);

Indonesia Kalahkan Malaysia di IGT-PGM Championship

Spread the love

Malaysia boleh saja menjadi juara umum pada SEA Games yang baru lalu dan Indonesia mencatat prestasi terburuk dengan meraih posisi kelima dalam perolehan medali, tapi dalam kancah golf profesional Indonesia boleh berbangga. Tim Indonesia berhasil mempertahankan keunggulan hingga partai puncak pada Kamis, 7 September, di Riverside Golf Club, Cimanggis dan akhirnya merebut trofi “Indonesian Golf Tour (IGT)-Professional Golf of Malaysia (PGM) Championship 2017” untuk pertama kalinya.



Memasuki partai single yang menghadirkan 12 pegolf dari masing-masing negara, Indonesia sudah memimpin dengan 11-5 setelah partai fourball siang yang tertunda dari hari sebelumnya dan diselesaikan pada pagi kemarin. Tim tuan rumah berhasil menyabet dua poin dari empat poin yand disediakan dalam fourball siang melalui Rory Hie dan Celement Erio yang menang telak atas S. Othman dan Sariffudin Ariffin dengan 6&4 serta Elki Kow dan Rinaldi yang mengalahkan Airil Rizman dan M. Sasidaran dengan 3&1 (3 up dengan 1 hole tersisa).

Dua pertandingan lainnya dimenangi Malaysia melalui R. Nachimutu dan A. Nazrin yang menumbangkan Danny Masrin dan Adrian Halimi serta K.I. Kwang dan Wafiyuddin Abd Manafyang menang tipis atas Benita Kasiadi dan Indra Hermawan.

Partai single yang awalnya akan mempertemukan 12 pemain dari masing-masing negara akhirnya hanya menghadirkan 11 pemain saja setelah Indra Hermawan mundur akibat cedera pinggang. Indonesia dan Malaysia mendapat tambahan ½ poin dari mundurnya Indra ini. Indonesia membutuhkan tiga poin dari 11 poin yang akan diperebutkan pada partai ini untuk bisa memenangi turnamen beregu internasional ini.

Adrian terlebih dahulu menyumbangkan poin bagi Indonesia. Pegolf yang bermain di grup pertama dalam partai ini berhasil menghentikan langkah Nazrin di hole 16 setelah Adrian unggul dengan 3 up dengan menyisakan 2 hole tersisa. Rinaldi kemudian menambah pundi poin Indonesia usai menggulung Shariffudin Ariffin. dengan skor telak 4&3.

“Sebenarnya saya kurang yakin akan bisa menang telak seperti ini. Terakhir kali main di format matchplay adalah ketika junior, dan tidak pernah menang dengan skor besar. Namun, pelajaran dari dua hari sebelumnya (Rinaldi bermain di foursome dua kali dan fouball sekali) membuat saya lebih percaya diri sebelum tampil di single,” kata Rinaldi, yang mencetak clean sheet dalam tiga hari bertanding dengan tidak mengalami kekalahan satu pun.

Indonesia memastikan gelar juara melalui Benita Kasiadi yang terlalu tangguh bagi Wafiyuddin dengan skor 5&4 dengan mencapai skor 14 ½ dibandingkan Malaysia yang memperoleh skor 8 ½. Atas keberhasilan ini, Indonesia berhak atas hadiah uang Rp390 juta dari total Rp600 juta yang disediakan.

Kemenangan tim Indonesia ini tidak lepas dari strategi jitu sang kapten Jubilant Arda. Mantan atlet golf nasional ini mampu meracik tim Indonesia sehingga menjadi pegolf-pegolf yang bertaji khususnya di partai-partai beregu.

“Kemenangan dalam turnamen ini sudah diprediksi. Kita tahu bahwa kita punya kekuatan di nomor beregu. Target saya untuk beregu (foursome dan fouball) adalah meraih 9 poin. Tetapi kita ternyata bisa meraih 11. Ini justru membuat upaya kita lebih mudah. Partai single kan probability sama. Itu sebabnya saya menekankan untuk meraih poin lebih banyak di beregu,” kata Jubilant.

Tim Indonesia mendapat hadiah uang sebesar Rp390 juta atas kemenangannya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *