);

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Peringatkan Dampak Sistemik Pelemahan Rupiah

Spread the love

INFOGOLFPLUS — Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak sistemik terhadap perekonomian masyarakat, sehingga mereka menyarankan langkah-langkah strategis agar ekonomi sektor riil tetap berjalan. “Melemahnya kurs rupiah yang berkepanjangan tentunya memberatkan perekonomian nasional, khususnya rakyat kecil,” kata calon wakil presiden, Sandiaga Uno, dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat.

Pengusaha muda itu mengatakan, rakyat kecil cepat atau lambat harus menanggung kenaikan harga-harga kebutuhan pokok termasuk harga kebutuhan makanan seharihari rakyat kecil, seperti tahu dan tempe. Ia menilai, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Srikat yang berkepanjangan itu karena kelemahan fundamental ekonomi Indonesia, yaitu defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Kedua menurut dia, sektor manufacturing yang menurun dan pertumbuhan sektor manufacturing yang di bawah pertumbuhan ekonomi. [ads]

“Sektor manufacturing yang pernah mencapai hampir 30 persen Produk Domestik Bruto pada 1997, sekarang tinggal 19 persen PDB. Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan ekspor kita,” ujarnya. Ia menilai melemahnya fundamental ekonomi ini tidak terlepas dari kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi. Antara lain menurut dia, ketidakberhasilan pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor. Impor masih terus terjadi untuk komoditas pangan pokok, di antaranya beras, gula, garam, dan bahkan bawang putih.

Dia juga menilai pemerintah perlu lebih waspada dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengatasi keadaan yang dihadapi. “Antara lain, pertama, mendayagunakan ekonomi nasional untuk mengurangi impor pangan dan impor barang konsumsi yang tidak penting, bersifat pemborosan, dan barang mewah yang ikut mendorong kenaikan harga-harga bahan pokok,” katanya.

Kedua menurut dia, mengurangi secara signifikan pengeluaran-pengeluaran APBN dan APBD yang bersifat konsumtif, seremonial, dan yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *