);

Penggunaan Mobil Listrik Justru Tambah Polusi

Spread the love

Mengendarai mobil listrik tidak akan menurunkan emisi karbon global, malah bahkan dapat meningkatkan polusi.



Elektrifikasi yang lebih tinggi dapat menyebabkan permintaan minyak memuncak pada tahun 2030. Setiap pengurangan emisi dari kendaraan listrik akan diimbangi oleh peningkatan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil untuk mengisi mereka, demikian dikemukakan World Energy Outlook tahunan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA), yang merancang skenario penggunaan energi masa depan.

Untuk mengurangi polusi berbahaya secara signifikan pada tahun 2040, elektrifikasi harus menjadi bagian dari paket kebijakan yang komprehensif untuk mengurangi emisi karbon sektor tenaga dan meningkatkan efisiensi energi, badan yang bermarkas di Paris itu memberi saran kepada negara-negara mengenai kebijakan energi.

Aksi global untuk memangkas emisi secara dramatis telah mencapai puncaknya dalam beberapa bulan terakhir setelah publikasi laporan PBB yang menyerukan investasi tahunan sebesar $ 2,4 triliun dalam energi bersih untuk menghindari kerusakan permanen terhadap dunia. Kalangan umum menganggap elektrifikasi transportasi dan sistem pemanas akan sangat membantu untuk memenuhi target polusi yang ketat yang ditetapkan dalam Kesepakatan Paris 2015.

Sejak pergantian abad, emisi karbon dioksida dari utilitas telah tumbuh rata-rata 2,3 persen per tahun, dengan pembangkit listrik berbahan bakar batubara menjadi penyebab terbesar, kata IEA. Namun, laju pertumbuhan melambat karena lebih banyak listrik dari booming pasar energi terbarukan dan peningkatan efisiensi pabrik bahan bakar fosil.

Total output karbon dioksida global naik 1 persen tahun lalu dan IEA menduga itu akan mencapai rekor tertinggi pada 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *