Dirut Mandiri: Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara

Spread the love

INFOGOLFPLUS, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah mendekati Rp 14.000/US$. Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, dalam jangka menengah pelemahan rupiah yang terjadi bisa menimbulkan efek negatif. Namun dalam dua atau tiga tahun terakhir, bank sudah bersikap mendisiplinkan eksportir untuk melakukan natural hedging.

“Kami percaya kalau pelemahan rupiah ini bersifat sementara, karena kami melihat FFR [Fed Fund Rate/Suku Bunga Acuan AS) akan naik,” papar dia di acara Pemaparan Kinerja Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Ditambah pula pada April-Mei 2018 ini ada pembayaran dividen yang bisa menyebabkan tekanan rupiah dan hal tersebut normal.

Setelah pembayaran dividen, neraca pembayaran yang semua defisit akan kembali normal pada kuartal III-2018. Apalagi, BI sudah melakukan intervensi sehingga diharapkan pada akhir kuartal II-2018 nilai tukar rupiah akan bergerak normal dan kembali ke level confidence atau nyaman.

“Kami menilai, level confidence berada di angka Rp 13.700-Rp 13.900 per dolar AS,” papar dia.

Kemudian terkait kenaikan FFR, menurut Kartika tidak harus disikapi dengan kenaikan suku bunga kredit. Pasalnya, pergerakan suku bunga kredit di perbankan sangat terkait dengan likuiditas dan pertumbuhan kredit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *