Danny Masrin Raih Gelar Kedua Grand Final IGT

Setelah melalui pertarungan ketat dengan Fajar Win Nuryanto, Danny Masrin akhirnya bisa mengalungi gelar Grand Final Indonesian Golf Tour (IGT) di Gunung Geulis Golf & Country Club pada 19-21 Desember 2017. Turnamen penutup musim yang menampilkan 30 pegolf terbaik dari Indonesian Golf Tour ini menyediakan hadiah total Rp300 juta. Danny mencetak skor 66 (lima-di bawah par) di putaran akhir, sehingga total skornya adalah 203 (10-di bawah par), sedangkan Fajar menempati posisi kedua dengan skor total 206 (tujuh-di bawah par).

Danny sempat tertinggal satu pukulan dari Fajar yang membukukan skor total sementara delapan-di bawah par usai sembilan hole pertama. Namun, Danny berbalik unggul (dengan delpana-di bawah par) dari Fajar di hole 12 setelah ia mencetak birdie, sedangkan Fajar justru membuat bogey. Hole 13 dan 14 sempat menjadi ujian bagi Danny setelah bolanya di dua hole tersebut masuk air. Beruntung ia masih bisa menyelamatkan skor di dua hole tersebut dengan par.

“Hole 12 dan 13 menjadi titik balik saya. Hole 12 saya bisa birdie, sedangkan Fajar harus tiga putt. Jadi, saya unggul satu pukulan. Di hole 13, bola saya masuk air. Tetapi saya bisa satu putt untuk par. Di hole 14 bola saya kembali masuk air. Bola saya kemudian bisa masuk green di pukulan ketiga, dan jatuh hanya dua meter dari hole. Satu putt, masuk lagi. Save par. Dua hole ini menjadi momen penting saya untuk bisa seperti sekarang ini,” kata Danny.

Keberhasilan Danny lolos di hole 13 dan 14 ini bagi Fajar memang mengubah keadaan. Usai bogey di hole 12, Fajar masih belum mengibarkan bendera putih.

“Saya hanya tertinggal satu pukulan. Saya pikir ini tidak masalah. Lalu, bola dia masuk air di hole 13 dan bisa par. Saya masih yakin bisa mengejar. Di hole 14 bola Danny masuk air lagi. Ketika ia bisa membuat par lagi, baru saya berpikir sulit untuk mengejar dia. Benar saja. Ia menambah birdie di hole 15 dan 16,” kata Fajar.

Meski demikian, Fajar tidak terlalu kecewa karena permainannya tidaklah jelek. Justru Danny, menurut Fajar, bermain sangat bagus. Danny telah berhasil mengatasi momok empat hole terakhir yang selalu merusak skornya selama dua hari kemarin.

Posisi ketiga ditempati Indra Hermawan yang membukukan skor total 212 (satu-di bawah par), sedangkan Clement Kurniawan dan Adrian Halimi menduduki T4 dengan skor total 213 (even par).

Untuk kategori Lowest Amateur, Rifqi Alam secara mengejutkan meraih gelar bergengsi untuk amatir setelah mengungguli Almay Rayhan Yaquta dengan satu pukulan. Rifqi yang mencetak skor 68 (tiga-di bawah par) menyodok ke posisi T6 dengan skor total 214 (satu-di atas par). Sementara, Rayhan yang sempat even par hingga hole 16 tersandung di hole 17 dan 18 dengan dua bogey dan harus puas di posisi T8 dengan 215 (dua-di atas par).

Justin Rose Raih Gelar Indonesian Masters

Justin Rose asal Inggris menyelesaikan putaran akhir dengan skor 10-di bawah par (62) untuk memenangi Indonesian Masters presented by Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) and Telkom Indonesia pada Minggu.

Turnamen penutup musim Asian Tour itu terhambat beberapa kali karena cuaca buruk, tapi hal itu tidak mengganggu pegolf nomor enam dunia. Setelah menyelesaikan 10 hole putaran ketiga pada pagi hari, Rose kembali memulai putaran keempat setelah 30 menit kemudian beristirahat.

Pegolf nomor enam dunia membuka permainan pada putaran keempat ini dengan birdie pada hole ketiga sebelum melanjutkan laju kemenangannya dengan empat birdie berturut-turut dari hole lima dan eagle di hole kesembilan di the Royale Jakarta Golf Club.

Dominasi Rose tidak terganggu ketika ia menambah tiga birdie di empat hole berikutnya, membuat total skor menjadi 29. Peraih medali emas Olimpiade 2016 ini sempat bogey di hole 16, tetapi ia menghibur para penonton Royale Jakarta Golf Club dengan sebuah birdie di hole 18 untuk menang dengan skor total 29-di bawah par (259).

Ini merupakan raihan posisi kedua lainnya bagi pegolf Tahilan Phachara Khongwatmai di Indonesian Masters setelah membukukan skor apik 65 sementara pegolf Zimbabwe Scott Vincent menutup putaran empat dengan skor 69 untuk meraih posisi ketiga di turnamen penutup Asian Tour.

Sementara itu, pegolf India S. Chikkarangappa mengamankan kartu Tour, menggusur pegolf China Liu Yan-wei di posisi terakhir  61 dalam Order of Merit Asian Tour.

Order of Merit Gavin Green Siap Saingi Justin Rose, Brandt Snedeker di Indonesian Masters

Pemenang Asian Tour Order of Merit Gavin Green (Malaysia) tidak sabar untuk segera menunjukkan mengapa ia pantas disebut sebagai pemain terbaik Asia ketika Indonesian Masters presented by Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Telkom Indonesia yang dimulai Kamis besok.

Pegolf Malaysia memimpin kukuh dalam daftar pendapatan dan akan menerima trofi Order of Merit Asian Tour bergengsi secara resmi dalam Malam Penghargaan yang akan digelar usai putaran akhir turnamen.

Menjadi pegolf Malaysia pertama yang menyabet trofi bergengsi adalah satu kehormatan yang dicapai Green dengan kebanggaan. Karena itu, pegolf berusia 23 tahun termotivasi untuk menampilkan performa sebagai pegolf nomor satu Asia di Royale Jakarta Golf Club.

Pegolf Nomor 6 Dunia Justin Rose, yang akan bermain dengan Green dalam dua putaran pertama, akan melakukan debutnya di Indonesian Masters.

Pegolf Inggris berusia 37 tahun ini sudah menikmati musim 2017 yang gemilang yang dihiasi dengan dua kemenangan berturut-turut di China dan Turki. Meski ingin menutup akhir tahun dengan sebuah gelar lain di Jakarta, Rose tetap mewaspadai kekuatan dan kedalaman para pegolf Asian Tour, yang bisa menghalangi ambisinya menjadi juara pekan ini.

Brandt Snedeker, juara delapan kali PGA Tour, juga menyadari tantangan kuat yang akan dihadapinya ketika ia berambisi untuk mengakhiri masa tanpa gelarnya musim ini akibat cedera dengan hasil yang mengesankan di turnamen prestius yang menjadi penutup kalender Asian Tour musim ini.

Pegolf nomor satu Indonesia George Gandranata akan menjadi andalan tuan rumah yang diwakili 26 pegolf lokal.

Aktor Lee Jung Jin Akan Meriahkan Indonesian Masters

Di penghujung tahun 2017 ini, penggemar drama Korea akan digemparkan dengan kedatangan aktor Lee Jung Jin di Indonesia. Jung Jin sapaan akrabnya merupakan aktor drama hits K2 yang dimainkan bareng aktor ternama Ji Chang Wook. Kedatangan Jung Jin ke Indonesia, untuk berpartisipasi di tournament bergengsi Indonesian Master yang dipersembakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Telkom, akan hadir di Royale Golf Club Jakarta pada tanggal 14-17 Desember.

“Saya sangat antusias sekali untuk berpartisipasi langsung di turnamen Indonesian Masters. kedatangan saya kesini juga untuk menjadi caddy bagi sahabat saya Nam Young yang bertanding di turnamen ini”. Ujar Lee Jung Jin

Jung Jin mengenal baik sahabatnya sejak Young Nam berusia 14 Tahun, hingga sekarang menjadi salah satu pemain golf professional. Turnamen yang diadakan di Halim tersebut, merupakan kali pertama bagi Jung Jin mencoba menjadi caddie, hal ini diakui Jung Jin membuatnya gugup. Jung Jin rajin berolah raga untuk mempersiapkan kebugaran tubuhnya saat menjadi caddie.

Selain menjadi aktor di Korea, Jung Jin juga mempunyai hobi bermain golf seperti sahabatnya. Pemain rangking Top 10 dunia Jason Day dan Scott Hend merupakan idolanya. Kurang lebih 2 kali dalam sebulan Lee Jung Jin menyempatkan diri untuk bermain golf di Wellington Golf Club dan Jisan Forest Golf Club, South Korea sebagai lapangan golf favorit nya.

Kedatangan Lee Jung Jing ke Indonesia bukan pertama kalinya, sebelumnya dia pernah datang ke Indonesia untuk berlibur di Pulau Dewata Bali, dan pada saat itu Lee Jung Jin merasakan berbagai makanan khas lokal seperti nasi goreng dan mengakui jatuh cinta pada Indonesia.

laki-laki penggemar K-pop 2pm dan Twice ini mengatakan “Saya suka negara Indonesia, negara Indonesia itu indah. Selain itu saya sangat suka makanan disini terutama nasi goreng dan mie khas Indonesia, itu makanan yang sangat enak”. Ungkap Lee Jung Jin.

Dan di dalam percakapan interview dengan Panitia Indonesian Masters, Jung Jin ingin menyampaikan pesan untuk penggemarnya di Jakarta.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia karena sangat mendukung drama Korea, K-pop dan juga saya sendiri. Saya sangat menantikan berkunjung ke Jakarta untuk pertama kalinya dan melihat langsung turnamen Indonesian Masters. Saya mengharapkan yang terbaik untuk pertandingan Indonesian Masters ini dan jika saya mendapatkan undangan lagi untuk kembali ke Indonesia saya pasti akan senang hati untuk datang dan berkunjung lagi”. Tambah Lee Jung Jin

Jung Jin akan berada selama 4 hari di tournament Indonesian Masters, bagi penggemar aktor ganteng ini, yang ingin langsung melihat dan foto bersama dengan Jung Jin bisa langsung datang ke tournament Indonesian Master di Royal Golf Club Jakarta, terbuka untuk umum dan tanpa ada biaya masuk. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung ke Instagram dan facebook @indonesianmaster.

Poom Saksansin Siap Pertahankan Gelar Indonesian Masters

Pegolf asal Thailand Poom Saksansin yakin bahwa kesabaran akan menjadi kunci kesuksesan dalam mempertahankan gelarnya saat turnamen Indonesian Masters yang dipersembahkan Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Telkom kembali digelar sebagai ajang penutup musim Asian Tour bulan depan.

Pria berwajah manis yang berusia 24 tahun tersebut, yang telah memikat banyak orang baik di dalam maupun di luar lapangan golf melalui penampilannya yang seperti anak-anak serta peforma permainannya yang memukau, melaju dengan nyaman setelah berhasil mencetak kemenangan lima pukulan untuk mencatat terobosan pertamanya di Royale Jakarta Golf Club tahun lalu.

Ia berencana untuk menerapkan strategi kemenangan yang serupa saat kembali untuk mempertahankan gelarnya di turnamen senilai US$750.000 yang akan digelar pada 14-17 Desember tersebut.

“Setiap kali saya bermain di sebuah turnamen, saya mencoba untuk melakukan permainan saya sendiri dan tidak memikirkan apa yang akan dilakukan pemain lain.

“Saya berusaha untuk menjaga fokus dan tetap sabar. Begitulah cara saya memenangkan Indonesian Masters tahun lalu dan saya berencana untuk melakukan hal yang sama lagi minggu depan,” kata Poom.

Diadakan untuk pertama kalinya pada tahun 2011, turnamen Indonesian Masters telah menarik perhatian para pemain terbaik dunia dan dijuarai oleh sejumlah pegolf ternama.

Pegolf asal Inggris Lee Westwood telah memenangkan turnamen tersebut tiga kali, di tahun 2011, 2012 dan 2015, sementara Bernd Wiesberger dari Austria berhasil meraih gelar juara di tahun 2013 dan Anirban Lahiri dari India di tahun 2014.

Selain menjadi ajang penutup musim Asian Tour dimana sang juara Order of Merit akan dinobatkan, Indonesian Masters merupakan babak ketiga dari Panasonic Swing, sebuah rangkaian kompetisi poin agregat yang mencakup lima kejuaraan, diadakan di Thailand, Malaysia, India, Indonesia dan Jepang.

Para peserta Asian Tour akan bersaing untuk meraih bagian dari bonus pool menarik Panasonic Swing, sementara pemenang Indonesian Masters akan menerima setidaknya 20 poin Official World Golf Rankings dan mendapatkan undangan untuk bermain di WGC, Bridgestone Invitational di tahun 2018.

“Indonesian Masters adalah acara terakhir untuk tahun ini dan saya ingin menutup tahun 2017 dengan sangat baik. Saya menang sekali di India tahun ini dan juga telah menikmati sejumlah hasil yang baik. Jadi, saya kembali mengharapkan pekan yang baik di Jakarta,” ungkap Poom.

Juara Major Justin Rose dari Inggris bersama juara delapan kali US PGA Tour Brandt Snedeker dari Amerika, akan menjadi sorotan utama pada turnamen Indonesian Masters bersama jajaran pemenang merit Asian Tour yang meliputi Scott Hend dari Australia, Kiradech Aphibarnrat dan Thaworn Wiratchant dari Thailand serta David Lipsky dari Amerika Serikat.

Dua pegolf ternama Thailand Kiradech Aphibarnrat dan Thongchai Jaidee juga akan membawa kekuatan bintang mereka ke Indonesian Masters.

Thongchai memegang tiga gelar juara Asian Tour Order of (2001, 2004, 2009), sementara Kiradech merupakan pemenang dua kali Asian Tour, yang juga sempat menjadi pegolf nomor satu Asia pada tahun 2013.

“Saya tak sabar untuk kembali ke Jakarta dan bermain di Indonesian Masters yang merupakan acara terakhir di Asian Tour. Setiap tahun, saya berusaha untuk memenangkan setidaknya satu gelar. Jadi mudah-mudahan saya bisa melakukan hal tersebut di Indonesian Masters,” kata Kiradech.

BRI RUN 2017 Bogor Series Akan Digelar, Ini Syarat untuk Ikut

INFOGOLFPLUS–Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana tahun lalu dengan diikuti ribuan pelari, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., kembali mengadakan event lari berskala nasional dengan lebih besar dan tahun ini bertajuk BRI RUN 2017 Bogor Series. Lomba lari yang diadakan dalam rangka hari jadi BRI ke-122 ini akan dimulai dan diakhiri di kawasan Kebun Raya Bogor, serta terbuka diikuti segenap lapisan masyarakat secara gratis.

Dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Bank BRI Suprajarto beserta jajaran Direksi Bank BRI, event BRIRUN 2017 Bogor Series kali ini akan menyajikan pengalaman olahraga atletik yang berbeda dengan event sebelumnya, yakni dengan menghadirkan kategori jarak lari half marathon estafet (ekiden) untuk pasangan sejauh 21 kilometer (21K). Selain itu, terdapat kategori lari jarak 21K untuk umum, nomor olympic distance 10K dan fun race 5K.

Ditemui di acara saat jumpa pers BRI RUN 2017 Bogor Series di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (6/12), Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso merasa bangga dengan sambutan dan animo masyarakat terhadap penyelenggaraan BRIRUN 2017 yang menginjak tahun kedua ini.

“Kami bangga bisa kembali menyelenggarakan lomba lari berskala nasional secara gratis untuk seluruh lapisan masyarakat yang mencintai gaya hidup sehat (healthy lifestyle). Lebih jauh, karena tahun ini turut hadir Bapak Presiden RI Joko Widodo akan bergabung dengan Ibu Menteri BUMN Rini Soemarno,” ungkap Hari Siaga.

Olahraga lari merupakan salah satu olahraga yang paling popular di dunia dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari melangsingkan hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Selain karena tidak memerlukan keahlian khusus dan peralatan yang mahal, olahraga ini telah menjadi salah satu olahraga yang cepat dikenal di semua kalangan masyarakat. Bahkan tidak sedikit komunitas pelari terlahir dan menjadikan olahraga lari sebagai bagian dari gaya hidup para anggotanya. Uniknya, kegiatan lari di Indonesia bukanlah sekadar ajang kompetitif untuk beradu cepat mencapai garis finish, melainkan juga menjadi ajang kegembiraan dan berkumpulnya sahabat, kerabat serta komunitas.

BRIRUN 2017 Bogor Series akan mengambil tempat acara di sekitar Kebun Raya Bogor, Jawa Barat dimulai pada pukul 04.30 WIB-selesai dengan target peserta mencapai 4.750 pelari untuk 4 kategori jarak tempuh yakni fun run 5K, olympic distance 10K, half marathon 21K reguler serta 21K estafet/ekiden. Peserta akan terbagi menjadi 500 pelari di kategori 21K, 2.000 pelari di nomor 10K dan 2.500 pelari di kelas 5K.

“Tahun ini, salah satu keunikan baru dari ajang ini adalah hadirnya kategori lari baru half marathon 21K estafet (ekiden) untuk pasangan pria dan wanita. Kami sengaja mensyaratkan pasangan pria dan wanita untuk memberi kesempatan yang seimbang bagi peserta. Selain itu, seluruh peserta BRIRUN di cover oleh asuransi jiwa BRILife dengan uang pertanggungan maksimal Rp.10 Juta,” papar Hari Siaga.

BRIRUN 2017 Bogor Series ini memperebutkan hadiah total Rp.243 juta, dengan hadiah utama masing-masing berupa Tabungan BritAma senilai Rp.20 juta untuk juara pertama kategori half marathon 21K umum dan 21K ekiden, Rp.15 juta untuk kampiun olympic distance (10K) dan Rp.10 juta untuk peserta yang finish pertama di kategori fun race (5K). Selanjutnya, juara kedua dan ketiga 21K akan mendapat hadiah Tabungan BritAma senilai Rp.15 juta dan Rp.10 juta. Untuk juara kedua dan ketiga 10K akan mendapat Tabungan BritAma senilai Rp.10 juta dan Rp.7 juta. Sementara pemenang kedua dan ketiga di nomor 5K akan mendapat hadiah Rp.7 juta dan Rp.5 juta. Selain itu, peserta berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah hiburan yang bernilai ratusan juta rupiah. Di ajang ini pun akan dibagikan 4.750 medali untuk finisher pertama dan 20 medali untuk pemenang.

Untuk acara ini pendaftaran peserta kembali dilakukan secara interaktif melalui microsite www.brirun.com. Selanjutnya peserta diajak mengunduh aplikasi smartphone BRIRUN 2017. Melalui aplikasi ini, peserta akan dipandu melalui rute-rute yang telah dipersiapkan sebelumnya, melalui fitur BRIRUN Route. Untuk pengambilan tanda peserta serta race pack panitia menyediakan tempat di Ballroom Kuningan City – Lantai Dasar (GF) pada 7-8 Desember 2017pada 11.00 WIB – 20.00 WIB dengan membawa e-ticket dan ID yang berlaku. Setiap peserta akan diberikan racepack menarik berupa kaos lari, tas ransel dan kartu BRIZZI bersaldo. BRIRUN juga didukung aplikasi khusus yang bisa diunduh di Google Play dan i-Store mulai tanggal 1 Desember 2017.

Indonesian Masters Akan Makin Seru dengan Tampilnya Brandt Snedeker

Brandt Snedeker, pegolf peraih kemenangan delapan kali di US PGA Tour, memastikan akan ambil bagian dalam turnamen Indonesian Masters yang dipersembahkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN) dan Telkom Indonesia.

Snedeker, yang berusia 36 tahun, bergabung bersama teman baiknya Justin Rose asal Inggris di turnamen berhadiah US$750.000 tersebut—yang akan dimainkan di Royale Jakarta Golf Club dari 14-17 Desember.

Untuk pertama kalinya, turnamen ini akan menjadi penutup musim dari rangkaian Asian Tour juga untuk menentukan siapa pegolf yang akan meraih gelar Asian Tour Order of Merit. Oleh karena itu, ajang ini diharapkan mampu menunjukkan jajaran pegolf terkuatnya.

Snedeker saat ini berada di peringkat ke-49 pada Official World Golf Ranking (OWGR) dan salah satu alasannya bermain di ajang bergengsi ini adalah untuk memastikan dirinya menutup tahun ini dengan menduduki peringkat 50 besar—yang akan memberikannya tempat di turnamen Major dan ajang menarik lainnya di musim berikutnya. Turnamen ini merupakan acara terakhir tahun ini di tur manapun di seluruh dunia dengan perolehan poin OWGR yang signifikan.

“Indonesian Masters merupakan ajang besar dengan reputasi yang hebat sehingga saat kesempatan untuk bermain di sana datang, saya terima kesempatan tersebut dengan penuh semangat,” kata pegolf asal Amerika itu.

“Ini adalah acara di akhir musim, dengan jajaran pemain yang hebat dan daftar pemenang yang mengesankan. Saya bisa saja bermain di sejumlah acara lain untuk menutup musim ini namun saya memilih turnamen ini. Turnamen ini memiliki reputasi dan profil yang berkembang di Asian Tour.

“Saya sangat beruntung memiliki kesempatan ini untuk mengamankan tempat saya di peringkat 50 besar dunia, akan tetapi saya juga sangat senang bisa bermain di tempat yang baru bersama teman baik saya Justin (Rose).”

Nama Snedeker melambung setelah menjuarai FedEx Cup 2012 yang menjadi penutup rangkaian Kejuaraan Tur tahun tersebut.
Snedeker meraih kemenangan terakhirnya di Farmers Insurance Open di US PGA Tour dan Fiji International di PGA Tour of Australasia.

Ia juga pernah ambil bagian dalam dua kali penyelenggaraan Piala Ryder, termasuk bermain untuk Amerika Serikat saat tim tersebut meraih gelar juara tahun lalu.
Dan Snedeker juga sempat meraih gelar Major dalam beberapa kesempatan terutama saat ia menduduki posisi ketiga bersama sejumlah pegolf lainnya dalam turnamen US Masters 2008 dan Open Championship 2012.