Tips Pukulan Approach dari Justin Rose

Justin Rose baru saja menjuarai WGC-HSBC Champions di Shanghai, mengalahkan No. 1 Dunia Dustin Johnson. Melalui saluran Golf Digest, Justin Rose berbagi tips cara melakukan approach shot agar menghasilkan pukulan yang lebih kencang dan stabil.

  • Saat di puncak backswing, Justin menjaga agar tubuhnya tetap terarah (terkunci) ke target hingga setengah ayunan ke bawah.
  • Justin merasa seakan dirinya membiarkan lengan kirinya terjatuh dari dadanya saat dia mengarah ke target. Ini penting untuk menjaga ritme kesabaran sejak dari puncak backswing sehingga tidak terburu-buru berputar.
  • Dengan posisi menunggu hingga lengan kiri terjatuh setengah jalan ke bawah, Justin dapat menyiapkan pukulan yang lebih stabil dan cepat.

Sempat Tertinggal 8 Pukulan, Justin Rose Menang di WGC-HSBC Champions

Pemain Inggris Justin Rose membalikkan keadaan yang tadinya tertinggal delapan pukulan kemudian menyusul dan menjuarai  WGC-HSBC Champions pada hari Minggu.

Peraih medali emas Olimpiade ini memulai hari final di urutan keempat sementara No.1 Dunia Dustin Johnson asal Amerika sepertinya bakal keluar sebagai juara karena telah unggul enam pukulan.

Keadaan berbalik dramatis dengan Johnson yang mengalami kesulitan dalam penyelesaian permainannya. Tidak seperti tiga hari sebelumnya di mana dia mengumpulkan total 22 birdie, DJ gagal mendapatkan satu birdie pun di hari yang menentukan itu.

Rose masih tertinggal enam pukulan hingga hole 9 tapi dia mencetak lima birdie dalam sembilan hole terakhir sehingga mencatat 5-under 67. Skor total 14-under 274 sudah cukup memberi dia kemenangan dua pukulan atas Dustin Johnson, Henrik Stenson dari Swedia, dan Brooks Koepka  asal AS, yang berbagi tempat kedua.

Panuphol Pittayarat Angkat Trofi Indonesia Open

Pemain muda Thailand Panuphol Pittayarat menyelesaikan 25 hole pada Minggu untuk meraih kemenangan lima pukulan pada Indonesia Open di Pondok Indah Golf Course. Dia berhasil memenangi gelar pertamanya di Asian Tour pada turnamen yang terganggu cuaca buruk itu.

Panuphol, 24 tahun, kembali bermain di pagi hari untuk menyelesaikan tujuh hole putaran ketiga di mana dia mengumpulkan 5-under 67 untuk memimpin tiga pukulan menuju putaran final.

Di putaran final Panuphol mencetak skor 65 sehingga mengumpulkan total 23-under-par 265 pada turnamen senilai US$300,000 itu.

Rekan senegaranya Tirawat Kaewsiribandit berada di tempat kedua dengan skor final 67 sementara Jazz Janewattananond dan Namchok Tantipokhakul, juga dari Thailand,  berbagi tempat ketiga.

Sementara itu, andalan tuan rumah Rory Hie menempati posisi ke-12 dengan skor total 277 (-11).

Indonesia Open: Panuphol Pittayarat Pertahankan Posisi Atas

Panuphol Pittayarat dari Thailand menghasilkan tiga birdie di 11 hole untuk memperpanjang keunggulan hingga tiga pukulan sebelum permainan dihentikan karena cuaca buruk di Indonesia Open, Sabtu.

Putaran ketiga turnamen Asian Tour senilai US$300,000  itu dihentikan sementara pada pukul 12:42 karena hujan lebat. Panitia kemudian memutuskan untuk menghentikan permainan pada pukul 16.30 karena ancaman petir di Pondok Indah Golf Course.

Total 57 pemain akan melanjutkan putaran ketiga pukul 6:30 pada hari ini dengan putaran final dijadwalkan pukul 7:20. Hanya sembilan pemain yang menyelesaikan putaran ketiga kemarin.

Pemain andalah lokal Rory Hie naik hingga berjarak lima poin dari pemimpin skor setelah dia menghasilkan 6 under hari itu dengan satu hole tersisa. Dia pemain Indonesia yang berposisi terbaik di papan skor.

 

Dustin Johnson Cetak 63 untuk Memimpin di WGC-HSBC Champions

Dustin Johnson membuat birdie di empat hole terakhirnya pada Jumat untuk mencapai 13 under dan memimpin satu pukulan atas Brooks Koepka di Sheshan International, Shanghai.

Koepka memulai hari itu dengan memimpin skor lalu tersusul meski mencetak hasil bagus 4-under 68 untuk berada di 12 under.

Justin Rose dan Kiradech Aphibarnrat berbagi tempat ketiga di 9 under. Patrick Reed duduk sendirian di posisi kelima dengan 8 under.

Indonesia Open: Panuphol Pittayarat di Puncak Skor menuju Akhir Pekan

Panuphol Pittayarat asal Thailand mencetak 7-under 65 di putaran kedua untuk berada di puncak papan skor Indonesia Open pada Jumat di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Pemain usia 24 tahun itu mengumpulkan skor total 11-under-par 133 di turnamen senilai US$300,000 itu.

Pittayarat unggul dua poin atas pemain Thailand lainnya Namchok Tantipokhakul, sementara rekan senegaranya Rattanon Wannasrichan (66) dan Tirawat Kaewsiribandit (68) berbagi tempat ketiga bersama pemain Australia Martin Andrew (65) di total skor 136.

Panuphol, yang memulai putaran kedua ketinggalan dua pukulan, turun satu pukulan di hole kedua tapi naik kembali dengan empat birdie untuk mencetak skor 33 di sembilan hole pertama. Dia menambah lima birdie lagi dalam perjalanan ke hole 18, termasuk tiga berturut-turut dari hole 15, sebelum turun satu pukulan di hole terakhir.

Sementara itu, pemain andalan Indonesia Danny Masrin dan Rory Hie masing-masing berada di T-17 dengan skor 140 dan T-24 dengan skor 141.

Permainan dihentikan sementara pada puku 15:42 karena ancaman petir sebelum dilanjutkan satu jam kemudian. Permainan kemudian dihantikan pada pukul 17:25 karena terlanjur gelap.

Total 14 pemain akan kembali pada pukul 06.30 di hari Sabtu untuk melanjutkan putaran kedua dengan putaran ketiga dijadwalkan dimulai pukul 08:00.

Pemangkasan jumlah pemain (cut) diproyeksikan pada skor 1-over 145.

 

Brooks Koepka Unggul Satu Pukulan di WGC-HSBC Champions

Brooks Koepka memukul hook 3-iron ke sebuah rintangan di hole kedelapan par 5, hole 17 putaran pertama WGC-HSBC Champions. Setelah memukul bola kembali ke fairway, Koepka lalu memukulkan 3-wood ke green dari jarak 275 yard dan memasukkan putt 20 kaki untuk birdie. Luar biasa.

“Hole yang menarik,” kata Koepka. “Saya memukulkan 3-iron yang buruk, memukul ke air dan cukup beruntung bisa mengembalikannya kemudian memukulkan 3-wood yang bagus melewati pin. Kami tertawa. Sudah takdir saya memang membuat putt itu.”

Birdie itu merupakan yang ketujuh dan terakhir di hari itu. Koepka menambahkan pula satu eagle dan hanya satu bogey untuk menghasilkan skor 8-under 64 dan memimpin putaran pertama di Sheshan International, Shanghai.

Awal yang bagus bagi Koepka di China, di mana dia unggul atas Gavin Green, pemain asal New Mexico, dan Kiradech Aphibarnrat dari Thailand dengan satu poin.