Berpetualang Golf dengan IndoGolf Passport

Kini zamannya serba aplikasi. Mau apa saja tinggal pesan lewat aplikasi di smartphone. Ini berlaku juga di dunia golf. Kini hadir di Indonesia aplikasi IndoGolf Passport, di mana Anda bisa memesan permainan golf, belajar golf, melakukan perjalanan golf, dan ikut turnamen golf bergengsi dalam satu aplikasi.

Aplikasi ini dikembangkan oleh David Kurniawan, seorang ahli manajemen Golf & Boutique Resorts. Ia menjadi pendiri China Hospitality Synergy Company di Beijing pada 2011.  Karena gairahnya yang tinggi terhadap golf dan komunitas, dia masih menjadi anggota aktif Indonesian Chambers of Commerce – Beijing Chapter dan aktif sebagai Sekjen Indonesian Diaspora Network Global di China.

David meninggalkan Indonesia dan menetap di Tiongkok sejak 1999. Sejak 2016, David mulai terlibat dalam banyak perkembangan proyek luxury golf & resort di Tiongkok. Sebagai seorang profesional dalam industri golf & resort management, David dipercaya oleh Jack Ma, pendiri Alibaba ketika ia memimpin pembukaan legenda golf resort Tiongkok, Fuchun Resort di Hangzhou dan Robin Li, Ketua Google China – Baidu. Dengan perkembangan ekonomi Tiongkok yang super cepat, David mengalami dan membuktikan sendiri pertumbuhan para wirausahawan muda di Tiongkok.

David yakin bahwa ia dapat membentuk koneksi antara negaranya Indonesia dan pertumbuhan luar biasa dari para pelancong di Tiongkok, sehingga ia dapat mendukung terciptanya peningkatan dalam wisata golf di Indonesia. Menjadi anggota aktif dari Indonesia Chambers of Commerce (Inacham) di Tiongkok, David menetap di Beijing. David telah terlibat aktif dalam Aktivitas Promosi Wisata Indonesia yang diselenggarakan di Tiongkok. Pada tahun 2017, David ditunjuk sebagai Secretary General of Indonesia Diaspora Global – Tiongkok.

Mimpi utama David adalah memperkenalkan wisata golf Indonesia kepada para pegolf di Tiongkok. David mulai mempersiapkan model bisnis dan secara aktif membahas konsep yang ia tulis kepada para pegolf, alumni MBA dari Tsinghua University di Beijing yang merupakan anggota golf paling aktif di Tiongkok, channel wisata, termasuk Garuda Indonesia dan perusahaan travel lainnya serta berbagai lembaga keuangan. David menerima masukan dari para General Manager untuk Indonesia Golf Courses karena ia ingin sistemnya dapat membantu mereka meningkatkan value dari lapangan golf.

Begitu David menyelesaikan rencana bisnisnya, David mencari mitra yang dapat membantu mewujudkan mimpinya. David ingin menciptakan “made-in-Indonesia” untuk negara tercintanya Indonesia dan teman-teman Indonesianya.

David mengingat bos terdahulunya di Jakarta yang menjalankan bisnis dalam bidang pengembangan software selama lebih dari 35 tahun, Ir. Hidayat Tjokrodjojo, pendiri PT Realta Chakradarma dan mencetuskan idenya tersebut kepada sahabat karibnya di Jakarta, pemilik Rarampa Manadonese Restaurant. Idenya disambut dengan antusias dan mereka bertiga merancang aplikasi mobile dan situs IndoGolf Passport, yang di-soft launch pada 29 November 2017.

David sudah lama mengenal Nicklaus Company. Telah menjalin hubungan selama hampir 9 tahun dengan perusahaan tersebut, David mengundang Ted Simons, COO Nicklaus Academies untuk mendukungnya dengan memperkenalkan filosofi dan pendekatan Nicklaus kepada para pegolf Indonesia. Jack Nicklaus Academy of Golf, Jakarta (JNAG) akan dibuka pada awal 2018 di Gading Raya Golf & Country Club. David juga mengundang pengajar golf proresional yang ia temui di St. Andrew’s Old Course Hotel, Chris Marrs, COO Jack Nicklaus Academy of Golf Indonesia yang akan memastikan kualitas pengajaran dan perkembangan akdemi golf tersebut di Indonesia. Dengan tim yang solid dan berpengalaman, David yakin bahwa IndoGolf Passport akan membawa value ke dalam permainan golf dan pengajaran golf di Indonesia. Fokus utamanya adalah memperkenalkan Junior Golf Education dan International Golf Tournament, Nicklaus Teaching Standards kepada setiap orang yang meyakini golf sebagai suatu olahraga dan golf sebagai cara agar orang saling terhubung. Jack Nicklaus Academy of Golf, Jakarta juga akan membantu pengajar golf profesional melalui program sertifikasi pengajaran golf.

JNAG Jakarta merupakan yang pertama di Indonesia dan sekarang merupakan bagian dari 25 fasilitas di berbagai belahan dunia.

 

Istri Justin Rose Akan Debut sebagai Caddy di Indonesian Masters

Pegolf peringkat enam dunia asal Inggris Justin Rose mengumumkan bahwa ia akan bermain di ajang golf Indonesian Masters  di Jakarta, yang juga merupakan rangkaian akhir Asian Tour. Turnamen yang memiliki total hadiah US$750.000 akan diadakan di Royale Jakarta Golf Club dari tanggal 14 hingga 17 Desember. Justin Rose juga mengumumkan bahwa istrinya akan menjadi caddy-nya pada turnamen tersebut.

“Saya menikmati bermain di Asia, istri saya Kate Philips akan bertugas sebagai caddy bagi untuk saya di turnamen Indonesian Masters yang berlangsung bulan depan, hal ini merupakan sebuah cara yang tak biasa untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami,” ujar Justin Rose.

Ini merupakan kali pertama bagi istri Rose menjadi caddy bagi suaminya, mengakhiri jadwal sibuk sang juara Olimpiade, yang mencatat 273 pukulan di lapangan Hong Kong Golf Club dengan par 70.

“Ini adalah ulang tahun pernikahan kami, jadi ini akan menjadi tantangan yang berbeda, saya ingin mengakhiri turnamen dengan gaya yang luar biasa karena akan ada banyak peserta yang bersaing demi mencatat minggu yang baik dan ini memang merupakan minggu yang penting bagi begitu banyak pegolf.” tambah Justin.

Pegolf berusia 37 tahun tersebut menjadi pemain profesional pada tahun 1998 dan memasuki jajaran peringkat elit pada tahun 2007, saat ia menduduki posisi puncak di daftar peraih European Tour dengan pendapatan terbanyak. Satu hal yang menjadi sorotan dari karirnya tentunya adalah kemenangannya di U.S. Open 2013 yang diadakan di Merion Golf Club. Tahun ini, ia nyaris meraih gelar Masters Tournament setelah kalah dari Serio Garcia dalam babak sudden-death playoff.

Justin menceritakan bahwa pengetahuan istrinya Kate Philips, yang juga merupakan mantan pesenam Inggris ini juga mahir dalam membaca green. Pengetahuan Kate terhadap dunia golf, sama hebatnya seperti pengetahuan anaknya yang baru berusia delapan tahun.

“Bagi saya, turnamen nanti adalah minggu yang menyenangkan untuk terus bermain sebelum Natal, saya dan istri saya menganggap semua ini sebagai perjalanan yang menyenangkan.” ujar Rose.

Rose tengah bermain dalam performa terbaiknya setelah menjuarai Turkish Airlines Open tujuh hari setelah memenangkan ajang WGC – Champions di Shanghai pada akhir Oktober. Rose tentunya ingin menutup tahun ini dengan cara yang gemilang dengan menambahkan gelar Indonesian Masters ke daftar prestasinya yang mengesankan, yang mencakup medali emas golf di Olimpiade Rio 2016.

Cameron Davis Kalahkan Jason Day, Jordan Spieth

Kejutan datang dari Australian Open.

Cameron Davis tertinggal enam pukulan saat memasuki putaran final, tapi dia menyelesaikannya dengan baik dan menang satu pukulan pada Australian Open di hari Minggu, mencetak 7-under 64, termasuk satu birdie di hole 18 dan satu eagle setelah memasukkan pukulan approach dari jarak 100 meter.

Pemain bintang — Jason Day dan Jordan Spieth — berada di 10 teratas, tapi tak berhasil meraih piala Stonehaven Cup di pengujung hari final itu.

“Terasa sedikit kaku sih,” kata Davis. “Saya tak menyangka bisa berada di situasi ini.”

Davis memulai final itu di enam grup depan dari grup final yang meliputi Jason Day. Ketika Davis finis dengan skor 64, dia mesti menunggu lebih dari satu jam, sebagian besar dihabiskan di practice range untuk berjaga-jaga jika ada playoff.

Pemain usia 22 tahun asal Australia ini finis dengan 11 under total 273 di The Australian Golf Club, di mana angin yang kuat dan tak terduga membuat sulit para pemain dalam untuk mencetak skor rendah.

Jason Day membuat double bogey di hole 9 setelah pukulan bunker fairway-nya meleset dan malah masuk air.

“Saya tak memainkan putaran terbaik saya dan jelas bukan hasil yang hebat di putaran final dengan 2-over ketika memimpin,” kata Day. “Cameron kembali bangkit dan bermain cemerlang.”

Spieth, yang berusaha meraih kemenangan ketiga di Australian Open dalam empat tahun, finis dengan 4-under 67, termasuk satu eagle di terakhir. Dia berada di posisi kedelapan, lima pukulan di belakang Davis.

Donald Trump, Tiger Woods dan Dustin Johnson Terlihat Merumput di Lapangan Sang Presiden

President Donald Trump, Tiger Woods dan Dustin Johnson terlihat bermain golf di lapangan Mar-A-Lago milik sang presiden di Florida Selatan.

Beberapa orang pengguna medsos beruntung bisa mengabadikan momen ini.

Dan beberapa foto lainnya…

Justin Rose Akan Tampil di Indonesian Masters

Justin Rose, peraih 10 gelar European Tour dan juga mantan juara U.S. Open, akan menunjukkan kebolehannya dalam ajang Indonesian Masters yang dipersembahkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Telkom, ungkap para penyelenggara turnamen tersebut Selasa (21/11).

Pegolf asal Inggris tersebut tengah bermain dalam performa terbaiknya setelah menjuarai Turkish Airlines Open tujuh hari setelah memenangkan ajang WGC – Champions di Shanghai pada akhir Oktober. Rose tentunya ingin menutup tahun ini dengan cara yang gemilang dengan menambahkan gelar Indonesian Masters ke daftar prestasinya yang mengesankan, yang mencakup medali emas golf di Olimpiade Rio 2016.

Turnamen Indonesian Masters yang memiliki total hadiah US$750.000 akan diadakan di Royale Jakarta Golf Club dari tanggal 14 hingga 17 Desember. Tahun 2017 menandai musim ketujuh dari turnamen golf paling bergengsi di Indonesia.

Turnamen yang menjadi penutup musim Asian Tour ini akan menentukan gelar juara Asian Tour Order of Merit (OOM). Juara OOM akan meraih tempat di The Open Championship dan Kejuaraan WGC – Mexico. Pegolf yang menduduki posisi kedua di daftar Merit juga akan mendapatkan tempat di Kejuaraan WGC – Mexico.

Indonesian Masters juga merupakan babak ketiga dari Panasonic Swing, sebuah rangkaian kompetisi poin agregat yang mencakup lima putaran – di Thailand, Malaysia, India, Indonesia, dan Jepang – dimana para pemain Asian Tour akan bersaing untuk meraih bagian dari total bonus yang menarik.

Pemenang Indonesian Masters akan menerima setidaknya 20 poin Official World Gold Ranking (OWGR), jumlah poin tersebut ditingkatkan dikarenakan status turnamen tersebut sebagai ajang utama Asian Tour. Indonesian Masters juga merupakan acara terakhir di tahun ini di tur manapun di seluruh dunia dengan perolehan poin yang signifikan; sehingga para pemain akan berlomba-lomba untuk menduduki 50 peringkat teratas di akhir tahun yang memungkinkan mereka untuk mengikuti turnamen Major serta ajang bergengsi lainnya.

Selanjutnya, peraih gelar juara Indonesian Masters akan menerima undangan untuk bermain di kejuaraan WGC – Bridgestone Invitational di tahun 2018. Pada intinya, ada banyak keuntungan yang dapat diraih dengan bermain di ajang Indonesian Masters.

“Bermain di salah satu acara perdana Asian Tour dan bermain di Indonesia untuk pertama kalinya akan menjadi cara yang baik bagi saya untuk mengakhiri tahun ini. Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat menarik,” ujar Rose.

Pegolf berusia 37 tahun tersebut menjadi pemain profesional pada tahun 1998 dan memasuki jajaran peringkat elit pada tahun 2007, saat ia menduduki posisi puncak di daftar peraih European Tour dengan pendapatan terbanyak. Satu hal yang menjadi sorotan dari karirnya tentunya adalah kemenangannya di U.S. Open 2013 yang diadakan di Merion Golf Club. Tahun ini, ia nyaris meraih gelar Masters Tournament setelah kalah dari Serio Garcia dalam babak sudden-death playoff.

“Ini merupakan tahun yang luar biasa dengan dua kemenangan yang saya raih sekaligus dan saya berharap bisa mencetak hattrick juara di tahun 2017 dalam turnamen Indonesian Masters,” tambah Rose, yang mewakili Eropa dalam empat Ryder Cup terakhir dan dijuarainya pada tahun 2008, 2012 dan 2014.

Pada hari Minggu lalu di kompetisi DP World Tour di Dubai, Justin meraih peringkat keempat dengan 4 pemain lainnya yaitu Dean Burmester, Dylan Fritelli, dan Sergio Garcia. Walaupun Ia sangat ingin memenangkan turnamen tersebut dengan meraih gelar Race to Dubai, tapi akhirnya Ia harus puas dengan meraih peringkat kedua.

“Kita dapat melihat Justin Rose bermain dalam performa terbaiknya di Indonesian Masters,” kata Jimmy Masrin, Pendiri Indonesian Masters dan Ketua dari Asian Tour.

“Turnamen ini memiliki tradisi untuk menarik sejumlah pemain terbaik di olahraga golf dan tak terkecuali tentunya tahun ini. Justin adalah seorang juara Major dan peraih medali emas Olimpiade, jadi kita akan menyaksikan sebuah permainan yang hebat,” tutup Jimmy.

Rookie Austin Cook Juara RSM Classic

Pemain rookie Austin Cook meraih kemenangan pertamanya di PGA Tour pada turnamen RSM Classic di Seaside Course, Sea Island Golf Club, Georgia. Padahal ini baru penampilan ke-14 kalinya di tur.

Cook memimpin sepanjang 36 hole dan tidak pernah kendur sejak itu. Cook membuat birdie spektakuler dengan memasukkan putt 14 kaki di hole ke-71 sehingga dia unggul tiga pukulan. Dia membuat birdie lagi di hole akhir sehingga mengumpulkan total 21 under.

Dengan kemenangan ini, pemain 26 tahun tersebut mendapat tiket bermain di Augusta National.

Pemain rookie Austin Cook unggul satu pukulan di RSM Classic

Pemain rookie PGA Tour Austin Cook mencetak 8-under 62 untuk memimpin satu pukulan atas Brian Gay di putaran kedua RSM Classic pada Jumat.

Pemain usia 26 tahun ini memasukkan putt enam kaki di hole terakhir untuk birdie kedelapannya di hari itu. Austin finis total 14 under di Sea Island Golf Club, daerah pantai Georgia.

“Kecepatan green-nya bagus jadi up and down juga baik. Saya mampu memukul hingga dekat lubang jadi saya dapat melakukan putt tanpa stres. Tapi beberapa putt yang saya lakukan cukup jauh sehingga saya cukup par saja,” katanya.

Tiga pemain – Chris Kirk, Vaughn Taylor dan pemain Taiwan Pan Cheng-tsung – berbagi tempat ketiga di 9-under.