);

Dolar Menguat setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Spread the love

Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kembali menaikkan suku bunga jangka pendeknya sebesar 25 basis poin, Rabu (26/9). Ini merupakan kenaikan ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015.



“Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund (FFR) menjadi 2,00 persen hingga 2,25 persen,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan dua hari. The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah “meningkat pada tingkat yang kuat”, dengan belanja rumah tangga dan investasi bisnis tumbuh tinggi. Bank sentral juga mengatakan baik inflasi maupun apa yang disebut inflasi inti untuk barangbarang selain makanan dan energi, mendekati target bank sentral sebesar 2,00 persen. Bank sentral memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh 3,1 persen tahun ini, lebih tinggi dari 2,8 persen yang diperkirakan pada Juni, menurut proyeksi ekonomi terbaru The Fed yang dirilis pada Rabu (26/9).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen menjadi 94,1791 di akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1762 dolar AS dari 1,1767 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3184 dolar AS dari 1,3186 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7276 dolar AS dari 0,7249 dolar AS. Dolar AS dibeli 112,83 yen Jepang, lebih rendah dari 112,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9650 franc Swiss dari 0,9649 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3002 dolar Kanada dari 1,2950 dolar Kanada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *