);

Perang Dagang AS-China Meningkat, Rupiah Loyo

Spread the love

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok makin intensif saat pemerintahan Donald Trump mengenakan tarif baru 10 persen pada produk dari China senilai 200 miliar dolar AS per Senin, 24 September.

Nilai tukar rupiah yang diperdagangkan antar bank di Jakarta pada Senin pagi melemah sebesar 46 poin menjadi Rp14.837. Rupiah sebelumnya berada pada posisi Rp14.791 per dolar AS.



Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan aset mata uang kembali tertekan karena Tiongkok membatalkan pembicaraan tarif dan perdagangan tingkat menengah dengan Amerika Serikat

“Investor kembali fokus pada perang dagang, Tiongkok telah membatalkan kunjungannya ke AS yang dijadwalkan pekan ini,” katanya.

Tiongkok menambahkan 60 miliar dolar AS produk AS ke daftar tarif impornya. Hal tersebut merupakan balasan Tiongkok terhadap bea masuk AS atas barang-barang Tiongkok senilai 200 miliar dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan hubungan politik Amerika Serikat-Tiongkok juga memburuk menyusul pembelian jet tempur serta rudal oleh Tiongkok dari Rusia.

“Isu baru ini membuat hubungan dagang AS-Tiongkok yang sebelumnya mengalami ketegangan karena penetapan tairf impor barang semakin memburuk,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *