Pemerintah Jajaki Pinjaman Komersial untuk Tambal Defisit Rp325,94 Triliun

Spread the love

INFOGOLFPLUS — Pemerintah sedang menjajaki pinjaman dalam bentuk tunai (cash loan) dari sejumlah bank komersial luar negeri dalam mencari pendanaan untuk menutup defisit anggaran yang mencapai Rp325,94 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, dalam kerangka fleksibilitas pembiayaan dan antisipasi risiko ketidaktersediaan instrumen utang pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan pinjaman tunai.

“Optimalisasi pinjaman tunai juga dilakukan sebagai alternatif penerbitan surat berharga negara (SBN),” kata Sri Mulyani dalam pidato penyampaian jawaban tanggapan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonom Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) saat rapat paripurna di DPR Kamis (31/5) lalu.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Scenaider Siahaan mengatakan pinjaman tunai ini diberikan bank komersial yang tidak dikaitkan dengan program atau proyek.

Bank-bank yang dimaksud, di antaranya adalah bank komersial Eropa, Amerika Serikat, hingga Asia, terutama Jepang. Menurut Scenaider, banyak bank komersial luar negeri yang menawarkan cash loan.

“Itu akan kami eksekusi kalau semuanya bagus. Tahun ini,” tandasnya. Sayangnya, Scenaider masih enggan menyebut berapa jumlahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada situasi seperti saat ini, penarikan cash loan lebih menguntungkan.

Utamanya, lantaran bank-bank tersebut lebih stabil dan menawarkan bunga yang lebih murah. Sebab, perbankan tersebut tak bergantung pada kondisi pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *