PLN Berpotensi Kehilangan Rp10 Triliun Selama Lebaran & Cuti Bersama

Spread the love

INFOGOLFPLUS — Pendapatan PT PLN (Persero) bakal berkurang Rp10 triliun selama periode libur Lebaran dan cuti bersama.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan selama periode tersebut konsumsi listrik mengalami penurunan yang cukup besar karena banyaknya industri yang tidak beroperasi.

“Penjualan PLN pasti turun, rata-rata satu hari mungkin Rp800 miliar-Rp900 miliar. Kalau 2 minggu [libur] hampir Rp10 triliun kami bisa ke-hit,” ujar Syofvi di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Oleh karena itu, penambahan cuti bersama oleh pemerintah cukup membuat PLN kelimpungan. Mengatasi hal ini, perseroan pun melakukan strategi, salah satunya dengan menawarkan diskon kepada industri yang bersedia beroperasi selama libur Lebaran.

Sementara itu, perseroan juga tengah menghadapi kondisi yang cukup berat dengan adanya kenaikan harga minyak Indonesia (Indonesian crude price/ICP) dan pelemahan rupiah, sedangkan tarif listrik ditetapkan tidak naik.

Syofvi mengakui kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi PLN meningkat, namun peningkatan biaya tersebut masih berada di bawah kendali perseroan.

“Kalau terus berlanjut nanti bagian yang harus dimintakan ke negara terpaksa kami mintakan. Sekarang kan 35% [subsidi] negara, 65% nggak. Nah, yang 65% ini kami lihat [ajukan ke pemerintah atau tidak]. Kalau sekarang belum masih bisa bertahan,” katanya.

Kendati kondisi tahun ini cukup berat, perseroan masih optimistis target laba tahun ini sekitar Rp15 triliun-Rp17 triliun masih dapat tercapai.

“Kami harus lakukan yang terbaik,” ujar Syofvi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *