investor mempertimbangkan prospek untuk kesepakatan perdagangan dan persetujuan untuk pendanaan pemerintah Amerika.



Indeks S&P 500 mulai menguat, lalu turun, kemudian pulih dari posisi terendah hari itu karena para pemimpin Senat mengisyaratkan keinginan untuk menghindari penghentian aktivitas pemerintah setelah Donald Trump mengancam untuk melakukannya dalam perdebatan atas pendanaan untuk dinding perbatasannya. Produsen mobil naik karena China mengisyaratkan akan memangkas tarif impor otomotif, tetapi investor berhati-hati tentang kesepakatan yang lebih luas.

Pada sesi Senin terjadi pembalikan total S&P 500 Index terbesar sejak 6 Februari karena menghapus penurunan 1,9 persen dan berakhir 0,2 persen lebih tinggi, sementara Selasa terjadi kenaikan sebesar 1,4 persen dan kerugian sedalam 0,6 persen.

Kurs dolar AS memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena poundsterling merosot karena kekacauan terbaru seputar Brexit. Perdana Menteri Inggris Teresa May pada Selasa (11/12) bertemu dengan para pemimpin Eropa meminta dukungan untuk perubahan kesepakatan Brexit, setelah ia memutuskan untuk menunda pemungutan suara di parlemen tentang kesepakatan Brexit yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa (11/12). Namun, Uni Eropa telah menutup kemungkinan untuk menegosiasikan kembali kesepakatan “perceraian” Inggris-Uni Eropa. Kesepakatan Brexit May akan dibawa kembali ke parlemen Inggris untuk pemungutan suara sebelum 21 Januari, kata juru bicara resmi May pada Selasa (11/12).

Kabinet akan bertemu pada Rabu sore waktu setempat dengan fokus pada kesiapan tanpa kesepakatan. Langkah tersebut terus mengguncang investor dan menyeret poundsterling ke tingkat terendah sejak April 2017. Para analis mengatakan sulit untuk memprediksi bagaimana poundsterling akan diperdagangkan di waktu mendatang, karena sebagian besar tergantung pada apa yang akan keluar dari pembicaraan May dengan Brussels dan bagaimana parlemen Inggris akan bereaksi nanti.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1326 dolar AS dari 1,1352 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2528 dolar AS dari 1,2557 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7205 dolar AS dari 0,7185 dolar AS. Dolar AS dibeli 113,39 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9928 franc Swiss dari 0,9897 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3396 dolar Kanada dari 1,3411 dolar Kanada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *