BI Permudah Aturan KPR

Spread the love

INFOGOLFPLUS — Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan kebijakan relaksasi aturan loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) untuk mendongkrak permintaan kredit bank.

Relaksasi LTV kredit properti ini rencananya keluar akhir Juni ini. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan baru LTV nanti akan mendorong kredit sektor properti dari sisi pembeli yang ingin berinvestasi properti, selain pembeli pertama properti.

Aturan ini menitikberatkan pada debitur no income rules, debitur yang diperbolehkan mengambil lebih dari satu fasilitas kredit. Debitur ini memiliki penghasilan lebih, setelah dikurangi cicilan dan biaya hidup.

Ada dua opsi relaksasi LTV yang disiapkan BI. Pertama, KPR inden dengan maksimal tiga fasilitas kredit bagi debitur no income rules. Skema ini memiliki tiga tahap pencairan, yakni sebesar 30% setelah tanda tangan akad kredit, lalu maksimal 90% setelah tutup atap selesai. Serta kredit cair 100% dari plafon kredit setelah akta jual beli (AJB) .

Opsi kedua, KPR inden dengan maksimal lima fasilitas khusus bagi debitur no income rules. Sedikit berbeda dengan yang pertama, skema ini memiliki tiga tahapan pencairan, yakni maksimal 25% setelah akad kredit, 90% setelah tutup atap selesai, dan 100% dari plafon kredit setelah AJB.

Khusus bagi debitur yang merupakan pembeli pertama properti, BI akan membebaskan uang muka atau down payment (DP) untuk fasilitas kredit pertama. Sedangkan, bagi debitur yang ingin mendapatkan fasilitas kredit kedua akan terkena LTV 80%-90%.

Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur BI menjelaskan, relaksasi ini akan menunggu hasil Rapat Dewab Gubernur bulanan pada 27-28 Juni ini. Sejauh ini, bank sentral masih terus mematangkan aturan LTV kredit properti ini agar tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *