);

Bisnis Waralaba Bakal Makin Menarik dengan Pelonggaran Aturan

Spread the love

INFOGOLFPLUS — Empat peraturan menteri perdagangan bakal segera dilonggarkan guna mendongkrak arus investasi dan jumlah pengajuan surat tanda pendaftaran waralaba (SPTW). Peraturan-peraturan tersebut meliputi Permendag No.53/2012 tentang Penyelenggaraa Waralaba, Permendag No.68/2012 tentang Waralaba dan Jenis usaha Toko Modern, Permendag No.7/ 2013 tentang Kemitraan Waralaba, dan Permendag No.70/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat perbelanjaan dan Toko Modern.

Kasubdit Distribusi Langsung dan Waralaba Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengungkapkan, selama ini pemerintah ingin menggenjot jumlah pendaftaran waralaba. Namun, akibat rumitnya peraturan, pengusaha mengalami kesulitan.

“Kita lihat saja, peraturan mana saja yang tidak relevan. Kalau tidak relevan, kenapa harus dipertahankan,” tuturnya, Selasa (28/8/2018).

Untuk itu, sebutnya, pemerintah–melalui Kemendag–bakal melonggarkan sejumlah aturan waralaba yang selama ini dianggap memberatkan pengusaha. Pertama, pemerintah akan menghilangkan batas maksimum jumlah gerai, yakni 150 untuk waralaba toko ritel modern dan 250 untuk waralaba kuliner.

“Dalam revisi, nanti kami hapuskan aturan batasan itu. Silakan saja kalau ada sektor usaha yang ingin berekspansi lebih jauh. Biarkan sektornya yang mengatur,” tegasnya.

Kedua, pemberi waralaba bakal diperbolehkan untuk menunjuk lebih dari satu penerima waralaba, tetapi dengan pembagian wilayah yang sudah disetujui dalam perjanjian usaha waralaba.

Dengan aturan master franchise agreement tersebut, ujarnya, pemberi waralaba dari luar negeri bisa ditanyai ketika hanya memberikan hak atau lisensi kepada satu penerima waralaba saja.

Ketiga, pemerintah bakal menghapus aturan mandatori penggunaan 80% produk dalam negeri untuk bahan baku, peralatan, dan barang dagangan waralaba.

Iqbal mengatakan, mandatori tersebut akan diganti menjadi ‘imbauan’ pengutamaan penggunaan barang /jasa produksi domestik. Selain itu, pelaku usaha wara laba akan diimbau untuk mengutamakan pengolahan bahan baku dari dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *