);

Indonesia Siap Rebut Emas di SEA Games Kuala Lumpur

Spread the love

Setelah melalui proses seleksi yang objektif dengan beberapa indikator penilaian, di antaranya berdasarkan rangking tertinggi World Amateur Golf Ranking (WAGR), order of merit PB PGI, dan pilihan serta pertimbangan pelatih, Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) telah menetapkan tujuh atlet untuk tampil di SEA Games XXIX yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus ini. Tim putra diperkuat oleh Jonathan Wijono, Naraajie Emerald Ramadhanputra, Almay Rayhan Yagutah, dan Kevin Caesario Akbar. Tim putri ada Rivani Adelia Sihotang, Tatiana Jaqueline Wijaya, dan Ida Ayu Indira Melati Putri. Mereka didampingi oleh pelatih Alga Topan, David Milne, dan Lawrie Montague.


“Targetnya harus lebih baik dari dua tahun yang lalu. Kali ini persiapannya lebih matang. Saya tidak
mau ngomong emas, perak, atau perunggu. Pokoknya lebih bagus dari sebelumnya,” kata Murdaya
Po, Ketua Umum PB PGI saat acara halal bi halal PB PGI di Pondok Indah Golf Club, Jumat (28/7).

Tiga tahun sudah Murdaya Widyawimarta Po menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PB PGI
periode 2014-2018. Tapi, tidak sedikit pun semangatnya berkurang untuk terus melakukan
pembinaan olahraga golf demi prestasi bagi negeri. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Berbagai kendala harus dihadapinya. Pro dan kontra harus dihadapinya. Pria yang akrab disapa Pak Po mengakui bahwa memimpin sebuah organisasi olahraga adalah sebuah pengalaman yang istimewa. Dia tetap optimistis Indonesia mempunyai potensi besar untuk mencetak prestasi di cabang olahraga golf di masa mendatang.

“Kami berharap keberadaan setiap atlet dalam timnas dapat menumbuhkan kebersamaan. Realistisnya kita mempunyai peluang untuk mendapatkan satu emas, terutama dari tim putra. Strategi tuan rumah harus kita pelajari dan waspadai,” kata S. Christine Wiradinata, Sekjen PB PGI.

Dalam hal pembinaan atlet secara umum, Ari Hidrijantoro, Ketua Sub Bidang Pembinaan
Prestasi, menyatakan puas dengan keberadaan atlet-atlet level elite yang ada saat ini. “Yang masuk
rangking dunia (WAGR) makin banyak, sudah hampir 40 orang. Ada tiga pemain yang sudah ada di
300 dunia, yaitu Naarajie, Jonathan dan pegolf putri Inez Beatrice Wanamarta. Dan skor pemain-pemain amatir kita makin bagus. Baru terjadi ada pegolf amatir Indonesia yang bisa bermain under 20 dalam turnamen besar di lapangan yang sulit. Saat ini pemain pro dan amatir hanya dibedakan oleh status, tidak menggambarkan kemampuan bermain mereka,” jelas Ari.

Di bawah pengurus PB PGI yang sekarang, tiga pilar pembinaan yang dijalankan adalah membuat pertandingan berkala dan bermutu, pelatihan kelas dunia, dan rangking system yang adil dan terbuka. Setiap atlet diminta untuk memiliki program masing-masing dan boleh dilatih oleh pelatih yang berbeda-beda. Tapi, mereka harus memiliki platform pelatihan yang sama.

Tahun ini, PB PGI juga menerapkan program National Development Program (NOP). Program ini
dibuat untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada para pemain golf Indonesia secara
keseluruhan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman untuk berkompetisi, bersaing, dan
menang. Dalam hal ini PB PGI memberikan dukungan dalam bentuk memberikan subsidi untuk uji
coba turnamen-turnamen di luar negeri atau pelatihan khusus. Contohnya adalah training assessment
camp yang pernah diselenggarakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *