);

Pemerintah Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Spread the love

Pemerintah tidak akan mengenakan jenis pajak baru, tetapi pemerintah tetap berupaya mengerek naik penerimaan pajak dari realisasi upaya pemenuhan kewajiban (compliance) wajib pajak. Hal ini ditegaskan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara dalam diskusi bertema “Pertaruhan Bisnis Pada Tahun Politik” di Jakarta, Senin.



“Tidak ada jenis pajak baru, hanya Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai. Berarti kami ingin ‘compliance’ lebih tinggi,” kata Suahasil.

Menurut dia, momentum ketika tingkat “compliance” wajib pajak semakin baik seperti saat ini, maka akan dimanfaatkan untuk mendorong rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini juga terkait dengan perbaikan pasca-penerapan amnesti pajak. Kemenkeu sebagai bendahara negara, lanjut Suahasil, ingin menciptakan postur APBN yang mampu meredam tekanan ketidakpastian akibat kondisi ekonomi global dan dinamika tahun politik pada 2019. Pemerintah juga akan mendorong bergulirnya insentif pajak.

BKF melaporkan hingga akhir 2017, penerapan insentif pajak telah menghapuskan potensi penerimaan pajak sebesar Rp154,4 triliun. Nilai pajak yang terhapus atau tidak jadi dipungut bernama Belanja Perpajakan. “Itu adalah nilai uang yang tidak jadi dikumpulkan negara karena insentif pajak,” ujarnya. Nilai pajak yang tidak terkumpulkan itu setara dengan satu persen terhadap PDB. Adapun, nilai pajak yang tidak terserap dari belanja insentif pajak pada tahun lalu tersebut meningkat dari sebelumnya Rp143,4 triliun pada 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *