);

Indonesia Dapat Untung Rp1,13 Triliun dari Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

Spread the love

INFOGOLFPLUS — Anggaran Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia sebesar Rp810 miliar, atas arahan Jokowi, telah dihemat dan hanya dipakai Rp566 miliar untuk pelaksanaan acara selama tujuh hari itu.



Pemerintah hanya menanggung persiapan untuk para tamu yang hadir, bukan membayar keperluan tamu.

Untuk pemasukan jangka pendek, yakni pengeluaran pengunjung (delegasi dan nondelegasi) yang berasal dari mancanegara maupun domestik mencapai Rp1,1 triliun (sumber: Bappenas, 2018).

Hitungan tersebut merupakan rata-rata pengeluaran peserta 150 dolar per hari selama tujuh hari menginap perkiraan awal jumlah delagasi 18.000 dan saat ini telah mencapai 34.000 delegasi.

Perkiraan rincian hitungan tersebut dari hotel dan penyelenggaraan IMF-Bank Dunia sebesar Rp943,5 miliar, makanan dan minuman Rp146 miliar, transportasi sebesar Rp74 miliar, belanja Rp5 miliar.

Sementara, dari penyelenggaraan “Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions” (MICE), “Indonesia Pavilion, Exhibition, Food festival, Art and craft expo, Infrastructure expo, Tourism booth, Indonesia gourmet and Food festival” mampu menyumbang devisa hingga sebesar 43,2 juta dolar AS atau setara dengan Rp639,36 miliar.

Dengan demikian, total pemasukan diperkirakan Rp1,1 triliun ditambah Rp639,36 miliar, sehingga mencapai Rp1,7 triliun.

Dengan total pengeluaran pemerintah Rp566 miliar, maka untung penyelenggaraan IMF-WB ini Rp1,13 triliun atau dua kali lipat dari biaya yang dikeluarkan.

Penyelenggaraan IMF-WB ini juga membuat Indonesia mendapat manfaat dalam jangka panjang, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bali yang sempat menurun akibat Gunung Agung yang diperkirakan 0,64%, dari 5,9% menjadi 6,54%.

Sumber Bappenas menyebut kenaikan ini berasal dari sektor perhotelan (0,12%), makanan dan minuman (0,05%), konstruksi (0,26 %), dan sektor lainnya (0,21%).

Perbaikan infrastruktur di Bali seperti, percepatan pembangunan “underpass”, pembangunan apron bandara, dan pengadaan perangkat teknologi informasi (IT) sebagai bentuk penunjang pariwisata di Bali kedepannya menjadi destinasi wisata Internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *