);

Jokowi Peringatkan Jangan Ada Lagi Penumpang Gelap di Divestasi Saham Freeport

Spread the love

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, dan Pemerintah Daerah Papua untuk memproses divestasi saham PT Freeport Indonesia secara hati-hati dan saksama.



Hal itu dikemukakan Gubernur Papua Lukas Enembe seusai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai percepatan divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI). Dia mengungkapkan Presiden menekankan agar jangan sampai ada lagi penumpang gelap yang masuk dalam proses divestasi saham Freeport.

“Presiden menekankan kita harus hati-hati terhadap keberpihakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. Jangan sampai ada orang lain masuk tidak jelas,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Pernyataan tersebut merujuk pada skandal ‘Papa Minta Saham’ yang pernah terjadi dalam sebuah pertemuan dengan PTFI pada 2015. Kasus ini melibatkan Ketua DPR saat itu, Setya Novanto, yang disebut mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham Freeport.

“Banyak orang minta saham. Ada papa minta saham, mama minta saham. Presiden tidak menginginkan seperti itu. Tidak boleh ada orang lain masuk seperti itu. Ini untuk Indonesia,” lanjut Lukas.

Dia juga menyatakan divestasi saham Freeport merupakan langkah berani yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Jadi kami yakin bahwa Pemerintah Papua dan Mimika akan memiliki 10% saham. Tentu Presiden menegaskan kita kawal proses yang terjadi sampai selesai. Sebelum berakhir Desember [2018], negosiasi 51% sudah selesai,” tegas Lukas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *