);

Defisit Perdagangan AS Membesar Meski Ada Tarif Trump

Spread the love

Tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump seharusnya mengecilkan defisit perdagangan Amerika, tetapi malah membesar selama lima bulan berturut-turut dan bakal mencapai rekor tertinggi sebelum akhir tahun.



Defisit barang bulanan tumbuh sebesar $1 miliar pada Oktober, menurut laporan Sensus AS yang dirilis Rabu.

Laporan sensus merupakan salah satu langkah pertama perdagangan yang dirilis sejak Trump memberlakukan putaran tarif terbesarnya pada September untuk barang-barang China senilai $200 miliar. Kebijakan ini menempatkan pajak 10% untuk barang mulai dari bagasi hingga sepeda dan sarung tangan bisbol. Trump mengancam akan menaikkan tarif hingga 25% pada 1 Januari.

Pajak tersebut membuatnya lebih mahal bagi importir AS untuk membeli barang-barang itu, tetapi orang Amerika membeli lebih banyak barang dari luar negeri pada Oktober daripada yang mereka lakukan bulan sebelumnya. Angka tersebut mungkin mencerminkan penimbunan oleh importir Amerika menjelang kenaikan tambahan dalam tarif yang ditetapkan untuk berlaku pada Januari, serta belanja konsumen yang kuat.

“Ada beberapa bukti anekdot bahwa para importir AS cenderung membuat pesanan di depan mendahului kenaikan tarif tambahan atas barang-barang China, yang bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong impor lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir,” kata Pooja Sriram, seorang ekonom di Barclays.

Pemotongan pajak federal tahun lalu juga telah memasukkan lebih banyak uang ke kantong-kantong orang Amerika, meningkatkan permintaan untuk impor meskipun harganya lebih mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *